free web hit counter
Promo Tokopedia
Jatim Times Network
Beranda
Hiburan, Seni dan Budaya

15 Film Sejarah Kemerdekaan Indonesia, Cocok Ditonton Saat HUT ke-81 RI

Penulis : Mutmainah J - Editor : Dede Nana

16 - Aug - 2026, 14:43

Loading Placeholder
Soekarno: Indonesia Merdeka (2013), salah satu rekomendasi tontonan untuk Hari Kemerdekaan Indonesia besok. (Foto: Wikipedia)

JATIMTIMES - Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum untuk kembali mengenang perjalanan panjang bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Selain mengikuti upacara dan berbagai kegiatan khas 17 Agustus, menonton film bertema sejarah dan perjuangan juga bisa menjadi pilihan. Lewat film, kisah para tokoh, perjuangan rakyat hingga berbagai peristiwa penting dalam sejarah Indonesia dapat disaksikan dalam bentuk yang lebih ringan.

Baca Juga : Update: Korban Meninggal Gempa M 7 NTT Bertambah Jadi 51 Orang

Sejumlah film Indonesia mengangkat cerita perjuangan melawan penjajahan, mempertahankan kemerdekaan hingga perjalanan tokoh-tokoh bangsa. Beberapa di antaranya bahkan diangkat dari kisah nyata atau karya sastra terkenal.

Berikut rekomendasi 15 film sejarah kemerdekaan Indonesia yang bisa menjadi tontonan saat HUT ke-81 RI.

1. Merah Putih (2009)

Merah Putih merupakan film pertama dari Trilogi Merdeka yang disutradarai Yadi Sugandi. Film ini mengambil latar perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia setelah proklamasi.

Cerita berpusat pada sekelompok pemuda dari latar belakang berbeda yang menjalani pendidikan militer dan kemudian harus menghadapi pasukan Belanda.

Lukman Sardi, Darius Sinathrya, Donny Alamsyah, Teuku Rifnu Wikana dan Zumi Zola menjadi sejumlah pemeran dalam film tersebut. Merah Putih menjadi pembuka cerita yang kemudian dilanjutkan melalui Darah Garuda dan Hati Merdeka.

2. Darah Garuda (2010)

Setelah Merah Putih, kisah perjuangan berlanjut melalui Darah Garuda atau Merah Putih II.

Film yang dirilis pada 2010 ini kembali mengikuti perjuangan para kadet dalam menghadapi Belanda. Amir, Tomas, Dayan dan Marius harus menghadapi berbagai persoalan ketika menjalankan misi di tengah perang gerilya.

Selain menghadapi musuh, mereka juga harus berhadapan dengan konflik pribadi, perbedaan latar belakang dan rahasia masa lalu.

3. Hati Merdeka (2011)

Hati Merdeka menjadi film ketiga sekaligus penutup Trilogi Merdeka.

Film ini meneruskan perjalanan para tokoh dari dua film sebelumnya. Mereka kembali menjalankan misi di tengah perjuangan mempertahankan Indonesia dari ancaman Belanda.

Bagi yang ingin mengikuti kisah Trilogi Merdeka secara lengkap, film ini sebaiknya ditonton setelah Merah Putih dan Darah Garuda.

4. Soekarno: Indonesia Merdeka (2013)

Ingin mengenal perjalanan Soekarno sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia? Film Soekarno: Indonesia Merdeka bisa menjadi pilihan.

Film garapan Hanung Bramantyo ini menampilkan Ario Bayu sebagai Soekarno. Ceritanya mengangkat perjalanan Soekarno sejak masa muda hingga keterlibatannya dalam pergerakan nasional dan perjuangan menuju kemerdekaan.

Film ini juga menggambarkan berbagai tantangan yang dihadapi Soekarno ketika menyuarakan kemerdekaan Indonesia di tengah penjajahan.

5. Sang Kiai (2013)

Sang Kiai membawa penonton melihat perjuangan dari lingkungan pesantren.

