free web hit counter
Promo Tokopedia
Jatim Times Network
Beranda
Agama

5 Kejadian Luar Biasa Saat Nabi Muhammad Lahir

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

23 - Aug - 2026, 05:39

Loading Placeholder
5 kejadian luar biasa saat Nabi Muhammad lahir ke dunia. (Foto: fokus.co.id)

JATIMTIMES - Kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu peristiwa paling bersejarah bagi umat Islam. Rasul terakhir pembawa risalah Allah SWT itu lahir di Makkah pada 12 Rabi'ul Awal Tahun Gajah atau sekitar 571 Masehi.

Kehadiran Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi awal perjalanan dakwah Islam, tetapi juga dikisahkan disertai sejumlah peristiwa luar biasa. Beberapa riwayat dan literatur klasik mencatat kejadian yang diyakini menjadi tanda menjelang atau saat kelahiran beliau.

Baca Juga : Kalimantan Belum Padam, Kebakaran Kini Melanda Taman Nasional Way Kambas: Api Sulit Dipadamkan

Berikut lima peristiwa luar biasa yang disebut terjadi saat Nabi Muhammad SAW lahir:

1. Nabi Muhammad SAW Lahir dalam Keadaan Sujud

Kelahiran Nabi Muhammad SAW disebut memiliki keistimewaan tersendiri. Berbeda dengan bayi pada umumnya, beliau dikisahkan lahir dalam keadaan bersujud.

Imam Jalaluddin as-Suyuti dalam Khasaishul Kubra melaporkan bahwa setelah keluar dari rahim Siti Aminah, Nabi Muhammad SAW langsung bersujud dan mengangkat kedua tangannya seperti orang yang sedang berdoa.

Riwayat tersebut menjadi salah satu kisah yang menggambarkan keistimewaan Rasulullah SAW sejak kelahirannya.

2. Api Sesembahan Majusi Mendadak Padam

Peristiwa lain yang dikaitkan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah padamnya api yang disembah oleh kaum Majusi di Persia.

Majusi merupakan kepercayaan yang telah berkembang jauh sebelum Islam. Penganutnya memberikan penghormatan khusus terhadap api dan meyakininya sebagai unsur sakral.

Konon, terdapat api yang terus menyala selama sekitar seribu tahun. Namun, api tersebut disebut padam pada malam kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Imam al-Baihaqi meriwayatkan:

لما كانت الليلة التي ولد فيها رسول الله صلى الله عليه وسلم ارتجس إيوان كسرى، وسقط منه أربع عشرة شرفة، وخمدت نار الفرس، ولم تَخمُد قبل ذلك بألف عام، وغاضت بحيرة سَاوة

Artinya: "Pada malam kelahiran Nabi Muhammad saw, balkon istana Kisra runtuh, 14 gereja runtuh, api (sesembahan Majusi) di Persia padam yang sebelumnya menyala selama 1000 tahun, dan gereja Bahira ambles ke tanah."

Menurut Imam az-Zurqani, hadis tersebut selain diriwayatkan Imam al-Baihaqi juga disebut diriwayatkan Abu Nu'aim al-Khara'iti, Ibnu 'Asakir, dan Ibnu Jarir ath-Thabari. Sanadnya disebut sampai kepada Hani al-Makhzumi.

Keterangan tersebut tercantum dalam Syarh Mawahibul Ladduniyyah karya Imam Abu Abdilah az-Zurqani (2012, juz I, halaman 228).

3. Iblis Tak Lagi Bisa Mengakses Langit

Kelahiran Nabi Muhammad SAW juga dikaitkan dengan tertutupnya akses iblis untuk mencuri dengar percakapan para malaikat di langit.

Dalam sejumlah riwayat, sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW, iblis disebut dapat mencuri dengar pembicaraan malaikat mengenai berbagai perkara di langit. Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada para dukun.

Namun, setelah Nabi Muhammad SAW lahir, akses tersebut disebut tertutup. Para setan bahkan dikisahkan dilempari dengan bintang-bintang ketika berusaha mendekati langit.

