JATIMTIMES - Medy Trisdiyanto (43) sukses menjalankan bisnis sablon gelas plastik setelah memutuskan berhenti menjadi buruh pabrik. Dari usahanya tersebut, bapak tiga anak ini mampu membuka lapangan kerja bagi rekan buruh yang terkena PHK (pemutusan hubungan kerja).
Medy menjadi buruh pabrik mainan kayu di Jombang pada 2002. Kecilnya upah buruh yang tidak sebanding dengan kebutuhan hidup, memaksa suami Ari Rahmawati (40) ini mundur dari pabrik tempatnya bekerja pada 2004 lalu.
Baca Juga : Dokter AY Diperiksa 8 Jam, Polresta Malang Kota Segera Gelar Perkara
"Keluar dari pabrik, ya pingin mengubah ekonomi. Intinya seperti itu," ujar Medy saat ditemui di tempat usahanya, Jalan Jayanegara, Kelurahan Kepanjen, Jombang, Rabu (30/04/2025).
Setelah tidak lagi menjadi buruh pabrik, bapak tiga anak ini mengadu nasib dengan mencoba berbagai bisnis. Mulai dari usaha buka bengkel motor hingga menjual berbagai suvenir.
Dari awalnya menjual suvenir, mantan buruh pabrik ini merambah ke bisnis sablon pada 2018. Gayung pun bersambut, Medy kebanjiran pesanan sablon untuk berbagai barang. Mulai dari sablon gelas plastik untuk minuman, kantong plastik, suvenir, hingga sablon kemasan makanan.
Tujuh tahun di bisnis itu, kini produksi sablon milik Medy terus kebanjiran pesanan. Saat ini, pesanan sablon mencapai 50.000 biji setiap bulan dengan omzet rata-rata Rp 15-20 juta. "Alhamdulillah yang sudah berjalan ini sudah lebih baik ekonominya," ucapnya.
Baca Juga : Petisi Online Menggema, Tekanan Publik Meningkat: Desakan Tangkap TP2ID Menguat di Kasus Dam Kali Bentak
Kesuksesan Medy tidaklah dinikmati sendiri. Ia mengajak rekan sesama buruh pabrik tempatnya bekerja yang terkena PHK untuk bekerja. Ada 16 orang mantan buruh pabrik yang kini bekerja bersama Medy.
"Yang nyablon di sini saya rekrut dari teman pabrik tempat kerja saya dulu. Alhamdilillah membuka lapangan kerja baru," kata Medy.