JATIMTIMES – Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam mengembalikan manfaat penerimaan negara dari sektor cukai hasil tembakau kepada daerah. Di Kabupaten Situbondo, pemanfaatan DBHCHT terus dioptimalkan untuk mendukung pembangunan sektor pertanian melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada petani dan buruh tani.
Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo, alokasi DBHCHT diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kelembagaan petani, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan.
Baca Juga : Spanyol Juara Piala Dunia 2026! Tumbangkan Argentina 1-0, Ferran Torres Jadi Penentu Gelar
Pemanfaatan DBHCHT diwujudkan dalam berbagai kegiatan, antara lain penyediaan sarana produksi pertanian, pembangunan dan rehabilitasi prasarana pendukung seperti sumur bor, serta pelaksanaan pelatihan, bimbingan teknis, dan pendampingan kepada petani di berbagai wilayah Kabupaten Situbondo.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha tani, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan hasil dan kualitas produksi pertanian.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo Quratul Aini menjelaskan bahwa DBHCHT menjadi instrumen penting dalam mendukung pembangunan sektor pertanian karena tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga pada peningkatan kapasitas petani.
"Anggaran DBHCHT kami manfaatkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pertanian, tetapi juga meningkatkan kompetensi petani melalui berbagai kegiatan pelatihan, bimbingan teknis, dan pendampingan di lapangan," ujarnya.
Menurut dia, peningkatan kualitas SDM menjadi kunci agar petani mampu mengikuti perkembangan teknologi pertanian, menerapkan budidaya yang lebih efektif dan efisien, serta menghasilkan produk pertanian yang berkualitas dan memiliki daya saing tinggi.
Selain mendukung budidaya tembakau, pemanfaatan DBHCHT juga memberikan pendampingan kepada petani dalam mengembangkan tanaman alternatif melalui program diversifikasi usaha tani. Langkah ini bertujuan agar petani memiliki pilihan usaha yang tetap produktif di luar musim tanam tembakau sehingga pendapatan masyarakat dapat lebih terjaga.
Penyediaan sarana dan prasarana pertanian melalui DBHCHT juga diharapkan mampu memperlancar aktivitas usaha tani, menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas lahan, serta mendukung terciptanya sistem pertanian yang lebih tangguh menghadapi perubahan iklim maupun tantangan sektor pertanian lainnya.
Baca Juga : School Visit Ketiga, Wali Kota Blitar Ajak Keluarga Prioritas Isi Kuota Sekolah Rakyat Jelang MPLS
Pemanfaatan DBHCHT di Kabupaten Situbondo sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang mendorong penggunaan dana tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya petani dan buruh tani tembakau, melalui program-program yang tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Quratul Aini menegaskan bahwa seluruh program yang didanai DBHCHT dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, terutama dalam meningkatkan produktivitas pertanian, kualitas hasil panen, serta kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian.
"Pemanfaatan DBHCHT harus benar-benar memberikan dampak nyata bagi petani dan buruh tani. Karena itu kami terus mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas hasil tembakau melalui bantuan sarana produksi, pendampingan teknis, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian," tegasnya.
Melalui pengelolaan DBHCHT yang tepat sasaran, Pemerintah Kabupaten Situbondo berharap sektor pertanian semakin maju dan berdaya saing, kesejahteraan petani terus meningkat, serta ketahanan pangan daerah semakin kuat. Optimalisasi pemanfaatan DBHCHT juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (ADV)