JATIMTIMES - Penguatan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di era digital menuntut integrasi pendekatan baru yang kontekstual dan berbasis teknologi. Salah satu terobosan yang tengah dikembangkan dalam program Pendidikan Profesi Guru (PPG) IPS adalah konten pembelajaran virtual berbasis Spatial Data Science. Inovasi ini diharapkan mampu memperkuat kemampuan guru dalam mengajarkan keterkaitan antara ruang dan dinamika sosial secara lebih konkret dan berbasis data.
Proses pengembangan diawali dengan kegiatan observasi dan analisis kebutuhan yang melibatkan pengajar dan mahasiswa PPG IPS. Metode wawancara digunakan untuk menggali persepsi dan pengalaman dalam mengimplementasikan pembelajaran IPS di kelas. Hasilnya menunjukkan bahwa pembelajaran selama ini masih cenderung teoritis dan belum banyak memanfaatkan pendekatan spasial secara optimal.
Baca Juga : Apresiasi Seminar AI dan Deep Learning, Wabup Minta Berlanjut dengan Aksi
Analisis juga dilakukan terhadap kurikulum dan konten pembelajaran yang digunakan dalam program PPG. Ditemukan adanya kesenjangan antara tuntutan kompetensi guru IPS abad ke-21 dengan media pembelajaran yang tersedia. Materi IPS yang seharusnya menekankan pada pemahaman ruang, interaksi antarruang, dan dinamika wilayah belum sepenuhnya didukung oleh media yang berbasis data spasial.
Berdasarkan temuan tersebut, dilakukan pengembangan konten pembelajaran dengan mengadopsi pendekatan Research and Development (R&D). Proses ini diformulasikan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), yang memungkinkan tahapan dilakukan secara sistematis. Model ini juga membantu menjamin bahwa konten yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran aktual dan dapat diimplementasikan secara efektif.
Konten yang dikembangkan bersifat virtual dan interaktif, dirancang untuk mengintegrasikan materi IPS dengan representasi spasial berbasis data. Konten melibatkan suatu studi kasus yang dapat mempermudah mahasiswa dalam memahami penggunaan teknologi. Pada gambar 1 ditampilkan gambaran dari dashboard konten yang akan di buat dengan studi kasus angka kelahiran dan kematian. Teknologi pemetaan digital, data statistik wilayah, dan interpretasi visual dijadikan komponen utama dalam menyusun skenario pembelajaran yang kontekstual. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengkaji fenomena sosial melalui data spasial yang nyata.
Sebagai hasil konkret dari proses pengembangan, dihasilkan sebuah media pembelajaran virtual bernama GeoAPP. Aplikasi ini dirancang untuk mengintegrasikan materi IPS dengan data spasial secara interaktif, kontekstual, dan mudah diakses. Fungsi utama GeoAPP meliputi penyajian peta tematik digital, visualisasi data sosial dan wilayah, serta simulasi analisis spasial sederhana yang dapat digunakan dalam aktivitas pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning). Penyajian fitur-fitur spesifik yang diperlukan dalam berbagai materi dapat ditambahkan seperti pada gambar 2.
Keunggulan GeoAPP terletak pada tampilannya yang ramah pengguna, fleksibel digunakan secara mandiri maupun dalam pembelajaran kolaboratif, serta kompatibel dengan perangkat digital berbasis web dan mobile. Media ini tidak hanya memperkuat literasi spasial calon guru IPS, tetapi juga mendorong lahirnya pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif terhadap tantangan era digital dan perkembangan ilmu geografi terapan.
Baca Juga : Dari Dunia Tari, Model dan Makeup ke Sekolah Rakyat: Transformasi Rizki Izzah yang Menginspirasi
Penggunaan pendekatan Spatial Data Science dalam pembelajaran IPS juga berkontribusi pada peningkatan literasi spasial mahasiswa dan guru. Hal ini penting untuk membekali mereka dengan kemampuan menganalisis persoalan sosial secara geografis, termasuk isu-isu seperti ketimpangan wilayah, urbanisasi, hingga perubahan lingkungan. Pendekatan ini sejalan dengan semangat Merdeka Belajar yang menekankan pada penguatan kompetensi berbasis konteks lokal dan global.
Dengan inovasi ini, pengembangan konten pembelajaran virtual di lingkungan PPG IPS diharapkan menjadi contoh praktik baik dalam transformasi pendidikan guru. Integrasi teknologi, data spasial, dan pendekatan ilmiah membuka peluang besar bagi guru IPS untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, adaptif, dan relevan dengan tantangan zaman.
Penulis : Purwanto dan Erisa Elvada, merupakan mahasiswa Departemen Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang.