free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Ekonomi

Mulai Modernisasi Peternakan, Nestlé Bangun Closed Barn dan Datangkan 90 Sapi Perah Impor ke Jawa Timur

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Nurlayla Ratri

21 - Jul - 2026, 23:11

Loading Placeholder
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq (depan) meninjau implementasi Closed-Barn (sistem kandang tertutup) di KUD Dadi Jaya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan pada Senin (21/7/2026). (Foto: Ist)

JATIMTIMES - Modernisasi peternakan sapi perah di Jawa Timur terus didorong untuk meningkatkan produksi susu segar nasional. PT Nestlé Indonesia meresmikan penerapan Closed Barn atau kandang semi tertutup di KUD Dadi Jaya, Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, sekaligus menyerahkan 90 ekor sapi perah impor kepada tiga koperasi susu di Jawa Timur, Senin (21/7/2026).

Tiga koperasi penerima bantuan tersebut yakni KUD Dadi Jaya Purwodadi Kabupaten Pasuruan, Koperasi SAE Pujon Kabupaten Malang, dan KUD Sumber Makmur Ngantang Kabupaten Malang. Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan produktivitas, kualitas susu segar, sekaligus memperkuat daya saing sektor persusuan nasional.

Baca Juga : Sentra IKM Logam Gresik Resmi Beroperasi, Pelaku Usaha Kini Bisa Akses Mesin Produksi Modern

 

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi kontribusi Nestlé Indonesia terhadap pengembangan sektor persusuan nasional.

“Kami mengapresiasi komitmen PT Nestlé Indonesia yang selama puluhan tahun tidak hanya berkontribusi dalam menyediakan produk berkualitas bagi konsumen Indonesia, tetapi juga menunjukkan komitmen yang kuat terhadap keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan peternak sapi perah. Menurut kami, pendekatan yang menggabungkan pengembangan industri dengan penguatan kapasitas masyarakat, khususnya melalui kemitraan dan pembinaan peternak, merupakan model kolaborasi yang patut diapresiasi dan terus diperkuat. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus mendorong peningkatan produktivitas, kualitas susu segar dalam negeri, serta kesejahteraan peternak, sehingga mendukung terwujudnya ketahanan dan kemandirian pangan nasional,” ungkapnya. 

Bupati Pasuruan, H. Mochamad Rusdi Sutejo, S.M., menilai sektor persusuan memiliki peran penting, tidak hanya dalam pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi pedesaan. Menurutnya, Pasuruan yang merupakan penghasil susu segar terbesar kedua di Jawa Timur memiliki potensi besar untuk terus berkembang.

“Susu merupakan salah satu komoditas penting yang berperan dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian peternak lokal. Selama puluhan tahun beroperasi di Indonesia, Nestlé Indonesia terus berkomitmen memperkuat ekosistem persusuan nasional, termasuk melalui berbagai upaya untuk membantu percepatan penurunan stunting di Pasuruan. Sebagai kabupaten penghasil susu segar terbesar kedua di Jawa Timur, Pasuruan memiliki potensi yang sangat besar. Di tengah tantangan keterbatasan lahan, Nestlé Indonesia juga menginisiasi penerapan sistem closed barn untuk membantu meningkatkan produktivitas, kualitas susu, serta kesejahteraan peternak,” terangnya. 

Corporate Affairs Director Nestlé Indonesia, Fajar Dewantara, mengatakan implementasi Closed-Barn dan penyerahan sapi perah impor merupakan kelanjutan dari kemitraan perusahaan dengan peternak sapi perah rakyat yang telah berlangsung lebih dari lima dekade.

“Selama lebih dari 50 tahun, tujuan kami tetap sama, yaitu mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas susu segar sekaligus membantu memperkuat sektor persusuan nasional. Seiring berkembangnya kebutuhan peternak dan sektor persusuan, dukungan yang kami berikan juga terus berkembang. Mulai dari pendampingan peternak bersama dengan tim Milk Procurement & Dairy Development (MPDD) kami, penguatan kapasitas koperasi, akses terhadap teknologi, hingga berbagai inovasi yang membantu peternak meningkatkan performa usahanya secara berkelanjutan,” ungkapnya. 

Hari ini, lanjut Fajar, komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan Closed-Barn dan penyerahan sapi perah impor. Kedua inisiatif ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mendukung modernisasi peternakan, meningkatkan produktivitas dan kualitas susu segar, serta memperkuat daya saing sektor persusuan Indonesia di masa depan. 

“Kami percaya bahwa penguatan sektor persusuan membutuhkan kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, koperasi, peternak, dan pelaku industri untuk mendukung rantai pasok susu segar nasional agar semakin tangguh dan berkelanjutan,” tegasnya. 

Sistem Closed-Barn merupakan kandang semi tertutup yang dirancang untuk menciptakan lingkungan pemeliharaan sapi perah yang lebih nyaman dengan pengaturan suhu, kelembapan, dan sirkulasi udara yang lebih baik. Teknologi tersebut memanfaatkan cooling pad dan exhaust fan untuk mengurangi dampak heat stress sehingga kesehatan ternak tetap terjaga.

Sejak mulai diterapkan pada 2023, Nestlé Indonesia telah mendukung pembangunan lebih dari 50 unit Closed-Barn di enam daerah di Jawa Timur, yakni Malang, Pasuruan, Probolinggo, Ponorogo, Jombang, dan Blitar. Berdasarkan hasil penerapan di lapangan, sistem tersebut mampu meningkatkan produktivitas susu hingga lebih dari 20 persen.

