JATIMTIMES – Graha Agung Merjosari terus menunjukkan kiprahnya sebagai salah satu proyek unggulan PT Tomoland di Kota Malang. Kawasan yang menggabungkan konsep hunian dan rumah kos dalam satu lingkungan terpadu ini bahkan menjadi kontributor terbesar terhadap penjualan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
Staf Pemasaran Tomoland, Iluk Kristina, mengatakan Graha Agung Merjosari merupakan proyek skala besar pertama yang dikembangkan perusahaan. Melalui kawasan tersebut, Tomoland berupaya menghadirkan lingkungan yang tidak hanya nyaman untuk ditinggali, tetapi juga memiliki nilai investasi yang menjanjikan.
Baca Juga : Wali Kota Mas Ibin Dorong UMKM Kota Blitar Naik Kelas Lewat Program SALEHA
“Graha Agung Merjosari menjadi proyek unggulan kami karena berhasil menghadirkan konsep kawasan terpadu yang menggabungkan hunian keluarga dan rumah kos dalam satu lingkungan yang tertata,” ujar Iluk.

Menurut dia, lokasi menjadi salah satu faktor utama yang membuat kawasan tersebut diminati masyarakat maupun investor. Graha Agung Merjosari berada di wilayah Merjosari yang dekat dengan sejumlah perguruan tinggi besar serta pusat aktivitas masyarakat di Kota Malang.
Kedekatan dengan kawasan pendidikan menjadikan proyek ini menarik bagi investor rumah kos. Di sisi lain, lingkungan yang nyaman dan fasilitas yang lengkap juga menjadi daya tarik bagi masyarakat yang mencari hunian untuk ditempati bersama keluarga.
Iluk menjelaskan, dari sisi penjualan, Graha Agung Merjosari mencatatkan capaian yang cukup signifikan. Berdasarkan data perusahaan selama periode 2023 hingga 2025, proyek tersebut menyumbang sekitar 142 unit penjualan.

Salah satu pencapaian yang menjadi perhatian adalah terjual habisnya Cluster Castanea, yakni hunian dua lantai yang dipasarkan di kawasan tersebut. Sebanyak 23 unit rumah di cluster itu ludes terjual hanya dalam waktu tiga bulan, mulai Februari hingga Mei 2024.
“Respons pasar terhadap Graha Agung Merjosari sangat baik. Hal itu terlihat dari tingkat penjualan produk hunian maupun rumah kos yang cukup tinggi,” katanya.
Tidak hanya mengandalkan lokasi strategis, Tomoland juga melengkapi kawasan dengan berbagai fasilitas penunjang. Salah satunya adalah masjid kawasan yang telah aktif digunakan warga untuk kegiatan ibadah harian, salat Jumat, hingga peringatan hari besar keagamaan.

Pada perayaan Iduladha 2026 lalu, warga Graha Agung Merjosari juga melaksanakan penyembelihan hewan kurban secara bersama-sama. Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa kawasan tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial bagi para penghuninya.
Dari aspek keamanan, kawasan ini telah dilengkapi gate utama, jaringan CCTV di berbagai titik, serta pengawasan petugas selama 24 jam. Selain itu, sistem access card diterapkan bagi penghuni rumah maupun penyewa kos untuk mendukung keamanan dan ketertiban lingkungan.
“Kami ingin memastikan penghuni merasa aman dan nyaman. Karena itu seluruh sistem keamanan telah berjalan penuh, mulai dari gate utama, CCTV, hingga penggunaan access card,” jelas Iluk.
Fasilitas lain yang tersedia di Graha Agung Merjosari antara lain jalan kawasan dengan ROW lebar, area jogging, sarana olahraga ringan, serta pengelolaan kawasan atau estate management. Menurut Iluk, fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung gaya hidup sehat dan meningkatkan kualitas hidup penghuni.
Pada segmen rumah kos, performa kawasan ini juga cukup menjanjikan. Dalam waktu kurang dari empat bulan sejak pemasaran kamar dilakukan, lebih dari 350 kamar tercatat telah terisi. Mayoritas penyewa berasal dari kalangan mahasiswa Universitas Brawijaya, disusul mahasiswa perguruan tinggi lain dan pekerja.
Meski saat ini seluruh unit di Graha Agung Merjosari telah terjual habis, Tomoland menilai keberhasilan proyek tersebut menjadi tolok ukur pengembangan proyek-proyek berikutnya. Perusahaan berkomitmen menghadirkan kawasan yang tidak hanya memiliki nilai investasi, tetapi juga mampu memberikan pengalaman tinggal yang nyaman, aman, dan mendukung kehidupan yang lebih baik bagi penghuninya.
“Semangat kami adalah menghadirkan kawasan yang benar-benar hidup dan digunakan oleh penghuninya setiap hari. Itu sejalan dengan visi Tomoland, yakni Live Better Tomorrow,” pungkas Iluk.