free web hit counter
Promo Tokopedia
Jatim Times Network
Beranda
Tekno

Bagaimana Cara Membuat Hujan Buatan? Ini Proses dan Bahan yang Digunakan

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

19 - Aug - 2026, 11:21

Loading Placeholder
Ilustrasi hujan. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang dapat memicu berbagai persoalan, mulai dari kekeringan, berkurangnya ketersediaan air hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi kondisi tersebut adalah operasi modifikasi cuaca (OMC) atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai hujan buatan.

Lantas, bagaimana sebenarnya proses membuat hujan buatan? Apakah hujan bisa begitu saja "dibuat" dengan menaburkan bahan tertentu ke awan? Berikut penjelasannya.

Baca Juga : Rektor UIN Malang Tinjau Uji Kompetensi LSP P-1, Sertifikasi Jadi Bekal Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja

Apa Itu Hujan Buatan?

Hujan buatan merupakan bentuk intervensi manusia terhadap proses di atmosfer untuk meningkatkan atau mempercepat terjadinya hujan di wilayah tertentu.

Mengutip Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), hujan buatan merupakan upaya campur tangan manusia dalam pengendalian sumber daya air di atmosfer dengan tujuan menambah maupun mempercepat intensitas curah hujan pada daerah yang telah ditentukan.

Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi risiko yang berkaitan dengan kondisi cuaca dan iklim, termasuk ancaman kekeringan.

Kapan Hujan Buatan Dilakukan?

Menurut informasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), operasi modifikasi cuaca dapat dilakukan ketika masih terdapat potensi awan dan uap air di atmosfer.

Pelaksanaan juga dapat dilakukan menjelang berakhirnya musim hujan. Pada periode tersebut, kandungan uap air di atmosfer masih relatif tersedia sehingga peluang terbentuknya awan hujan dapat dimanfaatkan.

Sebaliknya, pada awal musim penghujan, penyemaian awan juga dapat dilakukan untuk membantu mempercepat datangnya hujan di wilayah sasaran.

Bagaimana Proses Membuat Hujan Buatan?

Pembuatan hujan buatan tidak dilakukan secara sembarangan. Ada sejumlah pihak dan peralatan yang terlibat dalam proses tersebut.

1. Melibatkan sejumlah instansi

Operasi modifikasi cuaca membutuhkan kerja sama beberapa lembaga. Di antaranya adalah:

• BRIN, yang memiliki peran dalam pengembangan dan penerapan teknologi modifikasi cuaca.

• BMKG, yang menyediakan informasi mengenai kondisi cuaca, keberadaan awan, arah serta kecepatan angin.

• TNI Angkatan Udara, yang dapat menyediakan armada pesawat untuk mendukung pelaksanaan penyemaian awan, khususnya dalam kegiatan mitigasi bencana.

2. Menentukan awan yang menjadi target

Sebelum penyemaian dilakukan, kondisi atmosfer harus dipantau terlebih dahulu.

Radar cuaca BMKG digunakan untuk mengetahui keberadaan awan yang berpotensi menjadi target. Informasi mengenai arah dan kecepatan angin juga menjadi pertimbangan penting bagi pilot.

Pesawat kemudian diarahkan menuju posisi yang sesuai untuk melakukan penyemaian. Posisi pesawat diperhitungkan berdasarkan lokasi awan target serta arah pergerakan angin.

3. Menaburkan bahan penyemai awan

Salah satu tahapan utama dalam OMC adalah penyemaian awan atau cloud seeding.

Bahan yang digunakan dapat berupa bahan higroskopis, seperti garam (NaCl), serta bahan lain sesuai metode dan kondisi awan yang menjadi sasaran.

Baca Juga : Pengguna WhatsApp Web Hati-Hati! Ekstensi Chrome Bisa Dipakai Kirim Spam hingga Promosi Judol

Dalam kondisi tertentu, bahan glasiogenik, seperti perak iodida (AgI), juga dapat digunakan untuk membantu proses pembentukan kristal es pada awan.

Penyebaran bahan dilakukan pada ketinggian tertentu dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer, arah angin dan karakteristik awan.

4. Bahan penyemai membantu pembentukan hujan

Setelah masuk ke dalam awan, bahan penyemai bekerja sebagai inti kondensasi atau membantu proses pembentukan partikel air dan es.

Partikel-partikel tersebut kemudian dapat berkembang menjadi butiran air yang lebih besar. Jika kondisi atmosfer mendukung, butiran air akan jatuh ke permukaan sebagai hujan.

Dengan demikian, hujan buatan sebenarnya bukan menciptakan air dari udara yang kosong. Teknologi ini memanfaatkan awan yang sudah tersedia dan memiliki kandungan air yang cukup.

5. Penyemaian dilakukan sesuai kondisi awan

Waktu dan jenis bahan yang digunakan tidak selalu sama. Pelaksana OMC harus melihat kondisi awan, kelembapan, arah angin, suhu serta sejumlah parameter atmosfer lainnya.

Karena itu, penyemaian tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan perkiraan waktu tertentu. Keberadaan awan yang sesuai menjadi salah satu faktor utama keberhasilan operasi.

Bahan Apa Saja yang Digunakan untuk Hujan Buatan?

Beberapa bahan dapat digunakan dalam operasi modifikasi cuaca, tergantung metode dan kondisi atmosfer.

Salah satunya adalah natrium klorida (NaCl) atau garam yang termasuk bahan higroskopis. Ada pula bahan seperti kalsium klorida (CaCl₂) dan urea yang dalam metode tertentu digunakan untuk membantu proses pembentukan dan pertumbuhan awan.

Sementara itu, perak iodida (AgI) termasuk bahan glasiogenik yang dapat digunakan untuk membantu pembentukan kristal es dalam awan pada kondisi yang sesuai.

Penggunaan bahan tersebut dilakukan berdasarkan perhitungan dan prosedur teknis. Jenis, jumlah, waktu serta lokasi penyemaian harus disesuaikan dengan kondisi atmosfer dan tujuan operasi.

Apakah Hujan Buatan Bisa Dilakukan Kapan Saja?

Tidak. Keberhasilan hujan buatan sangat bergantung pada kondisi atmosfer. Jika tidak terdapat awan yang sesuai atau kandungan air di dalam awan tidak mencukupi, penyemaian tidak serta-merta menghasilkan hujan.

Oleh sebab itu, pemantauan cuaca menjadi bagian penting dalam operasi modifikasi cuaca. Data radar, arah angin, kelembapan dan karakteristik awan digunakan untuk menentukan apakah suatu awan layak menjadi target penyemaian.

Pada akhirnya, hujan buatan bukan berarti manusia dapat mengatur hujan sesuka hati. Teknologi ini merupakan upaya untuk mengoptimalkan potensi awan yang memang sudah tersedia di atmosfer agar peluang terjadinya hujan di wilayah sasaran dapat meningkat.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy

Tekno

Artikel terkait di Tekno

--- Iklan Sponsor ---