JATIMTIMES – Kepraktisan, kecepatan, dan kenyamanan menjadi alasan utama makin diminatinya fasilitas Face Recognition Boarding Gate oleh pengguna jasa kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat sebanyak 685.021 pelanggan kereta api jarak jauh telah memanfaatkan inovasi pendaftaran berbasis pemindaian wajah tersebut sepanjang semester I tahun 2026.
Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 36.296 pelanggan atau sekitar 5,6 persen dibandingkan semester II tahun 2025 yang mencatatkan 648.725 pelanggan. Tren positif ini membuktikan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap efisiensi boarding digital sejak awal keberangkatan.
Baca Juga : HUT RI 2026 Sebentar Lagi! Ini 27 Ide Lomba 17 Agustus yang Seru, Lengkap Cara Bermainnya
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono menyampaikan bahwa Face Recognition Boarding Gate merupakan komitmen KAI dalam menghadirkan layanan transportasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus berorientasi pada kebutuhan penumpang.
"Transformasi digital yang dilakukan KAI bertujuan menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin mudah dan nyaman. Melalui Face Recognition Boarding Gate, pelanggan tidak lagi perlu menunjukkan tiket fisik maupun kartu identitas saat boarding. Cukup dengan verifikasi wajah, pelanggan dapat langsung memasuki area keberangkatan secara cepat, praktis, aman, dan tetap mengutamakan perlindungan data pribadi," ujar Mahendro, Selasa (28/7/2026).
Layanan pemindaian wajah ini saat ini beroperasi aktif di tiga stasiun utama KAI Daop 8 Surabaya, yakni Stasiun Surabaya Pasar Turi, Stasiun Surabaya Gubeng, dan Stasiun Malang.
Berdasarkan data Semester I Tahun 2026, Stasiun Surabaya Pasar Turi menjadi lokasi dengan pemanfaatan tertinggi, yaitu mencapai 327.434 pelanggan. Disusul Stasiun Surabaya Gubeng sebanyak 269.552 pelanggan, serta Stasiun Malang sebanyak 88.035 pelanggan.
Tingginya angka tersebut menyoroti bagaimana teknologi digital berhasil memangkas proses pemeriksaan dokumen manual menjadi jauh lebih ringkas.
"Teknologi Face Recognition Boarding Gate mampu mempercepat proses boarding hanya dalam hitungan detik. Selain mengurangi antrian, pelanggan juga tidak perlu lagi mencari atau menyiapkan dokumen perjalanan ketika memasuki area boarding. Hal ini menjadi salah satu bentuk peningkatan kualitas layanan yang kami hadirkan agar pelanggan dapat menikmati perjalanan dengan lebih nyaman sejak berada di stasiun," jelasnya.
Baca Juga : Saatnya Percantik Hunian dengan Granit IKAD, Graha Bangunan Blitar Beri Bonus Voucher Belanja
Layanan ini bekerja dengan mencocokkan wajah penumpang yang telah terdaftar dengan data identitas resmi dalam sistem KAI. Proses pendaftaran cukup dilakukan satu kali di stasiun melalui fasilitas yang disediakan petugas, sehingga untuk perjalanan selanjutnya penumpang dapat langsung melewati pintu otomatis tanpa perlu mendaftar ulang, selama data identitas tidak berubah.
Selain memperlancar alur penumpang pada periode padat (peak season), sistem ini turut mendukung operasional ramah lingkungan melalui pengurangan penggunaan tiket cetak (paperless).
"Ke depan, KAI akan terus mengembangkan berbagai inovasi digital untuk menghadirkan layanan transportasi yang semakin mudah diakses, cepat, dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Kami berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan Face Recognition Boarding Gate sebagai bagian dari pengalaman baru menggunakan kereta api yang lebih modern, praktis, dan berkesan," tutup Mahendro.