Film arahan Rako Prijanto ini mengangkat kisah KH Hasyim Asy'ari dan perjuangan para santri dalam menghadapi penjajahan. Ceritanya memperlihatkan bagaimana tokoh agama dan masyarakat ikut mengambil bagian dalam perjuangan bangsa.

Film ini dibintangi Ikranagara, Adipati Dolken, Christine Hakim dan sejumlah aktor lainnya. Sang Kiai juga masuk dalam sejumlah rekomendasi film bertema kemerdekaan Indonesia.

6. Jenderal Soedirman (2015)

Jenderal Soedirman merupakan film biopik yang mengangkat perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Kisahnya berfokus pada perjuangan gerilya menghadapi Agresi Militer Belanda. Dalam kondisi kesehatan yang buruk, Soedirman tetap memimpin pasukan dan berusaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Adipati Dolken dipercaya memerankan sosok Jenderal Soedirman. Film ini cocok bagi penonton yang ingin mengenal lebih jauh perjuangan salah satu tokoh militer paling penting dalam sejarah Indonesia.

7. Tjokroaminoto: Guru Bangsa (2015)

Film Tjokroaminoto: Guru Bangsa mengangkat perjalanan H.O.S. Tjokroaminoto, salah satu tokoh penting dalam pergerakan nasional.

Diperankan oleh Reza Rahadian dan disutradarai Garin Nugroho, film ini menggambarkan perjuangan Tjokroaminoto dalam menghadapi ketidakadilan pada masa penjajahan serta kiprahnya di Sarekat Islam.

Film ini menarik ditonton karena memperlihatkan perjuangan bangsa dari sisi pergerakan dan pemikiran, bukan hanya melalui peperangan.

8. Battle of Surabaya (2015)

Battle of Surabaya menawarkan pengalaman berbeda karena dikemas sebagai film animasi.

Film ini mengambil latar peristiwa Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya dan mengikuti Musa, seorang pemuda yang menjalankan tugas sebagai kurir bagi para pejuang.

Pertempuran Surabaya menjadi salah satu peristiwa penting setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Karena itu, film ini cocok menjadi pilihan tontonan saat memperingati Hari Pahlawan maupun HUT RI.

9. Pasukan Garuda: I Leave My Heart in Lebanon (2016)

Tidak semua perjuangan prajurit Indonesia terjadi di dalam negeri. Hal tersebut digambarkan melalui film Pasukan Garuda: I Leave My Heart in Lebanon.

Baca Juga : Rayakan Kemerdekaan RI ke-81 : Pemkab Magetan Bagikan 1300 Bendera Merah Putih di CFD.

Film ini mengangkat kisah prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda ketika menjalankan misi perdamaian di Lebanon.

Selain menampilkan sisi tugas dan konflik, film tersebut juga memperlihatkan kehidupan personal serta sisi kemanusiaan para prajurit Indonesia ketika menjalankan tugas di luar negeri.

10. Kartini (2017)

Perjuangan bangsa Indonesia tidak selalu dilakukan melalui medan perang. Kartini menunjukkan perjuangan melalui pendidikan dan gagasan mengenai kesetaraan.

Film ini mengangkat kehidupan Raden Ajeng Kartini yang berusaha memperjuangkan kesempatan pendidikan dan hak perempuan di tengah kuatnya aturan sosial pada masa kolonial Belanda.

Dian Sastrowardoyo memerankan Kartini dalam film garapan Hanung Bramantyo tersebut.

11. Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, dan Cinta (2018)

Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, dan Cinta mengangkat kisah Raden Mas Rangsang yang kemudian dikenal sebagai Sultan Agung Hanyakrakusuma.

Film garapan Hanung Bramantyo ini mengambil latar masa ketika Kesultanan Mataram menghadapi berbagai persoalan, termasuk ancaman dari VOC.

Ario Bayu dipercaya memerankan Sultan Agung. Film ini dapat menjadi pilihan bagi penonton yang menyukai cerita sejarah Indonesia dengan latar kerajaan dan perjuangan melawan kekuatan kolonial.