As-Suhaili dalam ar-Raudhul Unf menyampaikan:

رُوِيَ فِي مَأْثُورِ الْأَخْبَارِ أن إبليس كان يخترق السّماوات قَبْلَ عِيسَى، فَلَمّا بُعِثَ عِيسَى، أَوْ وُلِدَ حجب عن ثلاث سماوات، فَلَمّا وُلِدَ مُحَمّدٌ حُجِبَ عَنْهَا كُلّهَا، وَقُذِفَتْ الشّيَاطِينُ بِالنّجُومِ

Artinya: "Diriwayatkan dalam beberapa hadits yang ma’tsur, dulu iblis bisa mencuri dengar di langit sebelum Nabi Isa diutus. Setelah Isa diutus atau dilahirkan, tertutup tiga lapis langit. Hingga Nabi Muhammad lahir, iblis tidak bisa lagi mencuri dengar sama sekali, sebab setan-setan sudah dilempari dengan bintang-bintang."

Keterangan tersebut dikutip dari ar-Raudhul Unf karya Abul Qasim as-Suhaili, juz II, halaman 194.

Baca Juga : 15 Ikan Paling Enak di Asia Versi TasteAtlas 2026, Jepang Mendominasi

4. Rasulullah SAW Lahir dalam Kondisi Sudah Dikhitan

Keistimewaan lain yang disebutkan dalam literatur klasik adalah Nabi Muhammad SAW lahir dalam keadaan telah dikhitan.

Khitan merupakan salah satu ajaran yang dikenal dalam syariat bagi laki-laki. Namun, Nabi Muhammad SAW disebut memiliki keistimewaan karena telah dalam keadaan dikhitan sejak dilahirkan.

Syekh Sulaiman al-Bujairami menyebut Nabi Muhammad SAW bukan satu-satunya nabi yang lahir dalam kondisi demikian. Ia mencatat ada 14 nabi lainnya yang juga disebut lahir sudah dikhitan.

Mereka adalah Nabi Adam, Nabi Syits, Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Shaleh, Nabi Luth, Nabi Syu'aib, Nabi Yusuf, Nabi Musa, Nabi Sulaiman, Nabi Zakaria, Nabi Yahya, Nabi Isa, dan Nabi Handzalah bin Shafwan.

Keterangan itu tercantum dalam Hasyiyah al-Bujairami 'alal Khatib, juz V, halaman 262.

5. Nama "Muhammad" Belum Pernah Digunakan Sebelumnya

Nama Muhammad sebenarnya berasal dari bahasa Arab. Kata Muhammad merupakan bentuk isim maf'ul dari kata hamdun yang bermakna pujian.

Meski demikian, nama tersebut belum pernah digunakan oleh masyarakat Arab sebagai nama anak sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Imam Ibnu Qutaibah menjelaskan bahwa tidak digunakannya nama "Muhammad" sebelumnya disebut sebagai salah satu irhâsh, yakni peristiwa luar biasa yang menjadi pertanda akan lahirnya Nabi Muhammad SAW.

Menurut keterangan tersebut, hal itu merupakan bagian dari kehendak Allah SWT untuk menjaga kesucian nama beliau, sebagaimana yang disebut terjadi pada Nabi Yahya AS.

Keterangan ini dikutip dari Mawahibul Ladduniyah karya Syihabuddin al-Qastalani (2009, juz I, halaman 374).

Nama Muhammad kemudian diberikan oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Ia berharap cucunya kelak menjadi sosok yang mendapatkan pujian dari seluruh makhluk.

Dikisahkan, Abdul Muthalib memperoleh petunjuk mengenai nama tersebut melalui sebuah mimpi. Dalam mimpi itu, ia melihat rantai perak keluar dari punggungnya. Rantai tersebut memiliki empat ujung yang menjulur ke arah langit, bumi, barat, dan timur.

Rantai itu kemudian berubah menjadi sebuah pohon dengan daun yang memancarkan cahaya. Banyak manusia terlihat bergelantungan pada pohon tersebut.

Mimpi itu kemudian ditafsirkan sebagai pertanda bahwa Abdul Muthalib akan memiliki keturunan yang kelak diikuti manusia dari timur hingga barat serta mendapatkan pujian dari penghuni langit dan bumi.

Karena itu, ia bertekad memberikan nama "Muhammad" kepada keturunannya tersebut. Nama itu bermakna sosok yang banyak mendapat pujian.

Kisah tersebut tercatat dalam Syarh Mawahibul Ladduniyyah karya Imam Abu Abdilah az-Zurqani (2012, juz I, halaman 162).

Demikian berbagai peristiwa luar biasa tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW yang tercantum dalam sejumlah literatur dan riwayat klasik. Semoga informasi ini bermanfaat. 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri

Agama

Artikel terkait di Agama

--- Iklan Sponsor ---