JATIMTIMES – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu berupaya mendorong koperasi sektor pertanian serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu menembus rantai pasok pasar modern. Pasalnya, keterbatasan permodalan dan tata kelola manajemen yang belum adaptif selama ini masih menjadi ganjalan utama produk-produk lokal Kota Batu untuk bersaing di jaringan ritel modern.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Batu Nurochmanmsaat memberikan arahan dalam forum Pelatihan Perkoperasian yang berlangsung di Hotel Selecta, Kecamatan Bumiaji, Selasa (28/7/2026).
Baca Juga : Wali Kota Blitar Serahkan Santunan JKM kepada Ahli Waris Tukang Becak dan Juru Kunci Makam di Sukorejo
Nurochman menyebutkan, sebagian besar peternak, petani hortikultura, hingga pelaku UMKM pengolahan hasil tani di Kota Batu sejauh ini masih sangat bergantung pada transaksi di pasar tradisional. Padahal, potensi margin keuntungan dan selisih nilai tambah dari produk yang berhasil masuk ke rantai pasok pasar modern jauh lebih besar dibanding pasar konvensional.
"Untuk melangkah ke pasar modern, koperasi membutuhkan suntikan modal kerja yang tidak sedikit. Modal itu krusial untuk pemenuhan standar pengemasan (packaging), sertifikasi kualitas, hingga menjaga kontinuitas pasokan," kata Nurochman.
Keterbatasan akses permodalan inilah yang kerap menjebak koperasi sektor pertanian dan UMKM di Kota Batu dalam skala usaha yang terbatas dan sulit berkembang.
Guna memutus rantai persoalan tersebut, Pemkot Batu menyiapkan fasilitasi skema bantuan permodalan melalui alokasi anggaran pemerintah, kerja sama lembaga keuangan, hingga kemitraan strategis.
"Melalui penguatan kelembagaan, koperasi di Kota Batu tidak lagi sekadar menjadi wadah simpan pinjam pasif, melainkan bertindak sebagai offtaker atau penampung hasil tani warga yang profesional," imbuhnya.
Baca Juga : Bediding Masih Selimuti Pulau Jawa, Sampai Kapan Suhu Dingin Berlangsung?
Pihaknya juga menyambut baik hadirnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan. Keberadaan koperasi baru tersebut harus menjadi penyemangat bagi seluruh koperasi di Kota Batu untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, pelayanan, dan inovasi.
Cak Nur menegaskan Pemerintah Kota Batu akan terus memberikan pembinaan dan pendampingan agar koperasi semakin sehat, profesional, dan mampu menjadi mitra strategis dalam mengembangkan potensi pertanian, UMKM, serta sektor ekonomi lainnya.