JATIMTIMES - Kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang kosong setelah Erik Setyo Santoso bergeser ke posisi Asisten Administrasi Umum Setda Kota Malang per 31 Juli 2026.
Di tengah proses mencari pengganti Erik, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat ternyata memiliki gambaran tersendiri mengenai sosok yang akan mendampinginya mengelola birokrasi Pemkot Malang.
Baca Juga : Belasan Organisasi Pers Sampang Desak Presiden Klarifikasi Pernyataan Londo Ireng
Wahyu tidak secara spesifik menyebut kriteria teknis. Namun, sebagai seseorang yang pernah duduk di kursi Sekda Kota Malang, dia merasa memiliki pengalaman untuk memahami seperti apa sosok yang dibutuhkan dalam posisi tersebut. “Saya pernah jadi Sekda. Paling tidak saya kan tahu apa yang dilakukan, nanti harus seperti apa,” kata Wahyu, Jumat (31/7/2026).
Dari pengalaman itulah, Wahyu berharap Sekda berikutnya memiliki karakter yang tidak terlalu jauh dengan dirinya. “Ya paling tidak enggak jauh dari saya,” ujarnya sembari melempar senyum.
Pernyataan tersebut menjadi gambaran menarik di tengah proses pengisian jabatan Sekda. Sebab, bagi Wahyu, posisi tersebut bukan sekadar jabatan administratif, melainkan sosok yang harus memahami ritme kerja dan kebutuhan kepala daerah.
Wahyu memastikan proses pengisian Sekda tidak akan dilakukan melalui seleksi terbuka seperti sebelumnya. Pemkot Malang akan menggunakan mekanisme manajemen talenta dengan tahapan uji kompetensi. “Kita tetap menggunakan manajemen talenta. Pengisian Sekda pun nanti tidak terlalu lama, tidak seperti yang lalu harus ada selter, kita harus buat pansel,” jelasnya.
Dia mengatakan sejumlah aspek akan menjadi pertimbangan dalam menentukan kandidat. Mulai dari dedikasi, loyalitas, integritas hingga profesionalisme. “Semua itu kan juga ada nine box. Itu semua kita sudah pertimbangkan,” ujarnya.
Wahyu menyebut sudah ada beberapa nama yang masuk dalam pertimbangan. Setidaknya sekitar lima kandidat telah berada dalam radar untuk mengisi posisi tersebut.
Baca Juga : Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Kunjungi Dua Balita Cerebral Palsy, Pastikan Penanganan Medis Berjalan Optimal
Namun, dia belum menentukan siapa yang akan dipercaya. Wahyu masih akan berdiskusi dengan Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin sebelum mengambil keputusan. “Kalau enggak salah ada lima. Nanti ini kita lihat, nanti juga saya akan diskusikan dengan Mas Wakil kira-kira siapa nanti,” kata Wahyu.
Sementara itu, untuk mengisi kekosongan sementara, Wahyu juga belum menentukan sosok yang akan ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) Sekda.
Di antara sejumlah nama yang kini dipertimbangkan, satu hal tampaknya sudah jelas. Wahyu menginginkan Sekda yang mampu memahami apa yang harus dilakukan, sekaligus memiliki karakter kerja yang tidak terlalu jauh dari dirinya.