free web hit counter
Promo Tokopedia
Jatim Times Network
Beranda
Lingkungan

Bediding 2026, Ini Daerah Paling Dingin dengan Suhu Hampir Menyentuh Titik Beku

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

28 - Jul - 2026, 18:53

Loading Placeholder
Ilustrasi dingin karena bediding. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Fenomena bediding kembali dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Dalam beberapa pekan terakhir, udara malam hingga pagi hari terasa lebih dingin dibandingkan biasanya.

Bediding atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan istilah bedhidhing merupakan fenomena turunnya suhu udara secara signifikan pada malam hingga dini hari. Kondisi ini umumnya terjadi saat musim kemarau dan lebih terasa di wilayah dataran tinggi.

Baca Juga : Teknisi AHASS MPM Honda Jatim Raih Prestasi Nasional, Wujud Komitmen Hadirkan Layanan Purna Jual Terbaik

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sejumlah daerah di dataran tinggi mengalami suhu yang sangat rendah selama fenomena bediding 2026. Beberapa wilayah bahkan mencatat suhu mendekati titik beku.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, BMKG mengungkapkan data Automatic Weather Station (AWS) mencatat suhu di kawasan Gunung Bromo mencapai 3,9 derajat Celcius pada 11 Juni 2026.

Sementara itu, Dataran Tinggi Dieng menjadi salah satu daerah dengan suhu paling rendah. Suhu di kawasan tersebut tercatat hampir menyentuh titik beku, yakni mencapai 0,7 derajat Celcius.

"Saking dinginnya fenomena bediding ini, di daerah dataran tinggi seperti Gunung Bromo, air embun yang menempel di daun bisa membeku jadi kristal es, mirip hamparan salju," tulis BMKG dikutip dari Instagram resminya, Selasa (28/7).

Daerah Paling Dingin Saat Bediding 2026

Fenomena bediding membuat sejumlah kawasan dataran tinggi di Indonesia mengalami penurunan suhu cukup ekstrem. Berikut beberapa daerah yang tercatat memiliki suhu paling rendah:

1. Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah

Dataran Tinggi Dieng menjadi salah satu wilayah dengan suhu paling dingin saat fenomena bediding 2026.

BMKG mencatat suhu di kawasan Dieng hampir menyentuh titik beku, yakni mencapai 0,7 derajat Celcius. Suhu ekstrem tersebut dapat menyebabkan munculnya fenomena embun upas, yaitu ketika embun yang menempel pada tanaman berubah menjadi kristal es.

Fenomena ini menjadi salah satu ciri khas musim kemarau di Dieng ketika suhu turun drastis pada malam hingga pagi hari.

2. Gunung Bromo, Jawa Timur

Kawasan Gunung Bromo juga mengalami suhu dingin ekstrem selama periode bediding. Berdasarkan data AWS BMKG, suhu di wilayah tersebut tercatat mencapai 3,9 derajat Celcius.

Akibat suhu yang rendah, embun yang menempel pada daun dan rerumputan di sekitar kawasan Bromo dapat membeku menjadi kristal es sehingga tampak seperti hamparan salju.

3. Kawasan Pegunungan di Pulau Jawa

Selain Dieng dan Bromo, sejumlah wilayah pegunungan lainnya di Pulau Jawa juga merasakan dampak fenomena bediding.

Baca Juga : Lebih Praktis, 685 Ribu Penumpang KAI Daop 8 Pilih Boarding Pindai Wajah

Daerah dengan ketinggian lebih tinggi biasanya memiliki suhu lebih rendah karena udara dingin lebih mudah berkumpul, terutama pada malam hingga menjelang pagi hari.

Penyebab Fenomena Bediding 2026

BMKG menjelaskan fenomena bediding terjadi akibat pengaruh Monsun Australia. Angin musiman tersebut membawa massa udara yang bersifat lebih kering dan relatif dingin dari wilayah Australia menuju Indonesia.

Saat musim kemarau, kondisi langit yang cenderung cerah membuat jumlah awan berkurang. Akibatnya, panas dari permukaan bumi lebih mudah dilepaskan ke atmosfer pada malam hari.

Proses tersebut menyebabkan suhu udara turun secara signifikan, terutama menjelang pagi.

Menurut BMKG, berdasarkan catatan selama 10 tahun terakhir, penurunan suhu akibat fenomena bediding mulai terasa pada bulan Juli dan biasanya mencapai puncaknya pada Juli hingga Agustus.

Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, Dr Givo Alsepan juga menjelaskan bahwa efek bediding memang lebih terasa di daerah pegunungan dan dataran tinggi.

Selain faktor ketinggian wilayah atau elevasi, udara dingin juga cenderung mengalir dan berkumpul di area lembah. Kondisi tersebut membuat beberapa kawasan seperti Dieng berpotensi mengalami embun beku atau embun upas.

Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di wilayah dataran tinggi diimbau tetap menjaga kondisi tubuh, terutama pada malam hingga pagi hari ketika suhu berada pada titik terendah.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya

Lingkungan

Artikel terkait di Lingkungan

--- Iklan Sponsor ---