JATIMTIMES - Terjadi ratusan gempa bumi di wilayah Jawa Timur (Jatim) dan sekitarnya pada periode menjelang akhir Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan, ratusan gempa bumi yang terjadi dalam sepekan tersebut secara tektonik tidak ada kaitannya dengan gempa susulan yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang Ricko Kardoso menuturkan, ratusan gempa bumi yang terjadi di Jatim dan sekitarnya tersebut terekam pada periode 21-27 Agustus 2026. "Pada periode tersebut telah terjadi 126 gempa bumi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya," ujar Ricko dalam keterangannya kepada JatimTIMES yang dimuat pada Sabtu 29 Agustus 2026.
Baca Juga : Wisatawan ke Kota Batu Capai 6,4 Juta sampai Juli, tapi Lama Menginap Masih Pendek
Gempa bumi yang terjadi pada periode penghujung Agustus 2026 tersebut masih didominasi oleh gempa bumi dangkal. "Pada periode ini terdapat 91 kejadian gempa bumi dangkal," jelasnya.
Gempa bumi dangkal ialah gempa yang terjadi pada kedalaman kurang dari 60 kilometer dari permukaan laut. Sedangkan untuk 35 kejadian lainnya merupakan gempa bumi menengah.
"Pada periode ini terdapat 35 kejadian gempa bumi menengah dan nihil kejadian gempa bumi dalam," tuturnya.
Gempa bumi menengah ialah gempa bumi yang terjadi di kedalaman pada rentang 60 hingga kurang dari 300 kilometer. Sementara gempa bumi dalam ialah gempa yang berada pada kedalaman lebih dari 300 kilometer dari permukaan laut.
"Magnitudo terbesar pada periode ini adalah M 4.06 dan magnitudo terkecilnya yaitu M 1.24. Namun, pada periode ini tidak terdapat kejadian gempa bumi yang dirasakan langsung (oleh masyarakat Jatim, red)," imbuhnya.
Secara spesifik, disampaikan Ricko, kejadian gempa bumi terbanyak pada periode ini terekam pada 26 Agustus 2026 yaitu dengan jumlah 24 kejadian gempa bumi. Sementara itu, untuk kejadian gempa bumi paling sedikit pada periode ini terekam pada 24 Agustus 2026 dengan jumlah 12 kejadian.
Baca Juga : Karhutla 2026 Diusulkan Jadi Bencana Nasional, Ini Syarat dan Prosedur Penetapannya
"Kejadian gempa bumi disebabkan oleh aktivitas pertemuan lempeng tektonik IndoAustralia dengan lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal," jelasnya.
Ricko menuturkan, sebagian dari ratusan gempa bumi yang terjadi di Jatim dan sekitarnya tersebut berada di jarak 94 kilometer selatan Kabupaten Malang. Namun, sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya, ratusan gempa bumi yang terjadi dalam sepekan tersebut secara tektonik tidak ada kaitannya dengan gempa susulan yang terjadi di NTT.
"Gempa bumi berkedalaman dangkal yang berjarak 94 kilometer selatan Kabupaten Malang pada 25 Agustus (2026) tersebut tidak berpotensi tsunami. Kejadian gempa bumi tersebut juga tidak ada kaitannya secara tektonik dengan gempa di Flores, NTT," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, bencana gempa bumi di beberapa wilayah NTT tersebut terjadi pada 15 Agustus 2026. Jika merujuk pada beberapa sumber pemberitaan, hingga Kamis, 27 Agustus 2026 jumlah korban tewas mencapai ratusan jiwa. Sementara itu, berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada 8.193 gempa susulan yang terjadi di NTT.