12. Bumi Manusia (2019)

Bumi Manusia merupakan adaptasi novel karya Pramoedya Ananta Toer dan disutradarai Hanung Bramantyo.

Film ini mengikuti kisah Minke, seorang pribumi terpelajar yang hidup pada masa kolonial Belanda. Kehidupan Minke berubah setelah bertemu Annelies Mellema.

Meski tidak secara langsung mengisahkan Proklamasi 17 Agustus 1945, film ini menggambarkan kehidupan masyarakat pribumi dan ketimpangan sosial pada masa penjajahan.

Karena itu, Bumi Manusia bisa menjadi pilihan bagi penonton yang ingin melihat gambaran Indonesia sebelum kemerdekaan.

13. Perburuan (2019)

Film Perburuan diadaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer.

Cerita berpusat pada Hardo, mantan komandan PETA yang menjadi buronan tentara Jepang. Setelah kembali ke kampung halaman, Hardo harus menghadapi masa lalu sekaligus pengkhianatan orang-orang yang pernah dekat dengannya.

Film ini memperlihatkan situasi Indonesia menjelang berakhirnya pendudukan Jepang dan menjadi salah satu film yang mengangkat suasana perjuangan menuju kemerdekaan. Perburuan juga masuk dalam daftar rekomendasi film bertema kemerdekaan.

14. Kadet 1947 (2021)

Kadet 1947 mengambil latar Indonesia setelah merdeka, ketika Belanda kembali berusaha menguasai wilayah Indonesia.

Film ini menceritakan sekelompok kadet penerbangan yang ingin ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan. Mereka harus menghadapi berbagai keterbatasan karena masih berstatus sebagai siswa penerbangan.

Film yang disutradarai Rahabi Mandra dan Aldo Swastia ini dibintangi Bisma Karisma, Kevin Julio, Omara Esteghlal, Marthino Lio, Fajar Nugra dan Chicco Kurniawan.

15. Hamka & Siti Raham Vol. 2 (2023)

Film terbaru dalam daftar ini adalah Hamka & Siti Raham Vol. 2.

Film biopik yang disutradarai Fajar Bustomi ini mengisahkan kehidupan Buya Hamka bersama istrinya, Siti Raham, setelah Indonesia merdeka. Ketika Belanda kembali melakukan agresi, Hamka turut terlibat dalam perjuangan dan berkeliling menyuarakan persatuan masyarakat, ulama dan militer.

Vino G. Bastian berperan sebagai Buya Hamka, sedangkan Laudya Cynthia Bella memerankan Siti Raham. Film ini menjadi pilihan menarik karena tidak hanya menampilkan perjuangan di medan konflik, tetapi juga menggambarkan kesetiaan dan dukungan keluarga di tengah perjuangan.

Menonton Film Sejarah Jadi Cara Mengenang Perjuangan Bangsa

Menonton film bertema sejarah bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk mengisi peringatan HUT ke-81 RI. Dari kisah para pejuang di medan perang, perjuangan melalui pendidikan hingga peran masyarakat dalam mempertahankan kemerdekaan, setiap film menawarkan sudut pandang yang berbeda.

Namun, perlu diingat bahwa film sejarah merupakan karya sinematik. Beberapa bagian dapat mengalami dramatisasi untuk kebutuhan cerita sehingga penonton tetap perlu merujuk pada sumber sejarah jika ingin mengetahui detail peristiwa yang sebenarnya.

Dengan 15 pilihan tersebut, masyarakat bisa memilih tontonan sesuai minat, mulai dari film perjuangan kemerdekaan, biopik pahlawan, kisah pergerakan nasional hingga film sejarah berlatar masa penjajahan.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Mutmainah J

Editor

Dede Nana

Hiburan, Seni dan Budaya

Artikel terkait di Hiburan, Seni dan Budaya

--- Iklan Sponsor ---