JATIMTIMES - Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menggandeng organisasi masyarakat Garda Satu dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Maluku. Salah satu langkah strategis yang diusung adalah mendorong Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) jenjang S2 sebagai solusi pemerataan pendidikan di wilayah kepulauan tersebut.
Rektor Unikama, Dr. Sudi Dul Aji, M.Si., hadir langsung dalam audiensi dengan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa S.H., LL.M, di Ambon pada Selasa (15/7/2025). Pertemuan ini membahas penguatan sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat sipil dalam menyongsong generasi emas 2045.
Baca Juga : BSU 2025 Cair Lewat Kantor Pos, Bisa Diwakilkan? Ini Jawabannya
“Melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) S2 ini, Unikama berkomitmen memberikan kesempatan yang lebih luas bagi guru dan tenaga profesional di Maluku untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terkendala waktu dan lokasi,” tegas Dr. Sudi Dul Aji.
Program RPL S2 yang ditawarkan Unikama dinilai mampu menjadi jawaban atas tantangan yang selama ini dihadapi Maluku, khususnya soal minimnya jumlah guru dan ketimpangan distribusi tenaga pendidik di daerah terpencil dan kepulauan.
Sekretaris Jenderal Garda Satu, Solihin Pure, menilai program ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah. Ia menyebut kolaborasi ini merupakan bentuk nyata dari kontribusi organisasi masyarakat dalam mendukung dunia pendidikan.
“Kolaborasi ini merupakan implementasi nyata dari program kami dalam mendukung kebijakan pemerintah di bidang pendidikan,” ujar Solihin. Ia pun mengapresiasi respon positif Gubernur Maluku yang disebut sejalan dengan visi misi Sapta Cita Lawamena.
Menurut Dr. Sudi, kolaborasi antara Unikama, Garda Satu, dan Pemprov Maluku juga merupakan bagian dari realisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ia menekankan pentingnya mengintegrasikan pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam bentuk nyata yang dirasakan langsung oleh daerah.
Kerja sama ini, kata dia, sekaligus membuka ruang bagi para tenaga pengajar di Maluku untuk tetap bisa mengembangkan kompetensi akademik tanpa meninggalkan tugas dan tanggung jawab mereka di lapangan.
“Unikama ingin hadir sebagai solusi. Kami sadar bahwa tantangan di daerah kepulauan berbeda dengan wilayah lain. Maka dari itu, RPL S2 dirancang fleksibel dan sesuai kebutuhan,” paparnya.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyambut positif inisiatif yang dibawa oleh Unikama dan Garda Satu. Ia bahkan mendorong agar koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi segera dilakukan untuk mematangkan langkah teknis berikutnya.
Gubernur menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi persoalan pendidikan di wilayahnya. “Sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan perguruan tinggi sangat penting dalam menjawab tantangan pendidikan di Maluku,” ujar Hendrik Lewerissa.
Ia berharap program ini tidak hanya fokus pada peningkatan mutu guru, tapi juga mendorong tumbuhnya sektor ekonomi kreatif yang berbasis pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Pertemuan di Ambon ini diharapkan menjadi fondasi kerja sama berkelanjutan antara Unikama dan Pemprov Maluku. Tak hanya dalam bidang pendidikan, kedua pihak juga ingin memperluas dampak program hingga menyentuh peningkatan ekonomi masyarakat.
Unikama dan Garda Satu pun menyatakan siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun SDM unggul dan kompetitif di tingkat nasional maupun global.
Langkah konkret seperti RPL S2 dinilai sebagai jembatan penting untuk menghadirkan akses pendidikan tinggi yang inklusif, terutama bagi tenaga pengajar yang berada jauh dari pusat kota.