JATIMTIMES - Kementerian Perhubungan memperkirakan jumlah pemudik lebaran Idul Fitri 1.446 hijriah 2025 mencapai 146,48 juta orang. Di mana, sekitar 31,3 juta di antaranya diperkirakan bakal mudik dengan tujuan ke Jawa Timur (Jatim).
Terkait hal ini, Polres Malang bakal menyiagakan satu Pos Pelayanan dan enam Pos Pengamanan. Nantinya, keberadaan pos-pos tersebut akan disiagakan saat serangkaian agenda Operasi Ketupat Semeru 2025.
Baca Juga : Sukses Digelar, Festival Ramadan Kota Batu Didorong Tetap Jadi Ajang Tahunan
"Di mana pos-pos ini sudah kami tentukan berdasarkan karakteristik terkait dengan trouble spot (potensi kepadatan lalu lintas) maupun black spot (wilayah rawan kecelakaan) yang berada di wilayah utara, timur, barat, dan selatan Kabupaten Malang," ujar Kasatlantas Polres Malang AKP Widyagana Putra Dhirotsaha.
Perwira Polri yang karib disapa Gana ini menjabarkan, Pos Pelayanan Operasi Ketupat Semeru 2025 akan disiagakan di Karanglo, Kecamatan Singosari. "Kami punya beragam fasilitas dan juga diskresi terkait dengan traffic light. Tentunya ini sangat membantu pada saat nanti ada kepadatan di wilayah utara yang mengarah ke Kota Batu," terang Gana.
Sementara itu, terkait enam pos pengamanan tersebar di Kecamatan Lawang, Karangploso, Tumpang, Kepanjen, Kromengan, dan Bantur. "Satu (pos pengamanan) di Pasar Lawang kami tujukan untuk mengantisipasi pasar tumpah. Jadi pasar tetap buka, namun kemungkinan animo masyarakat bertambah kami antisipasi dengan menempatkan satu pos di kawasan Pasar Lawang," jelasnya.
Sedangkan pos kedua yang berlokasi di Desa Kepuharjo ditujukan untuk pengamanan yang mengarah ke Kota Batu. "Kemudian satu pos di Tumpang untuk pengamanan yang mengarah ke Bromo," imbuhnya.
Pos pengamanan selanjutnya berada di area Jalibar. Pos tersebut disiagakan untuk antisipasi pengamanan di wilayah Kecamatan Kepanjen.
"Kemudian satu pos di Slorok, Kromengan untuk antisipasi ke arah Blitar bagi masyarakat yang hendak silaturahmi lokalan saat lebaran," imbuhnya.
Sedangkan pos terakhir di JLS, Kecamatan Bantur. Pos pengamanan tersebut untuk antisipasi kepadatan lalu lintas saat masyarakat akan melaksanakan liburan ke arah pantai.
Baca Juga : Penerapan FWA, Pemkot Malang Batasi Maksimal 5 Persen dari Jumlah Pegawai
"Kami siapkan pos-pos ini karena memang diprediksi dari 146 juta masyarakat yang melaksanakan mudik di Indonesia, sekitar 31,3 juta di antaranya akan masuk ke wilayah Jawa Timur tanpa terkecuali ke Kabupaten Malang," imbuhnya.
Gana menuturkan, tidak menutup kemungkinan para pemudik maupun wisatawan juga akan menuju ke Malang Raya. Yaitu di Kota Batu, Kabupaten Malang, maupun Kota Malang.
"Dari sinilah sinergitas dari ketiga wilayah dibutuhkan dan kami telah melaksanakan rakor (rapat koordinasi) dengan lintas sektoral," ujarnya.
Diakui Gana, pada beragam kesiapan termasuk Rakor Lintas Sektoral tersebut juga membahas terkait cara bertindak yang dipergunakan untuk antisipasi apabila nanti terdapat kepadatan ataupun kemacetan.
"Kepadatan lalu lintas bisa terjadi pada akses yang mengarah ke destinasi wisata, maupun yang mengarah masuk ke wilayah Kabupaten Malang dari gerbang Tol Singosari. Sehingga kami persiapkan langkah antisipasinya," pungkasnya.