free web hit counter
Promo Tokopedia
Jatim Times Network
Beranda
Agama

Syukur dan Sabar, Dua Jalan Menuju Ridha Allah yang Tak Terpisahkan

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

27 - Jul - 2026, 11:59

Loading Placeholder
Ilustrasi Antara syukur dan sabar (ist)

JATIMTIMES - Dalam kehidupan seorang Muslim, nikmat dan ujian datang silih berganti. Saat memperoleh kelapangan, seseorang dituntut untuk bersyukur. Sebaliknya, ketika menghadapi kesulitan, ia dituntut bersabar. Pertanyaannya, manakah yang lebih mulia di sisi Allah SWT, hamba yang banyak bersyukur atau hamba yang teguh bersabar?

Pertanyaan tersebut telah lama menjadi pembahasan para ulama. Salah satunya diulas oleh Imam Abu Hamid Al-Ghazali dalam kitab Minhajul Abidin. Menurut beliau, terdapat dua pandangan yang sama-sama memiliki dasar kuat dari Al-Qur'an.

Baca Juga : Prabowo Sebut Wartawan 'Londo Ireng', Jurnalis Malang Raya Bersatu: Kritik Bukan Pengkhianatan

Sebagian ulama menilai bahwa syukur memiliki kedudukan yang lebih tinggi. Alasannya, tidak semua orang mampu mengakui dan menggunakan nikmat sesuai kehendak Allah. Al-Qur'an bahkan menyebut jumlah hamba yang benar-benar bersyukur sangat sedikit.

Allah SWT berfirman dalam Surah Saba ayat 13:

"Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur."

Ayat tersebut menunjukkan bahwa syukur merupakan sifat istimewa yang hanya dimiliki sebagian kecil manusia. Karena itu, orang yang mampu menjaga nikmat dengan penuh rasa syukur dipandang memperoleh kedudukan khusus di hadapan Allah.

Keutamaan syukur juga tampak dari pujian Allah kepada para nabi. Nabi Nuh AS disebut sebagai hamba yang banyak bersyukur sebagaimana termaktub dalam Surah Al Isra ayat 3. Sementara Nabi Ibrahim AS dipuji karena senantiasa mensyukuri seluruh karunia Allah hingga dipilih dan diberi petunjuk menuju jalan yang lurus sebagaimana dijelaskan dalam Surah An Nahl ayat 121.

Berangkat dari keutamaan tersebut, sebagian ulama berpendapat bahwa memperoleh nikmat lalu mampu mensyukurinya lebih mereka harapkan dibanding harus menerima ujian lalu bersabar menghadapinya.

Namun, terdapat pandangan lain yang menempatkan sabar sebagai amalan yang lebih utama. Alasannya, kesabaran menuntut perjuangan yang lebih berat karena seseorang harus tetap teguh di tengah penderitaan, kehilangan, maupun cobaan yang menguji keimanan.

Pandangan ini didasarkan pada sejumlah ayat Al-Qur'an. Salah satunya adalah pujian Allah kepada Nabi Ayyub AS dalam Surah Shad ayat 44.

Baca Juga : Ngotot Tolak Jalan Tembus, Warga Griyashanta Tantang Wali Kota Malang: Jangan Hanya Minta Suara!

"Sesungguhnya Kami mendapati dia seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia selalu kembali kepada Allah."

Selain itu, Allah juga menjanjikan balasan tanpa batas bagi orang-orang yang bersabar. Dalam Surah Az Zumar ayat 10 disebutkan bahwa pahala mereka diberikan tanpa perhitungan. Bahkan, dalam Surah Ali Imran ayat 146 Allah menegaskan kecintaan-Nya kepada orang-orang yang sabar.

Meski demikian, Imam Al-Ghazali tidak melihat syukur dan sabar sebagai dua sifat yang saling dipertentangkan. Menurutnya, keduanya justru saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan dalam perjalanan spiritual seorang hamba.

Beliau menjelaskan bahwa orang yang benar-benar bersyukur pada hakikatnya juga memiliki kesabaran. Sebab, rasa syukur membuat seseorang tetap memuliakan Allah dan tidak terjerumus ke dalam kemaksiatan ketika menghadapi perubahan keadaan.

Sebaliknya, orang yang mampu bersabar sebenarnya juga sedang menunjukkan rasa syukur. Kesabaran membuat hati tetap menerima ketentuan Allah tanpa tenggelam dalam kesedihan yang berkepanjangan. Dengan demikian, ia tetap menjaga ketaatan dan tidak membiarkan musibah menyeretnya kepada kedurhakaan.

Al-Ghazali menegaskan bahwa kesedihan yang berlarut hingga melalaikan kewajiban kepada Allah merupakan bentuk yang harus dihindari. Karena itu, sabar bukan sekadar menahan diri dari keluh kesah, tetapi juga menjaga hati agar tetap mengagungkan Allah dalam setiap keadaan.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri

Agama

Artikel terkait di Agama

--- Iklan Sponsor ---