free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Ekonomi

Bank Indonesia Malang Ungkap Pemicu Inflasi 3,10 Persen, Cabai Merah dan Minyak Goreng Mendominasi

Penulis : Irsya Richa - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

03 - Jun - 2026, 18:40

Loading Placeholder
Minyak goreng. (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan dan kebutuhan rumah tangga masih mewarnai perkembangan inflasi di Kota Malang pada Mei 2026. Meski demikian, laju inflasi dinilai masih terkendali dan berada dalam rentang sasaran yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang pada Mei 2026 mengalami inflasi sebesar 0,18 persen secara bulanan (month to month/mtm). Sementara secara tahunan (year on year/yoy), inflasi tercatat sebesar 3,10 persen.

Baca Juga : ASN Pemprov WFH Jumat, Ketua Komisi A DPRD Minta Output Kinerja Tetap Terukur

Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa Timur yang mencapai 3,49 persen, namun sedikit lebih tinggi dari tingkat inflasi nasional yang berada di angka 3,08 persen.

Tekanan inflasi pada Mei terutama berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau. Beberapa komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap kenaikan harga antara lain cabai merah, minyak goreng, telepon seluler, vitamin, hingga pizza.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Indra Kuspriyadi, mengatakan meningkatnya harga cabai merah dipicu berkurangnya pasokan akibat cuaca ekstrem. Sementara kenaikan harga minyak goreng terjadi karena meningkatnya permintaan menjelang Hari Raya Iduladha serta kenaikan biaya produksi.

“Tekanan inflasi pada Mei 2026 terutama berasal dari komoditas cabai merah, minyak goreng, telepon seluler, vitamin, dan pizza. Namun secara umum, inflasi Kota Malang masih berada dalam kisaran sasaran yang ditetapkan pemerintah sebesar 2,5 plus minus 1 persen,” kata Indra.

Selain faktor pasokan, kenaikan harga telepon seluler juga dipengaruhi oleh masih tingginya biaya logistik serta terganggunya rantai pasok komponen elektronik global, termasuk mikrocip.

Di tengah tekanan kenaikan harga tersebut, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga dan membantu menahan laju inflasi. Telur ayam ras menjadi penyumbang deflasi terbesar, disusul emas perhiasan, daging ayam ras, bawang putih, serta tarif kendaraan roda dua berbasis aplikasi.

Menurut Indra, turunnya harga telur dan daging ayam ras disebabkan meningkatnya pasokan dari produsen. Sementara harga bawang putih mulai melandai seiring meningkatnya realisasi impor sejak April lalu.

Baca Juga : PERSADA UB Dorong Reformasi Hukum Pidana Asia, Luncurkan Jurnal Internasional AJCLJ

“Sejumlah komoditas mengalami deflasi sehingga membantu meredam tekanan inflasi yang lebih tinggi. Kondisi ini menunjukkan keseimbangan antara pasokan dan permintaan masih cukup terjaga,” imbuhnya.

Ia menambahkan, stabilitas harga di Kota Malang tidak lepas dari sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang secara rutin melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok, koordinasi dengan daerah pemasok, hingga inspeksi mendadak ke pasar dan distributor guna mencegah penimbunan barang.

“Sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat melalui strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif agar inflasi tetap terkendali,” ungkapnya.

Ke depan, pengendalian inflasi akan terus dilakukan melalui Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS) dan penguatan kerja sama antardaerah guna menjaga pasokan komoditas strategis, sehingga tingkat inflasi di Kota Malang tetap berada pada level yang sehat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Irsya Richa

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi

--- Iklan Sponsor ---