JATIMTIMES - Presiden Prabowo Subianto resmi mengusulkan nama Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Surat Presiden (Surpres) mengenai pencalonan Destry diserahkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi ke DPR pada Senin (10/8/2026).
Baca Juga : Heboh Tol Kediri-Tulungagung Mandek, 21 Bidang Sawah Masuk LP2B?
Destry diproyeksikan menempati posisi tertinggi di bank sentral setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur BI pada Juli 2026 dengan alasan kesehatan. Untuk sementara, posisi tersebut dijalankan Destry sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI.
Sosok Destry bukan nama baru dalam dunia ekonomi dan moneter Indonesia. Perempuan kelahiran Jakarta tahun 1963 itu memiliki perjalanan karier panjang, mulai dari ekonom, peneliti, hingga menduduki posisi strategis di sejumlah lembaga keuangan dan pemerintahan.
Profil Pendidikan Destry Damayanti
Destry Damayanti merupakan lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia (UI).
Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat dan meraih gelar Master of Science (MSc) di bidang Regional Science dari Cornell University, New York.
Bekal pendidikan ekonomi tersebut menjadi salah satu fondasi perjalanan karier Destry di sektor keuangan dan moneter.
Perjalanan Karier Destry Damayanti
Sebelum masuk ke jajaran pimpinan Bank Indonesia, Destry telah mengisi sejumlah posisi penting.
Berdasarkan profil resmi Bank Indonesia, Destry mengawali karier sebagai Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada 2000-2003.
Setelah itu, ia sempat berkecimpung di dunia akademik sebagai peneliti sekaligus pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2005-2006.
Kariernya kemudian berlanjut di sektor perbankan dan pasar modal. Destry pernah dipercaya menjadi Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada 2005-2011.
Pada 2011-2015, ia menjabat sebagai Kepala Ekonom Bank Mandiri. Di periode yang hampir bersamaan, Destry juga dipercaya sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Ekonomi Kementerian BUMN pada 2014-2015.
Setelah itu, Destry masuk ke Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai Anggota Dewan Komisioner untuk periode 2015-2019.
Masuk Bank Indonesia
Karier Destry di Bank Indonesia dimulai ketika dirinya ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior BI.
Pengangkatan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2019 untuk masa jabatan 2019-2024. Destry kemudian dilantik dan mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2019.
Pada 2024, Destry kembali dipercaya menduduki posisi yang sama untuk periode 2024-2029 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2024. Ia kembali mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2024.
Setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur BI pada 25 Juli 2026, Destry kemudian ditunjuk sebagai Pjs Gubernur BI.
Kini, Presiden Prabowo mengajukan Destry sebagai calon Gubernur BI definitif kepada DPR.
Harta Kekayaan Destry Damayanti Tembus Rp 100 Miliar
Selain perjalanan kariernya, harta kekayaan Destry Damayanti juga menjadi perhatian.
Berdasarkan data e-LHKPN KPK yang dilaporkan pada 14 Maret 2026, Destry tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 100,23 miliar.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan laporan periodik sebelumnya yang mencatat kekayaan sekitar Rp 80,96 miliar.
Harta kekayaan Destry tersebut terdiri dari sejumlah aset, mulai dari tanah dan bangunan, kendaraan, surat berharga, hingga kas dan setara kas.
1. Tanah dan Bangunan Rp 57,1 Miliar
Porsi terbesar kekayaan Destry berasal dari aset tanah dan bangunan.
Dalam laporan LHKPN, total nilai tanah dan bangunan yang dimilikinya mencapai sekitar Rp 57,107 miliar. Terdapat 12 aset properti yang tercatat dan tersebar di sejumlah wilayah.
Baca Juga : Jessica Mila Dihujat Gegara Liburan ke Labuan Bajo, Ini Kronologi dan Klarifikasinya
Salah satu aset dengan nilai terbesar berupa tanah seluas 1.438 meter persegi di Jakarta Selatan yang tercatat senilai Rp 20 miliar.
Selain itu, terdapat tanah seluas 291 meter persegi di Jakarta Selatan dengan nilai sekitar Rp 13,5 miliar.
Destry juga tercatat memiliki sejumlah aset tanah dan bangunan lainnya yang berada di Jakarta Utara, Tangerang, Serang, hingga Pandeglang.
2. Koleksi Kendaraan
Destry juga memiliki sejumlah kendaraan yang tercantum dalam laporan kekayaannya.
Di antaranya mobil listrik Hyundai Ioniq 5 tahun 2023 dengan nilai sekitar Rp 450 juta dan BYD Seal tahun 2024 senilai Rp 525 juta.
Selain mobil, terdapat pula kendaraan roda dua dan sejumlah sepeda, yakni:
• Vespa Sprint S 150 tahun 2024 senilai Rp 53 juta.
• Litespeed Road Bike tahun 2020 senilai Rp 45 juta.
• Sepeda lipat Dahon senilai Rp 1 juta.
• Sepeda lipat listrik Pacific senilai Rp 3,5 juta.
3. Surat Berharga dan Kas
Aset Destry juga berasal dari instrumen keuangan.
Dalam laporan tersebut, ia tercatat memiliki surat berharga dengan nilai sekitar Rp 15,23 miliar.
Sementara itu, kas dan setara kas yang dimiliki mencapai sekitar Rp 15,07 miliar. Ia juga mencatatkan harta bergerak lainnya dengan nilai sekitar Rp 12,36 miliar.
Di sisi lain, Destry masih memiliki kewajiban berupa utang sebesar Rp 3,52 miliar.
Prabowo Ajukan Destry sebagai Calon Tunggal Gubernur BI
Pengajuan Destry sebagai calon Gubernur BI definitif disampaikan langsung oleh Mensesneg Prasetyo Hadi.
Saat menyerahkan sejumlah Surpres ke DPR pada Senin (10/8/2026), Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo hanya mengusulkan satu nama untuk posisi Gubernur Bank Indonesia, yakni Destry Damayanti.
Selain calon Gubernur BI, pemerintah juga menyerahkan nama calon pengganti Deputi Gubernur Senior BI serta satu calon Deputi Gubernur BI karena adanya posisi yang berkurang.
"Hari ini atas petunjuk presiden secara resmi kami diutus dan ditugaskan untuk serahkan beberapa surpres ke DPR. Kami serahkan beberapa surpres, pertama mengenai calon definitif Gubernur BI, beserta calon pengganti Deputi Gubernur Senior dan untuk Deputi Gubernur karena jumlahnya berkurang satu," ujar Prasetyo di Kompleks DPR, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026).
Dengan pengajuan tersebut, Destry Damayanti kini menjadi satu-satunya nama yang diusulkan Presiden Prabowo untuk mengisi posisi Gubernur Bank Indonesia secara definitif.
Selanjutnya, proses pencalonan akan bergulir di DPR sebelum Destry nantinya ditetapkan atau tidak sebagai Gubernur BI untuk menggantikan Perry Warjiyo.