JATIMTIMES - Setiap muslim tentu berharap doa-doanya segera dikabulkan Allah SWT. Namun, terkabulnya doa tidak hanya ditentukan oleh kesungguhan saat bermunajat, melainkan juga dipengaruhi oleh perilaku dan cara menjalani kehidupan sehari-hari.
Ulama besar keturunan Rasulullah SAW, Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad, dalam kitab An-Nafaisul Uluwiyah fi Masailis Shufiyah halaman 197 menjelaskan ada beberapa hal yang menjadi penghalang terkabulnya doa. Di antaranya adalah mengonsumsi harta haram, berbuat zalim kepada sesama, lalai menjalankan perintah Allah, hingga memutus tali silaturahmi.
Berikut penjelasannya.
Baca Juga : Habis Ratusan Juta di Luar Negeri, Inul Daratista Justru Berhasil Program Bayi Tabung di Surabaya
1. Mengonsumsi dan Menggunakan Harta Haram
Penghalang terbesar terkabulnya doa adalah ketika seseorang membiarkan kehidupannya bergantung pada sesuatu yang diharamkan Allah SWT. Bukan hanya makanan dan minuman, tetapi juga pakaian, tempat tinggal, serta berbagai kebutuhan hidup yang diperoleh dari harta yang tidak halal.
Apa yang dikonsumsi seseorang akan menjadi bagian dari tubuhnya. Begitu pula pakaian dan fasilitas yang digunakan setiap hari. Jika semuanya berasal dari harta haram, maka hal itu menjadi penghalang antara seorang hamba dengan rahmat Allah SWT.
Rasulullah SAW mengingatkan hal tersebut melalui hadis riwayat Imam Muslim. Nabi menceritakan seseorang yang sedang melakukan perjalanan jauh dengan rambut kusut dan tubuh berdebu. Ia mengangkat kedua tangannya sambil berdoa penuh harap.
Namun Rasulullah SAW bersabda:
"Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia diberi makan dari harta yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya dikabulkan?" (HR Muslim).
Hadis ini menunjukkan bahwa kehalalan rezeki menjadi salah satu syarat agar doa lebih dekat kepada ijabah.
2. Berbuat Zalim kepada Sesama
Penghalang berikutnya adalah berbuat zalim kepada orang lain. Seorang muslim tidak cukup hanya rajin berdoa, tetapi juga harus menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.
Kezaliman, baik berupa menyakiti, merampas hak, memfitnah, maupun bentuk ketidakadilan lainnya, dapat menjadi penghalang terkabulnya doa. Sebab, dosa terhadap sesama tidak hanya melukai orang lain, tetapi juga mengotori hati pelakunya.
Islam mengajarkan agar seorang muslim senantiasa menjaga ḥablum minallāh (hubungan dengan Allah) dan ḥablum minannās (hubungan dengan sesama manusia) secara seimbang.
3. Lalai Menjalankan Perintah Allah
Selain berbuat zalim, sikap lalai terhadap perintah Allah juga termasuk penyebab doa sulit dikabulkan.
Kelalaian dapat berupa meninggalkan kewajiban, mengabaikan ibadah, maupun tidak peduli terhadap amar makruf nahi mungkar sesuai kemampuan.
Rasulullah SAW bersabda:
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلَا يُسْتَجَابُ لَكُمْ
Artinya: "Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian harus menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Jika tidak, Allah hampir saja menurunkan azab kepada kalian. Kemudian kalian berdoa kepada-Nya, tetapi doa kalian tidak dikabulkan." (HR At-Tirmidzi).
Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa seorang muslim hendaknya tidak hanya memperbaiki dirinya sendiri, tetapi juga peduli terhadap kebaikan di lingkungan sekitarnya.
4. Berdoa untuk Perbuatan Dosa atau Memutus Tali Silaturahmi
Doa merupakan ibadah yang mulia. Karena itu, isi doa pun harus berupa permohonan yang diridhai Allah SWT.
Seorang muslim tidak dibenarkan memohon sesuatu yang mengandung maksiat, kezaliman, maupun keinginan untuk memutus hubungan kekeluargaan atau persaudaraan.
Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ أَحَدٍ يَدْعُو بِدُعَاءٍ إِلَّا آتَاهُ اللَّهُ مَا سَأَلَ أَوْ كَفَّ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهُ، مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ
Artinya: "Tidaklah seseorang berdoa melainkan Allah akan memberikan apa yang dimintanya atau menghindarkan darinya keburukan yang sepadan dengannya, selama ia tidak berdoa untuk suatu perbuatan dosa atau memutus hubungan kekerabatan." (HR At-Tirmidzi).
Hadis tersebut menegaskan bahwa doa tidak akan menjadi jalan menuju kemaksiatan atau permusuhan. Sebaliknya, doa seharusnya menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mempererat hubungan antarsesama.
Demikian 4 hal yang menghalangi terkabulnya doa seorang muslim. Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad mengingatkan bahwa doa yang dikabulkan bukan semata-mata ditentukan oleh banyaknya permohonan yang dipanjatkan. Seorang muslim juga perlu memperbaiki kualitas hidupnya dengan menjaga kehalalan rezeki, menjauhi kezaliman, menaati perintah Allah SWT, serta memelihara tali silaturahmi. Semoga informasi ini bermanfaat.