JATIMTIMES - Neeltje Deliana Insjowi Werimon mendapat kepercayaan menjadi pembawa baki dalam prosesi penurunan Bendera Merah Putih pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Posisi pembawa baki menjadi salah satu peran penting dalam rangkaian tugas Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Jika pada upacara pagi pembawa baki bertugas membawa bendera untuk dikibarkan, pada sesi sore tugas serupa dilakukan dalam prosesi penurunan Sang Merah Putih.
Baca Juga : KKN Unisba Blitar Bawa AI ke Ruang Kelas, Bekali Guru SDN Kalipucung 02 Strategi Pembelajaran Digital
Pada pengibaran bendera pagi hari, posisi pembawa baki dipercayakan kepada Celine Olivia Apriani Theo, siswi SMK Negeri 5 Pontianak sekaligus perwakilan Kalimantan Barat. Celine didampingi Eighteen Jeanette Hekboy dari SMA Negeri 1 Kupang, Nusa Tenggara Timur, sebagai pembawa baki cadangan.
Sementara itu, untuk prosesi penurunan bendera pada sore hari, tugas tersebut dipercayakan kepada Neeltje Deliana. Ia merupakan siswi SMA Negeri 8 Jayapura dan menjadi perwakilan Provinsi Papua.
Neeltje juga memiliki pembawa baki cadangan, yakni Ismi Ulfaidah, perwakilan Sulawesi Barat yang berasal dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar. Ismi mencatat sejarah sebagai salah satu siswa Sekolah Rakyat yang berhasil menjadi bagian dari Paskibraka Nasional.
Profil Neeltje Deliana
Dilansir dari berbagai sumber, Neeltje Deliana Insjowi Werimon atau akrab disapa Nel merupakan putri pasangan Aiwoisendin Hendrik Werimon dan Steffi Edithya Florence Awom.
Nel lahir di Jayapura pada 15 Mei 2010. Ia memiliki latar belakang keluarga dengan darah Papua, Belanda, Maluku, dan Sunda.
Sejak duduk di bangku sekolah, Nel dikenal memiliki jiwa kepemimpinan dan menyukai tantangan. Ketertarikannya pada kegiatan organisasi bahkan membawanya dipercaya menjadi Ketua OSIS di SMP YPJ Tembagapura, Kabupaten Mimika.
Informasi mengenai sosok Neeltje tersebut disampaikan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Jayapura melalui unggahan Instagram yang dikutip pada Senin (17/8/2026).
Nel juga diketahui pernah mengenyam pendidikan di Amerika Serikat. Pengalaman tersebut membuatnya terbiasa menggunakan bahasa Inggris selain bahasa Indonesia.
Tidak hanya aktif dalam organisasi, Neeltje memiliki sejumlah bakat dan kegemaran. Ia diketahui mampu memainkan sejumlah alat musik, seperti piano, gitar, dan ukulele. Selain itu, ia juga gemar bernyanyi serta bermain tenis.
Perjalanan Neeltje hingga Menjadi Pembawa Baki
Setelah kembali ke Papua, Nel memilih untuk mengembangkan kemampuan dan kedisiplinannya melalui kegiatan Paskibra di sekolah.
Latihan yang dijalani secara rutin serta kerja keras akhirnya mengantarkan Neeltje menjadi salah satu anggota Paskibraka Nasional 2026. Tidak berhenti sebagai anggota, ia mendapat kepercayaan menjalankan tugas penting sebagai pembawa baki dalam prosesi penurunan bendera HUT ke-81 RI.
Dalam pembukaan Pemusatan Paskibraka, Nel mengungkapkan kebanggaannya karena dapat membawa nama keluarga, sekolah, dan Papua ke tingkat nasional.
Baginya, kesempatan tersebut bukan hanya pencapaian pribadi. Ia juga ingin membuktikan bahwa doa dan dukungan keluarga selama menjalani pemusatan latihan tidak sia-sia.
"Saya sangat bangga sampai di sini. Ini bukan hanya untuk diri saya, tetapi juga untuk keluarga, sekolah, dan Papua. Yang paling berat adalah tidak bisa bertemu orang tua selama pemusatan, tapi saya ingin membuktikan bahwa semua doa dan dukungan mereka tidak sia-sia. Saya akan memberikan yang terbaik," tegas Nel.
Baca Juga : 2.110 WBP di Malang Terima Remisi HUT ke-81 RI, 21 Orang Langsung Bebas
Formasi Tim Adil Makmur Paskibraka HUT ke-81 RI
Neeltje bertugas bersama anggota Paskibraka lainnya yang tergabung dalam Tim Adil Makmur. Berikut formasi lengkapnya:
1. Danpok 17: Baruno Wicaksono
Perwakilan Jawa Barat, dari SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi. Ia merupakan putra Setiari Marwanto dan Sumartini.
2. Pembawa Baki: Neeltje Deliana Insjowi Werimon
Perwakilan Papua dari SMA Negeri 8 Jayapura. Ia merupakan putri Aiwoisendin Hendrik Werimon dan Steffi Edithya Florence Awom.
3. Cadangan Baki: Ismi Ulfaidah
Perwakilan Sulawesi Barat dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar. Ia merupakan putri Rahman dan Suburia.
4. Danpok 8: Atanasius Meyllano Frans Yogar
Perwakilan Nusa Tenggara Timur dari SMA Katolik Giovanni Kupang. Ia merupakan putra Kristovorus Umbu Yogar dan Cicilia Dwi Nugraeni.
5. Penggerek: Maharazthu Rizqhy Ramadhana Chubuyana
Perwakilan Nusa Tenggara Barat dari SMA Negeri 1 Taliwang. Ia merupakan putra Bambang Irawadi dan Maryam.
6. Pembentang: Mirza Rafi Navazani
Perwakilan Kalimantan Barat dari SMA Negeri 1 Sintang. Ia merupakan putra Dodik dan Eka Maya Sisilia.
7 . Serpihan Kelompok 8
• Chintya Graciella Rorong, perwakilan Sulawesi Tengah dari SMA Negeri 2 Palu, putri Oschar J. Rorong dan Suminarsih R. Kompudu.
• Cinzia Christovani Marantika, perwakilan Maluku dari SMA Negeri Siwalima Ambon, putri Ivan Patrick Dave Marantika dan Laddy Diana Marjos Ruhulessin.
• Felesia Rismaito Munthe, perwakilan Sumatra Utara dari SMA Unggul Del, putri Pasu Hasudungan Munthe dan Legdig Sihotang.
Dengan tugas tersebut, Neeltje Deliana menjadi salah satu putri Papua yang mendapat kesempatan menjalankan peran penting dalam upacara penurunan Bendera Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.