JATIMTIMES - Seleksi nasional berbasis prestasi (SNBP) telah diumumkan pada Selasa (18/3/2025) lalu. Dari hasil jalur seleksi tersebut, ada 141 siswa eligible asal Kota Batu yang dinyatakan lolos di antara 1.363 siswa SMA/SMK yang telah mendaftar. Jumlah tersebut menurun drastis dari tahun sebelumnya.
Tercatat, 1.222 siswa dinyatakan gugur, atau sekitar 89 persen pendaftar asal Kota Batu belum bisa melanjutkan jalur SNBP. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, angka penerimaan SNBP Kota Batu sekitar 797 siswa.
Baca Juga : Dukung Ekonomi Lokal, Mbak Cicha Ajak Masyarakat Meriahkan Bela-Beli Produk
Hal itu diakui Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Batu Anto Dwi Cahyono. Ia membenarkan bahwa penerimaan siswa eligible SNBP dari Kota Batu menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya.
"Jadi, penyusutannya mencapai 82 persen," kata Anto saat dikonfirmasi, belum lama ini.
Anto menyebut, dari total yang diterima itu, kebanyakan dari SMA negeri. Yakni SMA Negeri 1 Batu sebanyak 34 siswa, SMA Negeri 2 Batu sebanyak 16 siswa dan SMA Negeri 3 Batu mencapai 17 siswa. Sementara sisanya berasal dari SMA swasta.
Ia berujar, mayoritas siswa diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) di Kota Malang. Seperti Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
"Sedangkan lainnya tersebar di beberapa kota seperti Surabaya, Yogyakarta," tambahnya.
Terpisah, Kepala seksi (Kasi) SMA dan PKLPK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Malang dan Kota Batu M Asrofi mengimbau, siswa eligible yang berhasil lolos pada jalur SNBP tak mengundurkan diri. Hal ini karena mereka tidak bisa mendaftar pada jalur lain.
Baca Juga : Momen Ramadan, Penerimaan Pajak Resto di Kota Batu Belum Terkerek
"Data siswa yang diterima sudah terkunci sistem, jadi otomatis harus diambil," pintanya.
Ia juga mendorong untuk siswa yang belum lolos pada jalur SNBP tak perlu khawatir. Sebab, mereka masih bisa mendaftar pada jalur lain. Seperti seleksi nasional berbasis tes (SNBT) atau mandiri. Bahkan, mereka juga masih berkesempatan untuk mendaftar di perguruan tinggi swasta (PTS).
Untuk memaksimalkan penerimaan, pihak dinas meminta sekolah untuk getol melakukan bimbingan kepada siswa. Misalnya dengan mengadakan intensif untuk pendalaman materi SNBT melalui bedah soal.
"Sekolah juga bisa mengadakan try out untuk siswa agar bisa lebih menggali pemahaman materi," tuturnya.