free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pemerintahan

Jukir dan PKL Tolak Penerapan Gate Parkir Alun-Alun Kota Batu, Dishub Jamin Tidak Ada yang Dirugikan

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Nurlayla Ratri

15 - Jul - 2025, 16:58

Loading Placeholder
Ilustrasi. Parkir Alun-alun Kota Batu segera dipasang Gate Parkir Elektronik guna memaksimalkan pendapatan daerah dan perbaikan tata kelola perparkiran TJU. (Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Wacana pemasangan gate parkir elektronik di area Alun-alun Kota Batu tahun ini mendapat respons penolakan dari juru parkir (Jukir), PKL, hingga pelaku jasa permainan odong-odong. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu memastikan bahwa penerapan gate parkir tidak ada yang dirugikan.

Kepala Dishub Kota Batu Hendry Suseno menyampaikan jika rencana pemasangan gate parkir alun-alun sudah melalui kajian mendalam. Tujuannya untuk memaksimalkan pendapatan asli daerah dari retribusi parkir tepi jalan umum (TJU), serta memperbaiki tata kelola perparkiran di area wisata tersebut.

Baca Juga : Gegara Spanduk PSHT Viral di Jepang, LPK Kini Cek Riwayat Silat Calon Pekerja Migran

"Seluruhnya sudah melalui kajian, gapura e-parking juga sudah ada sejak era wali kota Bu Dewanti. Yang mana dieksekusi sekarang, kita upayakan memaksimal. Para jukir nantinya tetap dilibatkan menata parkir seperti sebelumnya. Tidak ada yang dirugikan," jelas Hendry saat dikonfirmasi, Selasa (15/7/2025).

Pihaknya sudah menerima audiensi paguyuban jukir, PKL, hingga dokar dan permainan alun-alun pasca aksi damai Selasa pagi. Meski belum ada kata sepakat dengan para jukir, Hendry mengklaim bakal tetap melaksanakan uji coba terlebih dahulu terkait penerapan gate parkir tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu Hendry Suseno.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu Hendry Suseno.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

Hendry beranggapan, penilaian akan keruwetan akses alun-alun, kemacetan, hingga hilangnya mata pencaharian para jukir sudah ditampung dan dikaji. Sehingga, penerapannya nanti tidak akan merugikan pihak-pihak terkait dan tetap menjadi solusi inovasi tata kelola parkir. Terlebih memaksimalkan pendapatan asli daerah yang selama ini capaiannya selalu jauh dari target.

"Ini salah satu inovasi mempertimbangkan segala hal aktivitas di alun-alun. Dan kami jamin tidak ada yang dirugikan. Misal jukir ada 15 kelompok koordinator dari 50 orang, semua akan dikerjasamakan dengan skema yang berlaku tetap 60-40 persen bagi hasil dengan pemerintah kota," tambahnya.

Baca Juga : Merek Beras Diduga Oplosan Masih Beredar di Kota Batu, Sejumlah Minimarket Belum Terima Informasi Penarikan

Hasil retribusi, sambungnya, juga secara tidak langsung kembali ke perbaikan sarana prasarana. Ia membenarkan jika dalam audiensi para juru parkir belum sepakat dengan gate parkir dengan kekhawatiran yang beragam. "Saya rasa memang kekhawatiran berlebih saja. Upaya kita tetap ada tata kelola yang lebih baik. Nantinya dokar kita tempatkan khusus, jukir tetap bekerja, operasional dokar di mana, akan tetap ada," rincinya.

Ia memastikan masih ada upaya sosialisasi lebih lanjut melibatkan seluruh stakeholder terkait kepada semua pihak yang bersinggungan. Termasuk masyarakat pengguna area alun-alun seperti ruko-ruko. 

"Pasti bakal uji coba sebelum launching, lah. Kita menampung aspirasi, tapi juga program ini sudah berdasarkan kajian sehingga tidak menimbulkan masalah lain ke depannya," tandas Hendry.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Nurlayla Ratri

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan

--- Iklan Sponsor ---