JATIMTIMES - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Maghfiroh resmi mendapatkan sertifikasi halal. Sertifikasi halal itu untuk menunjang program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.
Pengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh Prof HM. Bisri mengatakan bahwa capaian itu merupakan bentuk kolaborasi bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang. Menurut dia, sertifikasi ini merupakan hal wajib atau fardlu ain.
Baca Juga : Program Bersih Indonesia, DLH Kabupaten Malang Maksimalkan Bantuan dari AEPW
“Artinya, produk yang beredar itu membuat Indonesia halal. Karena SPPG ini mengedarkan dan tidak menjualbelikan,” kata Bisri, Rabu (11/6/2025).
Ponpes Bahrul Maghfiroh merupakan mitra SPPG dari Badan Gizi Nasional (BGN). Sehingga, Bisri mengaku memiliki tanggung jawab moral untuk pemenuhan gizi dan kehalalan.
“Karena ini pondok dan kami punya tanggung jawab. Saran saya, semua dapur harus punya sertifikasi halal. Kalau tidak punya, boleh tanya kami,” ungkap mantan rektor Universitas Brawijaya Malang itu.
Bisri pun mengaku bahwa sertifikasi halal, terutama untuk Makan Bergizi Gratis ini, baru satu-satunya dimiliki Bahrul Maghfiroh. Dan belum ada satu pun di Indonesia yang memiliki sertifikasi halal itu.
“Hanya satu bulan sertifikasi halal ini sudah keluar. Karena menu juga sedikit, bukan seperti kafe,” ungkap Bisri.
Dia menjelaskan bahwa sertifikasi halal sangatlah penting. Dalam hal ini untuk memastikan jaminan halal makanan dan gizi makanan yang diberikan kepada generasi Indonesia.
“Karena program presiden kan Indonesia mau menuju emas, bukan lagi perunggu atau perak. Karena progam pemerintah di MBG ini dalam rangka menyiapkan generasi. Sehingga makanan yang disiapkan tidak hanya makanan enak bergizi, tapi halalan toyyiban,” tegas Bisri.
Baca Juga : Jadwal Kepulangan Jemaah Haji 2025 Embarkasi Surabaya Gelombang 1, Catat Tanggalnya!
Sementara itu, Deputi Kepala KPw Bank Indonesia Malang Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa ide awal sertifikasi halal ini ketika pihaknya berdiskusi dengan Ponpes Bahrul Maghfiroh terkait perkembangan ekonomi syariah. Di situ, pihaknya tertarik karena program yang dicanangkan Ponpes Bahrul Maghfirah.
“Atas dasar itu, kemudian kami ikut serta. Mudah-mudahan untuk pesantren lain bisa ikut serta sertifikat halal,” ungkap Dedi.
Sementara itu, Kepala SPPG Ponpes Bahrul Magfiroh Alief Sella Fitri mengatakan bahwa SPPG merupakan program langsung kepanjangan BGN dari Presiden Prabowo untuk MBG. Sehingga, ia menjelaskan ada sejumlah perekrutan untuk SPPG, terutama untuk pembangunan di masing-masing wilayah.
“Jadi, ada pelatihannya, ada wajib militernya. Saat pelatihan dibantu Universitas Pertahanan. Ini fokusnya juga untuk membantu pembangunan daerah masing-masing,” imbuh Sella.