JATIMTIMES - Garuda Indonesia mulai menguji layanan internet berkecepatan tinggi di dalam pesawat. Lewat uji coba ini, penumpang bahkan bisa melakukan video call saat pesawat terbang di ketinggian lebih dari 30 ribu kaki.
Uji coba tersebut dilakukan bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui penerbangan GA-960. Program ini dikemas Garuda Indonesia dalam kampanye "Sinyal Merdeka".
Baca Juga : Aksi Joget dan Saweran Pengajar SMP di Lamongan Jadi Sorotan
Dalam pilot project tersebut, sebanyak 81 penumpang mendapat kesempatan khusus untuk mencoba layanan high-speed inflight connectivity. Jumlah tersebut sengaja dipilih untuk merepresentasikan usia kemerdekaan Indonesia.
Tak hanya untuk berkirim pesan atau membuka informasi, koneksi internet yang diuji juga memungkinkan penumpang mencoba aktivitas yang membutuhkan jaringan lebih stabil dan cepat, salah satunya video call selama penerbangan.
Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan mengatakan pengembangan konektivitas internet di dalam pesawat menjadi bagian dari transformasi perusahaan untuk meningkatkan pengalaman penumpang.
"Transformasi Garuda Indonesia tidak hanya berfokus pada penguatan fundamental bisnis dan operasional, tetapi juga bagaimana transformasi tersebut dapat dirasakan langsung melalui pengalaman perjalanan yang semakin relevan bagi pengguna jasa. High-speed inflight connectivity menjadi salah satu inovasi yang kami persiapkan untuk menghadirkan nilai tambah tersebut," jelas Glenny dalam keterangan tertulis, Rabu (19/8/2026).
Ada yang berbeda dalam uji coba internet tersebut. Garuda Indonesia memanfaatkan konektivitas di dalam pesawat untuk menyiarkan pembacaan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia secara langsung.
Pembacaan Naskah Proklamasi tersebut kemudian diperdengarkan melalui public address (PA) system sehingga seluruh penumpang di dalam kabin dapat mengikutinya secara bersamaan.
Menurut Glenny, kegiatan tersebut menjadi bagian dari cara Garuda Indonesia memaknai peringatan kemerdekaan melalui teknologi dan konektivitas.
Baca Juga : Update Kekeringan Malang Selatan: Distribusi Air Bersih Sasar Ribuan Warga Gedangan
"Melalui Sinyal Merdeka, kami juga ingin menghadirkan cara yang berbeda dalam memperingati Kemerdekaan Indonesia. Naskah Proklamasi yang disiarkan secara langsung melalui konektivitas di pesawat menjadi simbol bahwa di ketinggian lebih dari 30 ribu kaki sekalipun, Garuda Indonesia terus membawa semangat Indonesia untuk tetap terhubung dan bergerak maju," lanjutnya.
Garuda Indonesia menjelaskan uji coba ini belum berarti layanan internet berkecepatan tinggi langsung tersedia di seluruh penerbangan.
Pilot project tersebut digunakan untuk melihat kesiapan teknologi sekaligus pengalaman penumpang saat menggunakan koneksi internet berkecepatan tinggi selama berada di udara.
Sejumlah aspek juga akan dievaluasi setelah uji coba, mulai dari performa konektivitas, pengalaman pengguna, kesiapan operasional, aspek keselamatan hingga kesesuaian dengan regulasi penerbangan.
Pengembangan layanan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan armada serta teknologi pendukung. Garuda Indonesia memproyeksikan implementasi layanan tersebut mulai dilakukan secara bertahap pada 2027.
"Ini merupakan langkah awal dari pengembangan yang akan terus kami lakukan. Ke depan, kami ingin pengalaman terbang bersama Garuda Indonesia semakin seamless dan terkoneksi tanpa meninggalkan karakter layanan khas Indonesia yang menjadi kekuatan kami," pungkas Glenny.