JATIMTIMES - Israel kembali melancarkan serangan di Jalur Gaza Palestina pada Selasa (18/3) dini hari, melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas yang berlaku sejak 19 Januari lalu.
Melalui pernyataan, pemerintah Israel menuturkan gempuran terbaru ini dilakukan setelah "Hamas berulang kali menolak membebaskan sandera kami."
Baca Juga : Messi Absen dari Timnas Argentina untuk Hadapi Uruguay dan Brasil
Serangan Israel ini juga berlangsung kala pembicaraan tahap dua gencatan senjata dengan Hamas molor dan belum ada kemajuan apa pun.
"Serangan udara tersebut diperintahkan setelah Hamas berulang kali menolak membebaskan sandera kami, serta menolak semua proposal yang telah diterimanya dari Utusan Amerika Serikat, Steve Witkoff, dan para mediator," lanjut pernyataan Israel itu seperti dikutip AFP.
Tel Aviv menegaskan Israel kini akan bertindak dengan "kekuatan militer yang lebih besar" terhadap Hamas.
Militer Israel melalui pernyataan menuturkan pihaknya telah melancarkan serangan ke Gaza dengan dalih menyasar sejumlah target milisi Hamas.
"Di bawah arahan eselon politik, militer dan Shin Bet tengah melancarkan serangan ke target-target teroris Hamas di seluruh penjuru Jalur Gaza," ucap militer Israel seperti dikutip Al Jazeera.
Sementara badan pertahanan sipil Gaza melaporkan lebih dari 121 orang telah tewas, "sebagian besar dari mereka adalah anak-anak, wanita, dan orang tua". Setidaknya 150 orang juga terluka akibat "agresi, pemboman udara, dan tembakan artileri".
Baca Juga : Aplikasi Siarah Jadi Andalan Kelurahan Bunulrejo Ikuti Lomdeskel Kota Malang 2025
Israel memerintahkan semua sekolah yang dekat dengan wilayah Gaza ditutup, seiring pemerintah Israel dalam sebuah pernyataan, mengatakan sekarang akan bertindak dengan "kekuatan militer yang meningkat" terhadap Hamas.
Dalam sebuah pernyataan, Hamas mengatakan "Netanyahu dan pemerintah ekstremisnya telah memutuskan untuk membatalkan perjanjian gencatan senjata, yang akan membuat para tahanan di Gaza menghadapi nasib yang tidak diketahui".
Dimediasi oleh Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat, fase awal gencatan senjata mulai berlaku pada 19 Januari, yang sebagian besar menghentikan pertempuran selama lebih dari 15 bulan di Gaza.
Fase pertama gencatan senjata itu berakhir pada awal Maret. Meskipun kedua belah pihak sejak itu menahan diri dari perang habis-habisan, mereka belum dapat menyetujui langkah selanjutnya untuk perundingan gencatan senjata.