free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

30.794 CJH Sudah Berangkat, Simak Pesan PPIH Embarkasi Surabaya Jelang Puncak Haji

Penulis : Muhammad Choirul Anwar - Editor : A Yahya

26 - May - 2025, 18:06

Loading Placeholder
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya Sugiyo

JATIMTIMES - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan 30.794 calon jemaah haji (CJH) hingga Minggu (25/5/2025) malam. Jumlah tersebut terbagi pada 81 kelompok terbang (kloter).

Kini, sebanyak 84 persen jemaah Embarkasi Surabaya telah diberangkatkan, dari jumlah keseluruhan 36.845 orang. Masa pemberangkatan gelombang dua juga semakin mendekati akhir.

Baca Juga : DramaEncode, Tempat Terbaik untuk Nonton maupun Download Drama Korea dan China

Kloter terakhir dijadwalkan akan terbang menuju Tanah Suci pada Sabtu, 31 Mei 2025 mendatang, pukul 02.10 WIB dini hari. Hal ini menandakan puncak haji atau masa Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) segera tiba.

Terkait hal ini, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya Sugiyo menjelaskan, para jemaah gelombang dua memiliki kelebihan dan kekurangan. Dari segi kelebihan, jemaah haji gelombang dua tiba di Tanah Suci ketika sudah dekat puncak haji.

“Para jemaah haji yang tiba di Tanah Suci ketika mendekati masa Armuzna kelebihannya stamina mereka dari rumah masih bagus sehingga ketika melakukan ibadah Armuzna kondisi fisik masih prima,” ungkapnya, Senin (26/5/2025).

Di sisi lain, Sugiyo menjelaskan bahwa ada pula kekurangan yang bisa dialami jemaah gelombang dua. Kekurangan tersebut yakni ketika masa adaptasi dengan situasi di Makkah, para jemaah haji dihadapkan situasi Bus Sholawat berhenti beroperasi sementara.

“Di satu sisi, jemaah baru datang harus melakukan umrah tetapi tiga hari menjelang Armuzna itu Bus Sholawat tidak ada, jadi biasanya ada kebingungan sendiri bagi jemaah,” tutur pria asal Probolinggo ini.

Baca Juga : Cegah Peredaran Hewan Kurban Sakit, DKPP Surabaya Keliling Periksa Hewan Jelang Iduladha 

Untuk menyiasati situasi tersebut, Sugiyo mengimbau para jemaah haji tidak memaksakan diri beribadah di Masjidil Haram ketika tidak ada Bus Sholawat yang beroperasi. “Para jemaah jangan memaksakan diri beribadah ke Masjidil Haram jika tidak ada Bus Sholawat. Beribadah di Maktab memiliki pahala yang sama dengan beribadah di Masjidil Haram,” terang Sugiyo.

Sejalan dengan itu, ia berharap para jemaah haji dapat menjaga kondisi kesehatannya lahir dan batin, khususnya jelang wukuf di Arafah. Sugiyo mengingatkan bahwa inti dari ibadah haji adalah wukuf di Arafah.

“Haji itu adalah Arafah karena para jemaah haji jangan menyia-nyiakan kesempatan yang hanya datang satu kali yakni pada 9 Dzulhijjah. Kalau tidak wukuf, hajinya tidak sah,” tandasnya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Muhammad Choirul Anwar

Editor

A Yahya

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---