JATIMTIMES - Dinas Pendidikan Kabupaten Malang menggandeng Penerbit Buku Erlangga menggelar seminar pendidikan bertajuk pembelajaran koding dan artificial intelligence serta pembelajaran mendalam untuk para guru pada jenjang SD dan SMP di Kabupaten Malang.
Dalam kegiatan seminar pendidikan bertajuk pembelajaran koding dan artificial intelligence serta pembelajaran mendalam yang bertempat di Hotel Grand Mercure Malang ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang dan Penerbit Buku Erlangga mengundang pengawas sekolah dasar (sd) dan sekolah menengah pertama (smp) serta 322 kepala satuan pendidikan SD dan 363 kepala satuan pendidikan SMP.
Baca Juga : Rektor Unikama Dorong RPL S2 Jadi Solusi Atasi Kekurangan Guru di Maluku
"Hari ini diselenggarakan seminar pendidikan, pendalaman pembelajaran koding, kemudian AI dan deep learning yang diprakarsai oleh Penerbit Erlangga dan Dinas Pendidikan dengan peserta pengawas serta kepala sekolah sd dan smp," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Suwadji kepada JatimTIMES.com, Rabu (16/7/2025).
Pihaknya menyebut, bahwa program pembelajaran koding, artificial intelligence dan deep learning atau pembelajaran mendalam merupakan salah satu program prioritas dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI yang harus dilaksanakan di setiap kabupaten/kota di Indonesia.
"Harapannya tentunya para kepala sekolah dan pengawas mampu memahami tentang koding, kecerdasan artifisial, dan deep learning. Sehingga pembelajaran di sekolah nantinya sudah menerapkan ini," ujar Suwadji.
Pejabat publik yang pernah menjabat sebagai camat di beberapa kecamatan ini mengatakan, bahwa dalam prinsip deep learning atau pembelajaran mendalam yang diterapkan oleh Kemendikdasmen RI, terdapat tiga prinsip yang dijalankan.
"Ada tiga prinsip di dalam deep learning yakni mindful learning atau pembelajaran sadar dan aktif, meaningful learning atau pembelajaran bermakna, serta joyful learning atau pembelajaran menyenangkan. Sehingga harapannya peserta didik itu memahami, aktif ikut serta dan menyenangkan," jelas Suwadji.
Suwadji juga menegaskan, melalui kurikulum deep learning, nantinya metode pembelajaran yang digunakan di sekolah-sekolah dapat memanusiakan manusia atau tidak melakukan diskriminasi dalam proses pembelajaran.
"Karena peserta didik itu yang jelas pasti latar belakangnya beda dan kemampuannya juga bervariasi. Sehingga dengan kasih sayang dan upaya memanusiakan manusia dengan memberikan perhatian yang sama, itu bisa belajar senang akhirnya bisa berkelanjutan. Sehingga pendidikan bermutu untuk semuanya ini bisa tercapai," beber Suwadji.
Lebih lanjut, disinggung alasan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang menggandeng Penerbit Buku Erlangga untuk menggelar seminar pendidikan dikarenakan pihak Penerbit Buku Erlangga memiliki materi serta bahan bacaan atau literasi berkaitan dengan koding, artificial intelligence serta deep learning untuk para guru serta murid.
"Ya tadi kan ada materinya, kemudian ada pemaparannya dari Erlangga tentunya itu akan di tindak lanjuti, kan selama ini Erlangga sudah berkomunikasi dengan para kepala sekolah. Sehingga bentuk pengadaan modul dan sebagainya itu kan tergantung sekolah masing-masing," tutur Suwadji.
Baca Juga : Cek PIP Juli 2025 di pip.kemendikdasmen.go.id: Dana Hingga Rp 1,8 Juta Cair!
Sementara itu, Kepala Penerbit Buku Erlangga Cabang Malang Dodi Wahyudi menyampaikan, bahwa kegiatan seminar pendidikan bertajuk pembelajaran koding dan artificial intelligence serta pembelajaran mendalam ini merupakan salah satu upaya untuk menjawab kemauan dari para guru terkait perkembangan metode pembelajaran.
"Kami sudah beberapa tahun kerja sama dengan beberapa sekolah untuk memenuhi kebutuhan sekolah. Ternyata teman-teman di lapangan banyak mendengar kemauan para kepala sekolah terkait dengan adanya deep learning dan koding serta artificial intelligence," ujar Dodi.
Pihaknya mengaku berniat untuk membantu untuk menjawab kemauan dari para guru dalam menyesuaikan perkembangan metode pembelajaran di tengah kemajuan teknologi yang sangat pesat.
"Kami senantiasa membantu mitra kami, sekolah, guru, kepala sekolah, kami sampaikan kami punya narasumber, kami punya program, kami punya buku panduan," ujar Dodi.
Kemudian dengan kemampuan yang dimiliki itu, pihak Penerbit Buku Erlangga melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Malang untuk menggelar seminar pendidikan terkait pembelajaran koding dan artificial intelligence serta pembelajaran mendalam.
"Saya sampaikan ke Bu sekdin kalau saya buatkan seminar bagaimana, akhirnya dari Bu Sekdin berbicara ke Pak Kadis dan Pak Kadis disposisi, ternyata hampir semua sekolah mau. Akhirnya kami batasi dengan kondisi ruangan yang seperti ini," pungkas Dodi.