JATIMTIMES - Bulan Ramadan selalu menjadi momen yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga dan berbuka puasa di tempat yang berbeda.
Di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Sambat Luwe menawarkan pengalaman berbuka puasa yang tak hanya menyajikan hidangan lezat, tetapi juga menghadirkan konsep yang unik dan suasana nyaman yang sulit ditemukan di tempat lain. Restoran ini mengusung tema pasar malam vintage yang bernuansa tempo dulu, menjadikannya pilihan tepat untuk menikmati momen berbuka bersama orang terdekat.
Baca Juga : Profil Kim Soo Hyun, Aktor Korsel yang Terseret Kontroversi dengan Mendiang Kim Sae-ron
Dikemas dengan konsep yang menggabungkan nuansa pasar malam dan warisan budaya lokal, Sambat Luwe tidak sekadar menawarkan makanan, tetapi juga sebuah pengalaman kuliner yang otentik. Selama bulan Ramadan, restoran ini mengusung tema “Kenangan Rasa Tempo Dulu” yang menghadirkan berbagai hidangan khas Nusantara, bekerja sama dengan UMKM lokal untuk menghadirkan menu tradisional yang jarang ditemui di tempat lain.

Namun, yang paling menarik adalah konsep pembayaran yang terinspirasi zaman dahulu. Pengunjung di Sambat Luwe tidak cukup membayar dengan uang rupiah biasa. Sebagai bagian dari pengalaman tersebut, setiap pengunjung wajib menukarkan uang mereka dengan uang sen khusus yang berlaku di area restoran. Dengan uang Rp 50.000, pengunjung akan mendapatkan 50 sen, yang terdiri dari pecahan mulai dari 2,5 sen hingga 10 sen.
"Konsepnya seperti zaman dulu. Pengunjung datang, menukarkan uang dengan sen, lalu bisa berbelanja di tenan-tenan yang tersedia. Ini bukan hanya tentang makanan, tetapi juga menghadirkan suasana pasar malam yang lebih hidup.” jelas Prasetya Indra, owner Sambat Luwe, Rabu, (12/5/2025).
Dengan uang sen tersebut, pengunjung dapat menukarkan pada berbagai stan makanan, minuman, dan jajanan tradisional yang ada di lokasi. Sistem ini tidak hanya menambah keseruan, tetapi juga membawa pengunjung pada kenangan lama, saat berbelanja menggunakan mata uang sen di pasar malam.

Dedi Haryadi, salah satu pengunjung begitu terkesan dengan konsep unik ini. Menurut dia, konsep ini sangatlah menarik dan belum pernah ia jumpai pada tempat-tempat makan yang pernah ia kunjungi. Selama ini, kebanyakan hanya berbentuk sebuah kupon biasa dan bukan dalam konsep uang sen.
Baca Juga : Kapan Waktu yang Tepat untuk Minum Kopi saat Puasa? Ini Kata Dokter Tirta
"Penukaran uang sen ini memang mengingatkan pada masa lalu. Bagus ini dan sangat menarik. Apalagi tempatnya juga vintage, dekat pinggiran sawah, jadi lebih adem," katanya.
Sementara itu, untuk menu selama bulan Ramadan, Sambat Luwe menawarkan menu spesial yang tidak tersedia di hari-hari biasa. Di antaranya adalah bakso dan lontong kikil, jangan (sayur) pedas dan lodeh, ayam goreng kremes, garang asem ayam, hingga garang asem iga. Tak ketinggalan, jajanan tempo dulu seperti leker, mochi, onde-onde, dan gula kapas turut meramaikan menu spesial Ramadan ini.