JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bergerak cepat menyiapkan pengganti sementara untuk posisi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang yang kosong. Saat ini, sedikitnya tiga nama kandidat telah dikantongi dan tinggal menunggu keputusan akhir dari Wali Kota Malang.
Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin memastikan penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapenda akan segera dilakukan agar roda organisasi dan upaya peningkatan pendapatan daerah tidak terganggu.
Baca Juga : Bupati Sanusi Apresiasi Petugas Kebersihan dan Pemulung di TPA Talangagung
"Ada tiga nama yang dikandidatkan sebagai Plt Kepala Bapenda Kota Malang. Sekaligus kami menunggu mutasi yang definitif, karena sudah ada pembicaraan dengan Pak Wali. Tinggal menunggu waktu kapan Pak Wali mengeksekusinya," ujar Ali.
Menurut Ali, sejumlah masukan terkait penempatan jabatan juga telah dibahas bersama Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Namun, keputusan final tetap berada di tangan kepala daerah.
Ia menyebut pengumuman Plt Kepala Bapenda kemungkinan bisa dilakukan dalam waktu dekat, bahkan pekan depan. Langkah percepatan itu dinilai penting lantaran posisi strategis di lingkungan pemerintah daerah tidak boleh terlalu lama kosong.
"Kalau Bapenda Plt-nya ya segera, mungkin minggu ini sudah keluar nama. Karena harus segera, tidak boleh ada kekosongan," ujarnya.
Lebih lanjut, Ali menegaskan bahwa sosok yang nantinya memimpin Bapenda harus memiliki kemampuan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Terlebih, pemerintah daerah saat ini dihadapkan pada situasi efisiensi anggaran yang menuntut kreativitas dalam meningkatkan pemasukan daerah.
"Kalau di Bapenda, dengan kondisi efisiensi begini, yang dicari tentu yang bisa menambah target pendapatan. Itu syarat utamanya. Karena yang bisa dilakukan saat ini adalah peningkatan PAD dan potensinya masih ada," jelasnya.
Baca Juga : Akselerasi Kedaulatan Maritim, Menko AHY Dorong PT PAL Jadi Pemain Utama Industri Dunia
Tak hanya di Bapenda, Pemkot Malang juga tengah bersiap melakukan pengisian jabatan di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Sedikitnya delapan kursi kepala dinas disebut bakal kosong karena pejabatnya memasuki masa pensiun.
Kondisi tersebut membuat Pemkot Malang berencana segera melakukan mutasi dan penunjukan Plt agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.
"Nanti ada delapan kepala dinas yang kosong karena pensiun. Karena itu Pak Wali ingin segera melakukan mutasi," tandasnya.