JATIMTIMES - Di tengah maraknya tren gaya hidup di media sosial, semakin banyak anak muda yang mulai membicarakan cara mengatur keuangan dengan lebih terbuka. Salah satu konsep yang belakangan mencuri perhatian adalah loud budgeting, sebuah metode mengelola uang yang banyak diterapkan oleh kalangan Gen Z.
Melalui konsep ini, seseorang tidak lagi merasa sungkan untuk mengatakan bahwa dirinya sedang menghemat atau memiliki target finansial tertentu. Alih-alih mengikuti tekanan lingkungan untuk terus mengeluarkan uang, loud budgeting mengajarkan pentingnya membuat keputusan keuangan berdasarkan kebutuhan dan tujuan pribadi.
Tren ini pun semakin populer karena dianggap sesuai dengan kondisi anak muda saat ini yang mulai sadar pentingnya mengatur pengeluaran, menabung, hingga mempersiapkan masa depan.
Lantas, apa itu loud budgeting dan bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari?
Apa Itu Loud Budgeting?
Dikutip dari laman Northwestern Mutual, loud budgeting merupakan kebiasaan mengatur keuangan dengan menentukan prioritas pengeluaran, kemudian menyampaikan keputusan tersebut secara terbuka kepada orang lain.
Secara sederhana, loud budgeting adalah sikap berani mengatakan alasan sebenarnya ketika memilih tidak mengeluarkan uang untuk sesuatu yang tidak menjadi prioritas.
Misalnya, ketika teman mengajak pergi ke pusat perbelanjaan atau makan di tempat yang cukup mahal, seseorang yang menerapkan loud budgeting tidak perlu membuat alasan lain untuk menolak. Ia bisa menjelaskan bahwa saat ini sedang menghemat, menyiapkan dana pendidikan, melunasi utang, atau mengejar target investasi.
Meski begitu, konsep ini bukan berarti seseorang harus selalu menghindari pengeluaran atau tidak boleh menikmati hidup. Loud budgeting lebih menekankan kesadaran dalam menggunakan uang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Cara Menerapkan Loud Budgeting dalam Kehidupan Sehari-hari
Dilansir dari NYPost, menerapkan loud budgeting bukan berarti harus menghentikan seluruh aktivitas yang menyenangkan. Prinsip utamanya adalah membuat keputusan finansial berdasarkan kebutuhan dan kemampuan.
Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mulai menerapkan loud budgeting:
1. Bangga Menjalani Gaya Hidup Hemat
Berhemat bukan berarti kehilangan kesempatan untuk bersosialisasi. Seseorang tetap bisa menikmati waktu bersama teman atau keluarga dengan memilih aktivitas yang lebih sesuai dengan kondisi keuangan.
Misalnya, mengganti kebiasaan makan di restoran dengan memasak bersama di rumah atau memilih hiburan yang lebih terjangkau.
2. Mulai dari Kebiasaan Sederhana
Mengatur keuangan tidak harus langsung dilakukan dengan perubahan besar. Kebiasaan kecil bisa menjadi langkah awal untuk membangun pola hidup yang lebih hemat.
Beberapa contoh yang bisa dilakukan seperti membuat minuman sendiri, membawa bekal, mengurangi belanja impulsif, atau mempertimbangkan kembali pembelian barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.
3. Jujur terhadap Kondisi Keuangan
Salah satu prinsip utama loud budgeting adalah berani terbuka mengenai kondisi finansial sendiri.
Daripada memaksakan diri mengikuti gaya hidup orang lain, lebih baik menjelaskan bahwa saat ini sedang memiliki prioritas tertentu, seperti menabung, membangun dana darurat, atau mencapai target keuangan.
4. Gunakan Uang untuk Tujuan yang Jelas
Loud budgeting bukan hanya soal mengurangi pengeluaran, tetapi juga mengarahkan uang agar memberikan manfaat untuk masa depan.
Uang yang berhasil dihemat bisa dialihkan untuk berbagai kebutuhan penting, seperti investasi, tabungan, dana darurat, atau rencana finansial lainnya.
Manfaat Menerapkan Loud Budgeting
Jika dilakukan secara konsisten, loud budgeting dapat memberikan sejumlah manfaat dalam mengelola keuangan, antara lain:
• Membantu lebih percaya diri untuk mengatakan “tidak” terhadap pengeluaran yang tidak sesuai dengan prioritas.
• Mengurangi tekanan untuk mengikuti gaya hidup orang lain hanya demi menjaga gengsi.
• Membantu mengalokasikan uang untuk kebutuhan dan tujuan finansial yang benar-benar penting.
• Membuat keluarga maupun teman lebih memahami keputusan keuangan yang sedang dijalankan.
• Mendorong kebiasaan mengatur uang secara lebih disiplin dan terencana.
Pada akhirnya, loud budgeting bukan sekadar tren yang ramai di media sosial, tetapi juga cara untuk membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat. Dengan berani terbuka mengenai tujuan keuangan, seseorang dapat lebih mudah mengontrol pengeluaran tanpa harus merasa terbebani oleh tuntutan gaya hidup sekitar.