Seremoni inaugurasi closed-barn (sistem kandang tertutup) oleh PT Nestlé Indonesia bersama KUD Dadi Jaya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan dan serah terima 90 ekor sapi perah impor kepada KUD Dadi Jaya Purwodadi, Koperasi SAE Pujon Malang, dan KUD Sumber Makmur Ngantang yang dilakukan oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., (ketiga dari kiri), Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Dr. dr. Sukadiono (kedua dari kiri), Bupati Pasuruan H. Mochamad Rusdi Sutejo, S.M. (kiri) didampingi oleh Technical Director Nestlé Indonesia Antonio Prochilo (kelima dari kiri), Direktur Corporate Affairs Nestlé Indonesia Fajar Dewantara, Ketua KUD Dadi Jaya Purwodadi Drs. H. Nurianto, M.M. (ketiga dari kanan), Asisten 3 Gubernur Jawa Timur R. Heru Wahono Santoso. S.Sos,M.M (kedua dari kanan), dan Ketua DPRD Pasuruan H. Samsul Hidayat, S.Ag., M.Pd.I. (kanan) pada Selasa, 21 Juli 2026 di KUD Dadi Jaya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Kedua inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Nestlé Indonesia untuk mendukung modernisasi peternakan, meningkatkan produktivitas dan kualitas susu segar, serta memperkuat daya saing sektor persusuan Indonesia di masa depan. (Foto: Ist) 

Sustainable Agri Advisor Nestlé Indonesia, Syahrudi, menjelaskan bahwa tantangan utama peternakan sapi perah di Indonesia adalah kondisi iklim tropis yang panas dan lembap sehingga berpengaruh terhadap produktivitas ternak.

Baca Juga : 5 Cara Membantu Anak Cepat Beradaptasi di Sekolah, Orang Tua Wajib Tahu agar Si Kecil Betah Belajar

 

"Salah satu tantangan utama peternakan sapi perah di Indonesia adalah menjaga kesehatan dan produktivitas ternak di tengah kondisi iklim tropis yang panas dan lembap. Closed-Barn dirancang untuk menciptakan lingkungan kandang yang lebih nyaman melalui pengaturan suhu, kelembapan, dan sirkulasi udara yang optimal. Dengan dukungan cooling pad dan exhaust fan, sistem ini membantu mengurangi heat stress serta menjaga kualitas udara di dalam kandang sehingga sapi memiliki pola makan, konsumsi air, dan waktu istirahat yang lebih baik. Kondisi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan ternak, performa reproduksi, serta produktivitas susu, sekaligus membantu mengoptimalkan potensi genetik sapi melalui manajemen pemeliharaan yang lebih baik."

Selain pembangunan kandang modern, perusahaan juga menyerahkan 90 ekor sapi perah impor sebagai bagian dari peningkatan kualitas genetik ternak nasional. Penyaluran dilakukan secara bertahap kepada koperasi yang dinilai siap dari sisi infrastruktur dan manajemen. Bersamaan dengan itu, Nestlé Indonesia juga menyerahkan imported straw atau semen beku sapi perah unggul Friesian Holstein guna mendukung program inseminasi buatan.

Ketua KUD Dadi Jaya Purwodadi, Drs. H. Nurianto, M.M., menyebut berbagai program pendampingan yang dilakukan Nestlé Indonesia memberikan dampak langsung terhadap kemampuan peternak dalam mengelola usaha sapi perah.

“Melalui pendampingan yang dilakukan Nestlé Indonesia, kami menjadi lebih memahami praktik peternakan dan akses teknologi yang lebih modern. Penerapan Closed-Barn membantu menciptakan lingkungan kandang yang lebih nyaman sehingga kesehatan sapi terjaga dan produktivitas susu meningkat. Penyerahan sapi perah impor juga menjadi peluang bagi kami untuk meningkatkan kualitas genetik ternak dan memperkuat usaha peternakan rakyat ke depan. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berkembang sehingga semakin banyak peternak yang merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Technical Director Nestlé Indonesia Antonio Prochilo (kedua dari kiri) bersama Direktur Corporate Affairs Nestlé Indonesia Fajar Dewantara (kiri) didampingi oleh Asisten 3 Gubernur Jawa Timur R. Heru Wahono Santoso. S.Sos,M.M (kedua dari kanan), dan Ketua DPRD Pasuruan H. Samsul Hidayat, S.Ag., M.Pd.I. (kanan) secara simbolis melakukan serah terima 90 ekor sapi perah impor ras Friesian Holstein kepada perwakilan KUD Dadi Jaya Purwodadi, Koperasi SAE Pujon Malang, dan KUD Sumber Makmur Ngantang pada Selasa, 21 Juli 2026 di KUD Dadi Jaya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. (Foto: Ist)

Kemitraan Nestlé Indonesia dengan peternak sapi perah dimulai sejak 1975 di Jawa Timur dengan penyerapan sekitar 160 liter susu segar dari satu koperasi di Malang. Saat ini perusahaan bermitra dengan 28 koperasi dan lebih dari 12 ribu peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur. Nilai penyerapan susu segar dari peternak mencapai lebih dari US$60 juta setiap tahun.

Selain modernisasi peternakan, perusahaan juga menjalankan program pertanian regeneratif melalui pembangunan sekitar 8.700 biodigester, 2.000 manure application unit untuk pengolahan limbah ternak menjadi energi alternatif dan pupuk organik, serta penanaman lebih dari 200 ribu pohon legum melalui pendekatan silvopastura.

Sejak 2022, program pengembangan peternak juga diperluas ke Jawa Tengah melalui Central Java Milk District Program.

"Ke depan, kami percaya bahwa penguatan sektor persusuan membutuhkan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, koperasi, peternak, dan pelaku industri. Nestlé Indonesia akan terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan sektor persusuan yang semakin tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan manfaat bersama bagi peternak, masyarakat, dan Indonesia," tutup Fajar.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Nurlayla Ratri

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi

--- Iklan Sponsor ---