JATIMTIMES - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Jember turut mendukung upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dalam memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui program home care. Dukungan tersebut diwujudkan dengan menjadi lokasi pelaksanaan rapat koordinasi program home care yang digelar di Kantor Bapenda Kabupaten Jember pada Jumat 21 Agustus 2026.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Jember sekaligus Kepala Bapenda Kabupaten Jember Achmad Imam Fauzi bersama jajaran terkait. Dari sisi Bapenda Jember, kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap koordinasi lintas perangkat daerah agar program home care dapat terlaksana secara optimal dan tepat sasaran.
Baca Juga : Kalender Jawa Weton Selasa Wage 25 Agustus 2026: Hindari Bepergian Hari Ini
Program home care merupakan salah satu bentuk kepedulian Pemkab Jember dalam memastikan masyarakat yang memiliki keterbatasan untuk datang ke fasilitas kesehatan tetap memperoleh pelayanan kesehatan. Melalui program ini, tenaga kesehatan dihadirkan secara langsung ke rumah warga yang membutuhkan.
Pelayanan home care diprioritaskan bagi sejumlah kelompok masyarakat. Di antaranya warga dengan penyakit kronis yang mengalami kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan, lanjut usia (lansia) yang membutuhkan pendampingan dan perawatan rutin, penyandang disabilitas, ibu hamil, anak yang terindikasi stunting, serta pengasuh pondok pesantren dan tokoh agama sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan.
Namun, pelayanan home care tidak semata-mata terbatas pada kelompok yang telah menjadi sasaran prioritas. Masyarakat yang mengetahui adanya warga lain yang membutuhkan pelayanan kesehatan di rumah juga dapat menyampaikan laporan melalui kanal pengaduan Wadul Gus E. Setiap laporan akan menjadi bahan untuk dilakukan verifikasi dan tindak lanjut sesuai dengan kondisi serta kebutuhan warga.
Dalam rapat tersebut, Achmad Imam Fauzi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan berbagai pihak terkait untuk memastikan tidak ada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan luput dari perhatian.
“Secara teknis, program ini bertujuan untuk memastikan bantuan dan pelayanan pemerintah benar-benar tepat sasaran. Pemerintah Kabupaten Jember memang sudah memiliki data dari Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial. Namun, kondisi masyarakat di setiap wilayah dapat berubah dan tidak selalu sepenuhnya tergambarkan dalam data tersebut,” ujar Achmad Imam Fauzi.
Karena itu, dia menambahkan, kepala desa dan perangkat desa memiliki peran penting karena mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat dan lebih memahami kondisi sosial serta kebutuhan warga di wilayahnya.
Baca Juga : DPRD Jombang Bikin Raperda Perlindungan Guru untuk Lindungi Tenaga Pendidik
"Dengan melibatkan pemerintah desa, pemetaan kondisi masyarakat di lapangan diharapkan menjadi lebih akurat sehingga program dapat diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan," terangnya.
Melalui rapat koordinasi yang dilaksanakan di Bapenda Jember tersebut, Pemkab Jember menegaskan bahwa program home care bukan sekadar pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi wujud kehadiran pemerintah dalam memberikan perhatian dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan pendampingan secara langsung di rumah.
Bapenda Jember turut mendukung penguatan koordinasi tersebut sebagai bagian dari sinergi perangkat daerah dalam mendukung program prioritas Pemerintah Kabupaten Jember.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, program home care diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih responsif, tepat sasaran, dan berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat Jember yang sehat dan sejahtera.