JATIMTIMES - Sosok Ahmad Zaki Ali tengah menjadi sorotan setelah kabar dukanya datang dari misi kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Founder Yayasan Gerak Bareng itu meninggal dunia saat menjalankan tugas menyalurkan bantuan bagi korban gempa NTT di Kabupaten Manggarai Timur.
Ahmad Zaki Ali mengembuskan napas terakhir pada Jumat (21/8/2026) di wilayah Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.
Baca Juga : BEN Carnival 2026 Usung Nusantara Retrofuturism, Wali Kota Mas Ibin Perkuat Blitar sebagai Kota Budaya
Kabar meninggalnya Ahmad Zaki Ali dikonfirmasi Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah. Jenazahnya sempat disemayamkan di Masjid Nurul Huda Reo, Kabupaten Manggarai, sebelum dipulangkan ke Jakarta.
Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman mengatakan jenazah Ahmad Zaki Ali dijadwalkan dijemput menggunakan helikopter Basarnas menuju Labuan Bajo. Selanjutnya, jenazah diterbangkan melalui Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo menuju Jakarta.
Sosok Ahmad Zaki Ali
Ahmad Zaki Ali dikenal sebagai founder Yayasan Gerak Bareng, sebuah lembaga sosial yang fokus menjalankan berbagai kegiatan kemanusiaan di dalam maupun luar negeri.
Melalui Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali aktif dalam sejumlah program di bidang kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dakwah hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam unggahan resmi akun Instagram Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali dikenang bukan hanya sebagai pendiri lembaga. Ia juga disebut sebagai guru, ustaz, sahabat sekaligus sosok yang memberikan teladan bagi para relawan.
Pria berusia 41 tahun yang akrab disapa Bang Jek itu dikenal memiliki dedikasi tinggu untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang berada di daerah terdampak bencana.
Pernah Salurkan Bantuan untuk Warga Gaza
Sebelum meninggal dunia saat menjalankan misi kemanusiaan di NTT, Ahmad Zaki Ali telah terlibat dalam berbagai kegiatan sosial.
Pada 2025, Ahmad Zaki Ali memimpin penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza, Palestina, yang berada di kamp pengungsian di Jordania.
Bantuan yang disalurkan saat itu meliputi paket sembako, makanan siap santap, air mineral, pakaian hangat, selimut, layanan psikososial hingga distribusi air bersih.
Masih pada tahun yang sama, Ahmad Zaki Ali bersama Gerak Bareng juga menjalankan program zakat dan infak bagi masyarakat Indonesia Timur selama Ramadan. Program tersebut menyasar para dai, mualaf dan masyarakat di wilayah terpencil, termasuk di Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan.
Selain itu, Ahmad Zaki Ali ikut menggagas bantuan untuk korban longsor di Sukabumi. Salah satunya melalui pembangunan pipanisasi darurat sepanjang 3,5 kilometer untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Desa Sukajadi, Kecamatan Cimanggu. Program tersebut melibatkan lebih dari 100 relawan bersama aparat desa dan masyarakat setempat.
Turun Langsung Bantu Korban Gempa NTT
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. Ahmad Zaki Ali kemudian bergabung dalam misi tanggap darurat untuk membantu warga terdampak.
Sehari setelah gempa, ia bersama relawan Gerak Bareng berangkat menuju wilayah terdampak untuk menyalurkan bantuan. Aktivitas selama berada di lokasi bencana juga sempat dibagikan Ahmad Zaki Ali melalui akun Instagram pribadinya.
"Bismillah, berharap keridhaan Allah, semoga hadirnya kita memberi manfaat kepada masyarakat," tulis Ahmad Zaki Ali di Instagram saat berangkat menuju NTT pada 16 Agustus 2026.
Selama berada di lokasi gempa NTT, Ahmad Zaki Ali mendistribusikan bantuan kepada ratusan keluarga terdampak di sejumlah daerah.
Baca Juga : BEN Carnival 2026 Digelar Malam Hari, 40 Penampilan Bawa Budaya Nusantara ke Kota Blitar
Beberapa jam sebelum meninggal dunia, Ahmad Zaki Ali masih membagikan kondisi terkini dari lokasi gempa NTT.
Ia menyampaikan bahwa selama enam hari berada di NTT, sebagian besar amanah donasi dari masyarakat telah berhasil disalurkan kepada warga terdampak.
Dalam video tersebut, Ahmad Zaki Ali juga mengungkapkan kondisi di lapangan masih mengkhawatirkan karena gempa susulan terus terjadi.
Ia turut menyampaikan bahwa persediaan logistik mulai menipis dan mengajak masyarakat untuk terus mendukung penyaluran bantuan.
"Logistik kita menipis. Semoga Jumat ini bisa bertambah lagi agar makin banyak bantuan yang bisa disalurkan," tulis Ahmad Zaki Ali dalam keterangan unggahannya.
Kronologi Ahmad Zaki Ali Meninggal Dunia
Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah menjelaskan Ahmad Zaki Ali meninggal dunia saat sedang menjalankan misi menyalurkan bantuan korban gempa NTT.
Sekitar pukul 14.00 WITA, Ahmad Zaki Ali bersama tiga relawan berangkat dari Posko Relawan Gerak Reo menuju Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Mereka menggunakan mobil Toyota Fortuner bernomor polisi EB 1305 GC untuk mengantarkan bantuan kepada warga terdampak gempa.
Di tengah perjalanan, Ahmad Zaki Ali meminta rekannya menghentikan kendaraan. Ia kemudian meminta bantuan untuk melepas helm dan jaket yang dikenakannya saat itu.
Tak lama setelah itu, Ahmad Zaki Ali tidak sadarkan diri di dalam kendaraan. Rekan-rekannya segera membawa Ahmad Zaki Ali menuju Posko Medis Damer untuk mendapatkan pertolongan. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, petugas medis menyatakan Ahmad Zaki Ali telah meninggal dunia.
Hingga berita ini ditulis, nama Ahmad Zaki Ali trending dalam penelusuran Google. Banyak warganet yang mencaritahu sosok pegiat kemanusiaan yang aktif turun langsung membantu warga di lokasi bencana tersebut.