JATIMTIMES - Ribuan barang milik penumpang kereta api tertinggal di stasiun maupun di dalam rangkaian kereta selama enam bulan pertama 2026. PT KAI Daop 8 Surabaya mencatat sebanyak 3.051 barang berhasil diamankan melalui layanan Lost and Found, dengan total nilai barang diperkirakan mencapai Rp 1,1 miliar.
Data tersebut menunjukkan masih tingginya jumlah barang bawaan yang terlupa saat penumpang turun dari kereta maupun meninggalkan area stasiun. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, petugas KAI Daop 8 Surabaya mencatat 270 barang yang diamankan tergolong barang berharga.
Baca Juga : Dinkes Situbondo Luruskan Isu Defisit Tiga RSUD: Bukan Kehabisan Uang!
Ratusan di antaranya merupakan barang berharga seperti telepon genggam, laptop, dompet hingga dokumen penting. Selain itu, terdapat 2.739 barang umum dan 42 barang berupa makanan.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan setiap barang yang ditemukan petugas langsung dicatat dan diamankan sesuai prosedur agar dapat dikembalikan kepada pemiliknya.
“Setiap barang yang ditemukan akan melalui proses pendataan, verifikasi, dan dimasukkan ke dalam sistem Lost and Found. Tujuannya agar pemilik dapat lebih mudah menemukan kembali barang yang tertinggal, meskipun melapor dari stasiun yang berbeda,” kata Mahendro.
Dari total barang yang diamankan, sebanyak 802 barang telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya. Sementara 1.011 barang yang tidak diambil hingga batas waktu penyimpanan telah diserahkan kepada dinas sosial sesuai ketentuan.
Ada juga tujuh barang berupa makanan dimusnahkan karena telah melewati masa simpan, sedangkan 1.231 barang lainnya masih menunggu proses penelusuran pemilik.
Menurut Mahendro, proses pelacakan barang kini lebih mudah karena KAI telah menerapkan sistem Lost and Found yang terintegrasi secara nasional. Dengan sistem tersebut, laporan kehilangan dapat diproses meski pelanggan melapor dari stasiun yang berbeda dengan lokasi ditemukannya barang.
Kasus terbaru terjadi pada Minggu (12/7/2026). Seorang penumpang KA Arjuno relasi Malang-Surabaya berhasil mendapatkan kembali dompet yang tertinggal di dalam kereta. Dompet tersebut ditemukan petugas dan dikembalikan dalam kondisi utuh beserta seluruh isinya.
Baca Juga : Ingin Coba Snorkeling Terbaik di Bali? Ini Tempatnya!
Mahendro menyebut kejadian tersebut menjadi contoh pentingnya peran petugas dalam menjaga barang milik pelanggan selama proses perjalanan.
“Pengembalian barang milik pelanggan bukan hanya menjalankan prosedur, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab pelayanan yang kami terapkan kepada seluruh petugas di lapangan,” ucapnya.
Ia menambahkan, penumpang yang merasa kehilangan barang dapat segera melapor kepada kondektur saat perjalanan, petugas keamanan stasiun, maupun melalui layanan Contact Center KAI 121. Laporan tersebut akan menjadi dasar petugas melakukan pencocokan dengan barang yang telah diamankan.
Mahendro juga mengimbau masyarakat untuk membiasakan memeriksa kembali barang bawaan sebelum turun dari kereta maupun meninggalkan area stasiun. Menurutnya, langkah sederhana tersebut dapat mengurangi risiko barang tertinggal selama perjalanan.
“Kami mengimbau pelanggan meluangkan waktu sejenak untuk memastikan seluruh barang bawaannya sudah lengkap sebelum meninggalkan kereta atau stasiun. Hal ini dapat meminimalkan potensi kehilangan dan membuat perjalanan lebih nyaman,” tutupnya.