JATIMTIMES - Jalan Arema FC menuju Piala Presiden 2026 ternyata tidak dirancang sejak awal. Singo Edan bahkan sempat tidak masuk daftar peserta turnamen pramusim bergengsi tersebut sebelum akhirnya mendapat kesempatan menggantikan Persib Bandung yang memilih mundur karena padatnya agenda kompetisi.
Masuknya Arema ke Piala Presiden pun memaksa manajemen mengubah seluruh agenda pramusim. Rencana menghadapi klub-klub luar negeri yang telah disusun jauh-jauh hari akhirnya harus dibatalkan demi fokus mempersiapkan tim di turnamen yang menjadi pemanasan menuju Liga 1 2026/2027.
Baca Juga : Dorong Edukasi Green Energy, Pemkot Surabaya Hadirkan Living Lab Energi Terbarukan di KRM
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi atau yang akrab disapa Inal mengungkapkan, sejak awal manajemen sebenarnya sudah memiliki program berbeda untuk mengasah kesiapan skuad.
"Awalnya tidak ada di list undangan Piala Presiden. Selanjutnya ada nama Persib Bandung, dan informasi yang kami terima mengundurkan diri karena banyak ikut kompetisi atau turnamen pada musim ini," ujar Inal.
Sebelum kepastian tampil di Piala Presiden diterima, Arema telah menyusun agenda uji coba internasional dengan menghadapi klub dari Thailand, Filipina hingga Malaysia menggunakan format kandang dan tandang.
"Dari Arema sebelum pengumuman kami sudah punya plan akan gelar friendly match lawan tim luar negeri, seperti Thailand, Filipina atau Malaysia dengan format home away," katanya.
Namun, seluruh rencana tersebut akhirnya dihentikan. Sebagai gantinya, muncul gagasan menggelar turnamen trofeo di Stadion Kanjuruhan bersama Persija Jakarta dan Bali United sebagai bagian dari persiapan menyongsong kompetisi.
"Akhirnya itu cancel karena ide lagi mau buat Trofeo di Kanjuruhan, kalau tidak salah dengan Persija dan Bali United, tujuannya sama untuk menyambut liga," ungkapnya.
Meski berstatus turnamen pramusim, Arema tidak ingin datang sekadar meramaikan persaingan. Inal memastikan tim pelatih diminta memanfaatkan setiap pertandingan sebagai ajang menguji kekuatan skuad sekaligus membangun fondasi permainan musim ini.
Berbeda dengan musim lalu yang serba terburu-buru, kali ini seluruh pemain sudah bergabung sejak awal sehingga proses adaptasi dinilai jauh lebih ideal.
"Targetnya pra musim bukan target utama, tapi kalau kami bisa ambil lagi trophy, itu bonus. Kami sudah pesan ke tim pelatih agar maksimal menunjukkan tim dan sekaligus trial," tegas Inal.
Di sisi lain, pemain senior Arema FC Dendi Santoso menilai Piala Presiden menjadi kesempatan terbaik bagi pelatih untuk mengenali kualitas para pemain baru yang menghuni skuad Singo Edan musim ini.
Baca Juga : Warga Sambat Soal PSU Mangkrak, Dewan Minta Pemkot Malang Tak Hanya Diam
"Banyak pemain baru, pelatih juga pasti mencoba pemain di Piala Presiden," kata Dendi.
Menurutnya, Arema kini juga diperkuat tenaga analis baru yang akan memberikan masukan kepada tim pelatih sehingga evaluasi performa pemain bisa dilakukan lebih detail selama turnamen berlangsung.
"Alhamdulillah kami sudah ada analisis baru. Dia akan beri masukan pada pelatih untuk pemain," ujarnya.
Mengenai ancaman cedera yang kerap menjadi momok pada turnamen pramusim, Dendi memilih tidak ingin dibebani rasa takut. Baginya, bermain dengan keraguan justru akan mengurangi kualitas permainan.
"Kalau cedera ini resiko pekerjaan, tapi kalau was-was justru menurunkan semangat. Kami tidak tahu apesnya kapan, tapi yakin saja," ucapnya.
Dendi juga meyakini atmosfer sepak bola Indonesia yang masih dipenuhi antusiasme suporter akan membuat Piala Presiden berlangsung lebih kompetitif. Ia berharap turnamen tersebut menjadi kelanjutan euforia sepak bola yang tengah dirasakan masyarakat.
"Euforia Piala Dunia masih terasa, mungkin Piala Presiden ini jadi ajang untuk melanjutkan euforia tersebut. Dan saya yakin semua akan maksimal di Piala Presiden ini," pungkasnya.