JATIMTIMES - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan membuat kualitas udara memburuk akibat paparan asap. Kondisi ini perlu diwaspadai karena kabut asap dapat mengandung partikel halus dan polutan yang berisiko mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan.
Salah satu gangguan kesehatan yang perlu diantisipasi adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Untuk mengurangi risiko akibat paparan asap, Dinas Kesehatan Kabupaten Berau membagikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan masyarakat.
Baca Juga : Karhutla Kalimantan Kian Ganas, Aktivis Ungkap Jejak Gambut sejak Era Soeharto
Dilansir dari beberapa situs kesehatan, berikut beberapa cara yang bisa diterapkan untuk melindungi diri saat kabut asap akibat karhutla mulai mengganggu kualitas udara.
1. Gunakan masker saat harus keluar rumah
Menggunakan masker menjadi salah satu langkah penting ketika harus beraktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk.
Untuk menghadapi paparan partikel halus dari asap, WHO merekomendasikan masker yang dapat terpasang rapat di wajah, seperti N95 atau FFP2, terutama ketika konsentrasi asap sedang tinggi.
Jika tidak memiliki keperluan mendesak, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara masih buruk.
2. Tutup pintu dan jendela
Asap dari karhutla dapat masuk ke dalam rumah dan meningkatkan paparan polutan di ruangan.
Ketika kabut asap mulai pekat, tutup pintu dan jendela untuk membatasi masuknya udara dari luar. Upayakan ruangan tetap memiliki kualitas udara yang baik dan hindari membuka jendela ketika kondisi udara di luar sedang sangat buruk.
3. Pastikan tubuh tetap terhidrasi
Memenuhi kebutuhan cairan juga penting ketika berada di tengah cuaca panas dan kondisi berasap.
Perbanyak minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi. Namun, perlu dipahami bahwa minum air bukanlah cara untuk mencegah ISPA secara langsung. Langkah utama tetap dengan mengurangi paparan asap dan menjaga kualitas udara yang dihirup.
4. Konsumsi makanan bergizi
Menjaga asupan makanan tetap bergizi juga tidak kalah penting. Tubuh membutuhkan nutrisi yang cukup untuk mempertahankan kondisi kesehatan.
Usahakan menu sehari-hari tetap seimbang dengan mengonsumsi sumber karbohidrat, protein, sayur, dan buah. Pola makan yang baik dapat membantu menjaga kondisi tubuh selama menghadapi situasi lingkungan yang kurang sehat.
5. Kurangi aktivitas di luar ruangan
Saat kualitas udara memburuk, aktivitas fisik di luar ruangan sebaiknya dikurangi, terutama olahraga dengan intensitas tinggi.
Baca Juga : Khutbah Jumat 21 Agustus 2026: Krisis Lingkungan Makin Nyata, Apa Tanggung Jawab Kita sebagai Muslim?
Jika ingin tetap berolahraga, pilih aktivitas di dalam ruangan atau lakukan ketika kualitas udara sudah lebih baik. Jangan memaksakan diri beraktivitas di luar ketika kabut asap sedang pekat.
6. Tetap rajin mencuci tangan
Mencuci tangan menggunakan sabun tetap perlu menjadi kebiasaan sehari-hari. Langkah sederhana ini membantu menjaga kebersihan tangan dan mengurangi risiko penularan berbagai penyakit infeksi.
Cuci tangan terutama sebelum makan, setelah beraktivitas di luar rumah, serta setelah menyentuh benda atau permukaan yang berpotensi terkontaminasi.
Masyarakat juga disarankan mengikuti perkembangan kualitas udara serta kondisi karhutla melalui sumber resmi, seperti BMKG dan BPBD setempat.
Informasi tersebut dapat menjadi pertimbangan sebelum memutuskan untuk melakukan aktivitas di luar rumah, khususnya ketika indeks kualitas udara menunjukkan kondisi yang tidak sehat.
Kenali gejala gangguan pernapasan
Paparan asap dapat menyebabkan berbagai keluhan, seperti batuk, pilek, iritasi tenggorokan, sesak napas, hingga gangguan pernapasan lainnya.
Jika keluhan muncul, berlangsung lama, atau semakin berat, segera periksakan kondisi ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan menunggu hingga gangguan pernapasan menjadi semakin parah.
Kelompok yang lebih rentan terhadap dampak asap juga perlu mendapat perhatian khusus, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki asma atau penyakit paru kronis.
Di tengah kondisi karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan, mengurangi paparan asap merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan. Sebisa mungkin batasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk dan selalu ikuti informasi dari instansi resmi.