free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Meta Angkat Bicara soal Grup Fantasi Sedarah di Facebook yang Bikin Geger

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

19 - May - 2025, 13:27

Loading Placeholder
Tampak depan grup Fantasi Sedarah yang sudah diblokir Meta. (Foto: Facebook)

JATIMTIMES - Dunia maya baru-baru ini digegerkan dengan munculnya grup Facebook bernama 'Fantasi Sedarah'. Grup tersebut menjadi viral karena berisi konten yang membahas fantasi seksual dengan anggota keluarga kandung. 
 
Yang lebih mengkhawatirkan, isi grup ini tak hanya meresahkan, tapi juga menyasar anak-anak di bawah umur. Sejumlah unggahan dari para anggotanya bahkan berisi pengakuan seperti ayah menyukai anak balitanya hingga anak menyukai ibunya. 

Menanggapi fenomena ini, Meta sebagai perusahaan induk Facebook akhirnya buka suara. Meta menyatakan pihaknya telah menghapus grup tersebut dari platform mereka.

Baca Juga : Balita Sanankulon Diduga Hanyut di Selokan, Pencarian Lanjut Hari Kedua

“Eksploitasi anak adalah kejahatan yang sangat mengerikan dan tidak dapat diterima. Kami telah menghapus grup ini dari aplikasi kami dan terus berupaya secara proaktif untuk mendeteksi serta memblokir akun-akun yang serupa,” ungkap juru bicara Meta dalam keterangannya, Senin (19/5).

Meta juga menjelaskan bahwa mereka telah lama mengembangkan teknologi untuk memerangi kejahatan seksual terhadap anak dan mendukung proses hukum terhadap para pelaku yang terlibat.

“Selama bertahun-tahun, kami telah menciptakan teknologi untuk memerangi kejahatan ini dan membantu penegak hukum dalam melakukan penyelidikan serta penuntutan terhadap pelaku yang terlibat,” tegas juru bicara Meta.

Perusahaan yang menaungi Facebook ini menegaskan bahwa mereka terus melakukan pemantauan terhadap taktik-taktik baru yang digunakan para pelaku agar bisa mengantisipasi lebih cepat.

“Ini adalah upaya yang berkelanjutan, mengingat kelompok-kelompok ini terus berinovasi dalam taktik mereka untuk menghindari deteksi. Tim ahli kami secara aktif memantau perkembangan tren baru agar kami dapat tetap selangkah lebih maju,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, grup 'Fantasi Sedarah' pertama mencuat ke publik setelah tangkapan layar sejumlah unggahan anggotanya beredar luas di media sosial. Kontennya berisi pengakuan-pengakuan yang dianggap menyimpang, vulgar, dan bahkan mengarah pada kejahatan seksual terhadap anak.

Salah satu unggahan yang menyulut kemarahan publik datang dari akun bernama Rieke Jr. Dalam tulisannya, ia mengaku sebagai seorang ayah yang memiliki hasrat terhadap putri kandungnya yang masih balita.

Dalam unggahannya, Rieke Jr. menulis bahwa dirinya merupakan seorang ayah, dan mengaku memiliki fantasi seksual terhadap putri kandungnya yang masih berusia dua tahun. Ia juga menggambarkan penampilan sang anak secara detail, serta menyatakan keinginannya untuk ‘bermain’ dengan sang anak.

Ia bahkan menuturkan bahwa dirinya harus bersabar menunggu setidaknya hingga sang anak berusia empat atau lima tahun agar bisa ‘bermain’ dengannya.

Baca Juga : Urutan Doa Menyembelih Hewan Kurban, Lengkap dengan Terjemahan

Unggahan tersebut sontak viral dan memicu kemarahan banyak orang. Warganet menilai konten seperti ini bukan hanya melanggar norma, tapi juga sudah termasuk kejahatan seksual terhadap anak. 

Grup yang dinamai 'Fantasi Sedarah' ini bahkan memiliki lebih dari 32 ribu anggota. Namun berdasarkan penelusuran dari JatimTIMES, grup tersebut sempat berganti nama menjadi 'Suka Duka'. Namun, meski berganti nama, isi grup masih dipenuhi konten serupa.

Salah satu unggahan lain di grup Suka Duka, tampak akun bernama Aris Supriono secara terang-terangan membagikan fantasi seksual terhadap ibu kandungnya sendiri.

Dalam unggahannya, ia juga mengunggah foto seorang perempuan paruh baya. "Mama.... q gak mcm2, tapi sekedar menikmati pemandangan badan ibu q," tulis Aris Supriono.

Setelah ramai menuai kritikan warganet, grup tersebut akhirnya sudah tak bisa lagi diakses. Saat ini, jika pengguna mencoba mengakses grup yang telah berganti nama menjadi ‘Suka Duka’, akan muncul pemberitahuan bahwa konten tersebut tidak tersedia.

“Konten ini tidak tersedia. Apabila hal ini terjadi, biasanya karena pemilik (grup) hanya membagikannya kepada sekelompok kecil orang, mengubah siapa yang dapat melihatnya, atau (grup) telah dihapus." demikian keterangan yang muncul saat link grup Suka Duka diklik.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---