JATIMTIMES - Sebanyak 316 mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML) yang resmi dibuka pada Rabu (17/6/2026). Program yang menjadi agenda tahunan tersebut digelar melalui kerja sama dengan Pusdiklat Indrakila Kwartir Cabang Kabupaten Malang dan berlangsung selama lima hari di kampus Unikama serta lapangan Batalyon Artileri Pertahanan Udara 2 (Yon Arhanud 2) Malang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FIP Unikama dalam memperkuat kapasitas mahasiswa calon pendidik melalui penguasaan kompetensi kepramukaan. Di tengah tuntutan dunia pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek akademik, kemampuan membina karakter peserta didik dinilai semakin penting untuk dimiliki oleh seorang guru.

Dari total peserta yang terlibat, sebanyak 241 mahasiswa mengikuti KMD, sementara 75 mahasiswa lainnya mengikuti KML. Mayoritas peserta berasal dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang dipersiapkan untuk memiliki keterampilan kepemimpinan, kemampuan pembinaan, serta pemahaman nilai-nilai kepramukaan yang dapat diterapkan dalam lingkungan sekolah.
Baca Juga : Webinar STEM Bareng Atase KBRI Australia Diserbu Guru SMK, Peserta Tembus 900 Orang
Ketua Pelaksana KMD dan KML Dr Dwi Agus Setiawan MPd menjelaskan bahwa pelatihan tersebut tidak sekadar menjadi sarana pemenuhan kompetensi tambahan bagi mahasiswa. Menurut dia, kursus ini dirancang untuk membentuk calon guru yang memiliki integritas, tanggung jawab, serta kemampuan menjalankan peran sebagai pembina pramuka secara profesional.
“Kegiatan ini juga bertujuan membentuk calon guru yang mempunyai tanggung jawab tinggi terhadap fungsi dan perannya, serta dapat menjunjung nilai moral Pancasila dan memegang teguh Satya Darma Pramuka,” ujar Dwi Agus dalam laporannya.

Ia menambahkan, kepramukaan memiliki posisi strategis dalam dunia pendidikan karena menjadi salah satu wahana pembentukan karakter yang menekankan kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, serta kepedulian sosial. Karena itu, calon guru perlu memahami tidak hanya aspek teknis pembinaan, tetapi juga filosofi yang mendasari gerakan pramuka sebagai bagian dari proses pendidikan.
Sementara itu, Dekan FIP Unikama, Dr Cicilia Ika Rahayu Nita MPd menilai KMD dan KML merupakan bekal penting yang melengkapi kompetensi akademik mahasiswa. Menurut dka, seorang pendidik tidak cukup hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus mampu menjadi figur yang membimbing pembentukan karakter peserta didik.
Dalam pembukaan kegiatan yang ditandai dengan penyematan lencana kepada peserta, Cicilia menekankan pentingnya memaknai seluruh rangkaian pelatihan sebagai proses pengembangan diri. Ia berharap para peserta dapat mengikuti setiap sesi dengan kesungguhan dan menjadikan pengalaman selama kursus sebagai modal ketika memasuki dunia kerja.
Baca Juga : Soal PDI Perjuangan Dorong Evaluasi atau Hentikan MBG, Fraksi Gerindra: Prabowo Tak Mau Janji Manis
“Bukan sebatas mengikuti kegiatan, tetapi yang lebih penting adalah nilai-nilai yang diperoleh selama KMD dan KML menjadi tujuan utama. Pembentukan karakter merupakan bagian yang paling penting,” ungkapnya.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai materi yang mengombinasikan pembelajaran konseptual dan praktik lapangan. Selain mempelajari teknik pembinaan kepramukaan, peserta juga dibekali keterampilan kepemimpinan, manajemen kegiatan, kerja tim, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan yang menjadi fondasi dalam pendidikan karakter.
Melalui pelaksanaan KMD dan KML yang konsisten setiap tahun, FIP Unikama terus mengintegrasikan pengembangan kompetensi profesional dengan penguatan karakter calon guru. Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini yang menempatkan guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang berperan dalam membentuk kepribadian dan nilai-nilai peserta didik di lingkungan sekolah.