JATIMTIMES – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Jawa Timur X (Gresik-Lamongan), Nila Yani Hardiyanti, menghadiri langsung penyambutan kepulangan sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) beserta keluarganya di Pendopo Kabupaten Gresik.
Kehadiran anggota Komisi VII DPR RI yang juga tergabung dalam Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI itu menjadi wujud komitmen parlemen dalam mengawal perlindungan warga negara Indonesia, mulai dari masa penempatan hingga kembali ke tanah air.
Baca Juga : Sempat Tegaskan Masih Bertugas, Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan Jampidsus
Dalam kesempatan tersebut, Nila Yani menegaskan bahwa proses pemulangan pekerja migran tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata. Kepulangan para PMI merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada warganya.
Ia menjelaskan, BKSAP DPR RI terus mendorong penguatan kerja sama bilateral maupun multilateral dengan negara-negara tujuan penempatan pekerja migran. Langkah tersebut dilakukan agar perlindungan hukum, hak-hak pekerja, serta kesejahteraan para PMI dapat terjamin sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke Indonesia.
"Melalui BKSAP DPR RI, kami terus mendorong penguatan kerja sama bilateral maupun multilateral dengan negara-negara penempatan guna memastikan perlindungan hukum dan kesejahteraan pekerja migran kita sejak sebelum keberangkatan hingga kepulangan mereka ke tanah air. Hari ini, di Pendopo Gresik, kita menyaksikan langsung buah dari koordinasi lintas sektoral tersebut," ujar Nila Yani.
Legislator muda asal Gresik itu juga mengapresiasi sinergi Pemerintah Kabupaten Gresik bersama jajaran instansi terkait, aparat penegak hukum, serta unsur ketenagakerjaan yang telah mengawal proses kepulangan para pekerja migran dengan baik.
Berdasarkan manifest kepulangan per Juni 2026, sejumlah warga asal Kabupaten Gresik berhasil dipulangkan dengan selamat dan kini kembali berkumpul bersama keluarganya. Mereka berasal dari beberapa kecamatan, di antaranya Panceng, Bungah, dan Ujung Pangkah.
Baca Juga : Plt Bupati Tulungagung Apresiasi Prestasi KTH Sumber Lestari sebagai Juara Lomba Tingkat Nasional
Di Kecamatan Bungah, rombongan dari Desa Sukorejo meliputi Lailatul Afiyah (8 tahun) dan Zubaidi Faris (9 tahun) yang didampingi ibunya, Salmah, serta Nurul Sa'adah (19 tahun) dan Rizka Fajriyah (17 tahun) bersama ibunya, Nanik Wahyuni. Sementara dari Desa Sekapuk, Kecamatan Ujung Pangkah, turut tercatat kepulangan Aditya Yudha Alviansyah (17 tahun), putra Siti Mufarihah.
Nila Yani menilai, perhatian pemerintah tidak boleh berhenti setelah para pekerja migran tiba di daerah asal. Menurutnya, pemberdayaan ekonomi, pendampingan sosial, hingga jaminan pendidikan bagi anak-anak pekerja migran harus menjadi bagian dari upaya perlindungan yang berkelanjutan.
"Tugas kita tidak selesai saat mereka menginjakkan kaki di Pendopo ini. DPR RI bersama pemerintah akan terus memastikan adanya program pendampingan, pemantauan aspek pendidikan bagi anak-anak migran, serta fasilitasi wirausaha lokal agar para pahlawan devisa ini dapat berdaya seutuhnya di kampung halaman sendiri," pungkasnya.