free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Internasional

Perjanjian Damai AS-Iran Resmi Berlaku, Ini 14 Poin Penting yang Disepakati

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

18 - Jun - 2026, 13:25

Loading Placeholder
Ilustrasi bendera Iran dan AS. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Setelah berbulan-bulan diwarnai ketegangan, Amerika Serikat dan Iran akhirnya mencapai kesepakatan baru untuk memperpanjang gencatan senjata. Perjanjian tersebut mulai berlaku pada Kamis (18/6/2026) dan diharapkan menjadi langkah awal menuju penyelesaian konflik yang lebih permanen.

Kesepakatan ini menarik perhatian dunia karena tidak hanya membahas penghentian aksi militer, tetapi juga mencakup isu strategis seperti pembukaan kembali Selat Hormuz, pelonggaran sanksi ekonomi, hingga komitmen Iran terkait program nuklirnya. Informasi mengenai isi perjanjian ini dirangkum dari laporan BBC dan pernyataan resmi pemerintah Amerika Serikat serta Iran.

Baca Juga : 316 Mahasiswa FIP Unikama Ikuti KMD-KML, Perkuat Kompetensi Kepramukaan dan Karakter Calon Guru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa dokumen tersebut telah ditandatangani saat menghadiri KTT G7 di Prancis. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menyebut naskah perjanjian dibuat dalam bahasa Inggris dan Farsi agar tidak menimbulkan perbedaan penafsiran.

Secara keseluruhan, terdapat 14 poin utama dalam perjanjian tersebut. Berikut ringkasan isi kesepakatannya.

1. Mengakhiri konflik di berbagai wilayah

Amerika Serikat dan Iran sepakat menghentikan operasi militer secara permanen, termasuk yang berkaitan dengan situasi di Lebanon. Kedua negara juga berkomitmen untuk tidak melancarkan serangan baru maupun ancaman militer terhadap satu sama lain serta mendukung penghormatan terhadap kedaulatan Lebanon.

2. Tidak mencampuri urusan domestik

Isi perjanjian menegaskan bahwa Washington dan Teheran akan saling menghormati kedaulatan masing-masing dan tidak melakukan intervensi terhadap urusan dalam negeri pihak lain.

3. Negosiasi lanjutan selama 60 hari

Kedua negara menyepakati masa negosiasi selama maksimal 60 hari untuk mencapai kesepakatan permanen. Periode tersebut dapat diperpanjang apabila disetujui bersama.

Dokumen dari pihak Iran telah ditandatangani Presiden Masoud Pezeshkian, sementara Donald Trump menandatangani dokumen dari pihak Amerika Serikat saat berada di Prancis.

4. Penghentian blokade terhadap pelabuhan Iran

Amerika Serikat berkomitmen menghentikan blokade militer maupun hambatan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Selain itu, dalam waktu 30 hari setelah kesepakatan final, pasukan AS di sekitar wilayah Iran direncanakan kembali ke posisi sebelum konflik pecah.

5. Selat Hormuz kembali dibuka

Salah satu poin yang paling mendapat perhatian internasional adalah pembukaan kembali Selat Hormuz. Iran berjanji mengupayakan jalur pelayaran yang aman dan bebas biaya bagi kapal-kapal komersial.

Selain itu, kedua negara akan membahas penghapusan hambatan teknis maupun militer, termasuk upaya pembersihan ranjau di kawasan tersebut. Dalam jangka panjang, Iran juga akan bekerja sama dengan Oman dan negara-negara Teluk untuk menyusun mekanisme pengelolaan Selat Hormuz.

6. Rencana dana rekonstruksi senilai US$300 miliar

Kesepakatan juga memuat rencana pembangunan ekonomi Iran dengan nilai sedikitnya US$300 miliar atau sekitar Rp 5.349 triliun. Namun, dokumen tersebut tidak mewajibkan pemerintah Amerika Serikat memberikan pendanaan secara langsung.

Baca Juga : Saat Hamengkubuwana I Menguasai Tambang Gamping dan Menantang Dominasi VOC

Pejabat AS menjelaskan bahwa proyek tersebut dapat melibatkan negara mitra atau investor regional apabila Iran memenuhi komitmennya.

7. Pembahasan penghentian sanksi ekonomi

Washington menyatakan bersedia mengakhiri berbagai sanksi ekonomi terhadap Iran, termasuk yang berkaitan dengan kebijakan internasional dan sanksi sepihak. Namun, waktu pelaksanaannya masih akan dibahas dalam perundingan lanjutan dan bergantung pada implementasi kesepakatan.

8. Komitmen tidak memiliki senjata nuklir

Iran menyatakan tidak akan memperoleh maupun membeli senjata nuklir. Pengelolaan stok uranium yang dimiliki saat ini akan dibahas lebih lanjut dengan pengawasan Badan Energi Atom Internasional.

Pemerintah AS menyebut poin ini sebagai salah satu pencapaian terpenting dalam proses negosiasi.

9–10. Menjaga status quo program nuklir

Selama proses menuju kesepakatan akhir, kedua pihak sepakat mempertahankan kondisi program nuklir Iran tanpa eskalasi baru. Amerika Serikat juga berkomitmen tidak menerapkan sanksi tambahan dan memberikan sejumlah pengecualian terhadap aktivitas ekspor minyak serta layanan pendukung tertentu.

11. Pemulihan dana Iran yang dibekukan

Perjanjian tersebut membuka jalan bagi pelepasan sebagian aset Iran yang sebelumnya dibekukan. Langkah itu akan dilakukan secara bertahap sesuai perkembangan negosiasi dan tingkat kepatuhan Iran terhadap isi perjanjian.

12–14. Mekanisme pengawasan dan kesepakatan permanen

Pada bagian penutup, kedua negara sepakat membentuk mekanisme pemantauan pelaksanaan perjanjian. Selain itu, proses negosiasi menuju kesepakatan permanen akan terus berlangsung dan direncanakan diperkuat melalui resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Meski membawa harapan baru bagi stabilitas kawasan Timur Tengah, implementasi perjanjian ini masih akan menjadi perhatian dunia internasional. Banyak detail teknis yang belum diputuskan dan akan dibahas dalam putaran negosiasi berikutnya, termasuk mekanisme pencabutan sanksi, pengelolaan uranium, serta pelaksanaan komitmen keamanan di lapangan.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy

Internasional

Artikel terkait di Internasional

--- Iklan Sponsor ---