JATIMTIMES - Menjenguk keluarga, kerabat, atau teman yang sedang sakit biasanya tidak lengkap tanpa membawa buah tangan. Makanan, buah, hingga minuman kerap dipilih sebagai bentuk perhatian kepada orang yang tengah menjalani pemulihan.
Namun, makanan yang dibawa sebaiknya tidak dipilih sembarangan. Kondisi kesehatan setiap pasien berbeda sehingga jenis makanan yang diberikan juga perlu disesuaikan dengan penyakit dan kebutuhan tubuhnya.
Baca Juga : Debu Diduga Proyek RSI Unisma Bikin Lowokwaru Malang Berkabut, Warga Keluhkan Polusi
Ide makanan untuk dibawa saat menjenguk orang sakit dibagikan kreator konten Vincent dan Lianny melalui akun Instagram @vincent.lianny. Vincent diketahui memiliki latar belakang pendidikan lulusan Teknik Pangan Institut Teknologi Bandung (ITB), sedangkan Lianny merupakan lulusan Gizi Universitas Indonesia (UI).
Berikut beberapa pilihan makanan dan minuman yang dapat dipertimbangkan saat hendak menjenguk orang sakit, dilansir dari konten @vincent.lianny:
1. Ibu Baru Melahirkan bawa Sup Ikan Gabus
Bagi keluarga atau teman yang baru melahirkan, sup ikan gabus bisa menjadi salah satu pilihan buah tangan. Hidangan berkuah yang disajikan hangat juga relatif mudah dikonsumsi.
Ikan gabus dikenal mengandung albumin, salah satu jenis protein yang memiliki peran penting dalam tubuh. Asupan protein juga dibutuhkan selama masa pemulihan setelah persalinan, termasuk untuk membantu proses pemulihan luka.
Karena itu, sup ikan gabus dapat menjadi alternatif makanan yang dibawa ketika menjenguk ibu yang baru melahirkan.
2. Pasien DBD bawa Air Kelapa atau Minuman Elektrolit
Berbeda dengan ibu yang baru melahirkan, kebutuhan pasien demam berdarah dengue (DBD) perlu diperhatikan terutama dari sisi kecukupan cairan.
Air kelapa maupun minuman yang mengandung elektrolit dapat menjadi pilihan buah tangan. Demam yang dialami pasien dapat meningkatkan risiko kehilangan cairan sehingga kebutuhan hidrasi menjadi hal penting selama masa pemulihan.
Meski begitu, pemberian makanan atau minuman kepada pasien tetap harus disesuaikan dengan kondisi dan anjuran tenaga medis yang merawat.
3. Pasien Tipes bawa Bubur Bertekstur Lembut
Untuk pasien yang mengalami demam tifoid atau tipes, makanan dengan tekstur lunak bisa menjadi pilihan.
Baca Juga : Keluarga Besar KUB, Bank Jatim Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Bencana Gempa di NTT
Bubur ayam atau bubur ikan dapat dibawa karena teksturnya lebih mudah dikonsumsi dibanding makanan yang keras atau sulit dicerna. Kondisi saluran pencernaan pasien juga perlu menjadi pertimbangan dalam memilih makanan.
Makanan sebaiknya tidak terlalu berat, sehingga pasien dapat mengonsumsinya dengan lebih nyaman selama menjalani pemulihan.
Jangan Langsung Berikan Makanan dari Luar
Membawa makanan ketika menjenguk memang merupakan bentuk perhatian. Namun, bukan berarti makanan tersebut bisa langsung diberikan kepada pasien, terutama jika mereka sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Pengunjung perlu memastikan terlebih dahulu apakah pasien diperbolehkan mengonsumsi makanan dari luar rumah sakit. Hal ini karena sebagian pasien memiliki aturan diet atau pantangan makanan tertentu sesuai kondisi dan penanganan medisnya.
Vincent dan Lianny juga mengingatkan hal tersebut melalui unggahan mereka.
"Kalau jenguk ke rumah sakit, pastiin pasien boleh konsumsi makanan dari luar. Bisa tanya ahli gizinya, suster, atau dokter," tulis mereka dalam unggahannya.
Dengan demikian, sebelum membawa atau memberikan makanan, pengunjung sebaiknya mengetahui kondisi pasien terlebih dahulu. Jika masih ragu, tanyakan kepada dokter, perawat, atau petugas yang menangani pasien agar buah tangan yang diberikan tidak justru mengganggu proses pemulihan. Semoga informasi ini membantu ya.