free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Ekonomi

Dongkrak Kesejahteraan, Harga Susu Sapi Segar di Dusun Brau Kota Batu Naik Jadi Rp8 Ribu/Liter

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Dede Nana

30 - May - 2026, 11:10

Loading Placeholder
Salah satu peternak sapi perah di sentra susu Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kota Batu merasakan dampak positif naiknya harga serapan susu segar usai penyesuaian insentif industri pengolahan.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Komoditas susu sapi segar hasil produksi peternak lokal di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, kini mengantongi nilai tawar baru. Demi meningkatkan kesejahteraan, harga susu segar dari peternak sapi perah naik menjadi Rp8.000 per liter pada akhir Mei 2026.

Kenaikan ini menyusul penyesuaian tingginya permintaan pasar dari sektor korporasi skala nasional. Hingga akhir turut memberikan tambahan margin keuntungan riil bagi para peternak lokal di wilayah Kota Batu. Harga serapan sebelumnya hanya tertahan maksimal di angka Rp7.600 per liternya.

Baca Juga : Animo PPDBM di MAN Kota Batu Meningkat, 490 Calon Siswa Resmi Diterima Lewat Tiga Jalur

“Kenaikan ini murni dipicu oleh kebijakan insentif tambahan dari Industri Pengolahan Susu (IPS) atau pihak pabrikan, yang kemudian langsung kami salurkan seluruh selisihnya agar diterima utuh oleh para peternak,” terang Ketua Koperasi Margo Makmur Mandiri, Muhammad Munir saat ditemui, belum lama ini.

Munir membeberkan bahwa pemberian insentif tambahan dari pihak Industri Pengolahan Susu (IPS) atau pabrikan besar menjadi pendorong utama meroketnya harga beli di tingkat akar rumput.

Dikatakannya, kebijakan finansial dari pihak pabrik tersebut otomatis langsung diteruskan oleh koperasi agar selisih keuntungan dapat dinikmati langsung oleh seluruh anggota dan peternak.

Klarifikasi data ini juga secara terbuka oleh pengurus koperasi untuk menepis rumor keliru yang berkembang di masyarakat. Warga sempat berspekulasi bahwa naiknya harga susu segar merupakan efek domino dari menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap mata uang rupiah.

"Kalau fenomena tersebut (bersamaan kenaikan dolar) murni kebetulan, tidak ada korelasi atau hubungan langsung antara fluktuasi valuta asing dengan kebijakan harga beli dari IPS," tuturnya.

Bagi ratusan peternak di Dusun Brau, selisih rupiah dari pihak pabrik tersebut memicu efek berantai yang sangat masif bagi stabilitas dapur warga.

Baca Juga : Dinkes Kota Batu Wanti-wanti Cara Memasak Daging Kurban, Salah Olah Bisa Picu Gangguan Kesehatan Serius

Untuk diketahui, secara demografis kawasan hijau di lereng pegunungan ini memang menyimpan anomali mata pencaharian yang sangat unik sekaligus menguntungkan bagi ketahanan pangan daerah.

Tercatat nyaris 98 persen warga setempat menggantungkan roda hidupnya secara eksklusif sebagai peternak dengan jumlah populasi sapi perah menembus angka 2.500 ekor. Kuantitas sebaran hewan ternak tersebut bahkan tercatat lebih dari tiga kali lipat melampaui jumlah penduduk lokal Dusun Brau yang hanya berkisar di angka 700 jiwa.

Dominasi populasi ternak yang sangat padat tersebut membuat Dusun Brau mampu mencetak rata-rata produksi harian hingga mencapai 10.000 liter susu segar berkualitas tinggi.

Suntikan harga baru dari korporasi ini diharapkan menjadi instrumen penekan yang efektif untuk memotivasi warga dalam mempertahankan standardisasi mutu susu di pasaran nasional.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Dede Nana

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi

--- Iklan Sponsor ---