JATIMTIMES - Puasa Tasua dan Asyura merupakan dua amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam dan dilaksanakan setiap tanggal 9 dan 10 Muharram. Ibadah ini menjadi salah satu amalan istimewa karena memiliki keutamaan besar, terutama sebagai penghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah lalu.
Dalam sejumlah literatur keislaman, termasuk Panduan Muslim Sehari-hari karya Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El Sutha, puasa Asyura disebut sebagai salah satu puasa yang memiliki nilai keutamaan tinggi di bulan Muharram.
Baca Juga : Munas-Konbes NU 2026 Selesai, Tambang hingga MBG Jadi Sorotan
Keutamaan puasa Asyura dijelaskan dalam hadits sahih yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah Al Anshari RA. Rasulullah SAW bersabda:
وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ »
Artinya: “Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Sedangkan puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)
Hadits ini menjadi dasar utama bahwa puasa Asyura memiliki keutamaan besar berupa ampunan dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya.
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2026
Sebelum melaksanakan ibadah puasa ini, penting untuk mengetahui waktu pelaksanaannya. Dalam penetapan awal bulan Muharram 1448 H, terdapat perbedaan antara pemerintah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama (NU).
Pemerintah RI bersama PP Muhammadiyah menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada 16 Juni 2026, sehingga:
• Puasa Tasua: 24 Juni 2026
• Puasa Asyura: 25 Juni 2026
Sementara itu, Lembaga Falakiyah PBNU menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada 17 Juni 2026, sehingga:
• Puasa Tasua: 25 Juni 2026
• Puasa Asyura: 26 Juni 2026
Perbedaan ini terjadi karena perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan masing-masing lembaga, yakni hisab dan rukyatul hilal.
Niat Puasa Tasua dan Asyura
Setelah mengetahui waktu pelaksanaannya, umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri dengan membaca niat sebelum menjalankan puasa. Niat menjadi penegas kesungguhan ibadah seorang hamba kepada Allah SWT.
Niat Puasa Tasua
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ تَاسُوعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma yaumi tasu’a sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: Saya berniat puasa Tasua sunnah karena Allah Ta’ala.
Niat Puasa Asyura
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma yaumi ‘asyura sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: Saya berniat puasa Asyura sunnah karena Allah Ta’ala.
Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura
Puasa Tasua dan Asyura memiliki sejumlah keutamaan yang sayang untuk dilewatkan oleh umat Islam. Selain sebagai bentuk ketaatan, puasa ini juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
1. Penghapus dosa setahun lalu
Rasulullah SAW menyebut bahwa puasa Asyura menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya sebagai bentuk rahmat Allah SWT kepada hamba-Nya.
Baca Juga : Ramalan Zodiak 23 Juni 2026: Cancer Diprediksi Naik Rezeki, Leo Hadapi Tekanan Kerja
2. Membeda dari kebiasaan kaum Yahudi
Puasa Tasua disunnahkan sebagai bentuk pembeda dari kebiasaan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk menambahkan puasa sehari sebelumnya, yaitu 9 Muharram.
Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Ibnu Abbas RA yang tercantum dalam Shahih Bukhari dan Muslim.
3. Puasa terbaik setelah Ramadan
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menyebut bahwa puasa paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Muharram. (HR. Muslim, Ahmad, dan Abu Daud)
4. Keutamaan pahala besar di hari Asyura
Dalam kitab Fadhailul A’mal karya Imam Baihaqi, disebutkan bahwa puasa Asyura memiliki keutamaan yang sangat besar, termasuk limpahan pahala dan pengampunan dari Allah SWT.
Hikmah Puasa Tasua dan Asyura
Selain keutamaannya, puasa ini juga memiliki banyak hikmah yang dapat diambil dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya:
• Melatih kesabaran dan pengendalian diri
• Menghidupkan sunnah Rasulullah SAW
• Meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT
• Menumbuhkan rasa syukur atas nikmat Allah.
Puasa Tasua dan Asyura menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah di bulan Muharram yang penuh keberkahan. Selain menjadi sarana penghapus dosa-dosa kecil, ibadah ini juga mengajarkan nilai keteladanan, kesabaran, serta kecintaan kepada sunnah Rasulullah SAW.
Dengan menjalankannya secara ikhlas karena Allah SWT, puasa ini diharapkan menjadi wasilah untuk mendapatkan ampunan, keberkahan hidup, serta keselamatan di dunia dan akhirat.