JATIMTIMES - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang bergerak cepat menangani seorang perempuan asal Kabupaten Gresik yang viral di media sosial karena diduga terlibat percobaan penculikan anak di wilayah Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang.
Perempuan berinisial F (49) tersebut langsung dibawa ke shelter Dinsos Kota Malang setelah diamankan aparat kepolisian dan warga untuk menjalani asesmen mendalam.
Baca Juga : Sulaman dan Bunyi Gunung Marapi Hidup di Galeri Nasional, Karya Rani Jambak Curi Perhatian
Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, menegaskan penanganan dilakukan secara humanis guna memastikan kondisi sebenarnya sebelum diambil langkah lanjutan bersama pihak keluarga dan instansi terkait.
“Begitu kami menerima dari pihak kepolisian, tim langsung melakukan asesmen untuk memastikan kondisi psikologis, identitas, serta menelusuri keberadaan keluarganya. Pendekatan yang kami lakukan tentu mengedepankan sisi kemanusiaan,” ujar Donny, Minggu (17/5/2026).
Hasil asesmen sosial menunjukkan perempuan tersebut merupakan warga Kabupaten Gresik dan telah lama mengalami gangguan kejiwaan atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Berdasarkan keterangan keluarga, kondisi itu telah dialami sekitar 10 tahun terakhir.
Selama ini, perempuan tersebut disebut kerap berjalan ke pasar maupun berkeliling di sekitar lingkungan rumah sebelum akhirnya kembali pulang. Namun, sekitar sepekan terakhir, ia diketahui meninggalkan rumah sehingga pihak keluarga melakukan pencarian hingga ke sejumlah wilayah, termasuk Surabaya, sebelum akhirnya mendapat kabar keberadaannya di Kota Malang.
“Setelah dilakukan pendalaman bersama keluarga, yang bersangkutan diketahui sudah sekitar 10 tahun mengalami gangguan kejiwaan dan sempat tidak pulang selama kurang lebih satu minggu sehingga dicari pihak keluarga,” katanya.
Dinsos Kota Malang juga meluruskan informasi yang beredar di masyarakat terkait kondisi fisik perempuan tersebut. Berdasarkan asesmen awal, pembesaran pada bagian perut bukan disebabkan kehamilan, melainkan diduga akibat penyakit kanker rahim yang dialaminya.
Baca Juga : Bayi Tewas usai Dibuang di Makam Bululawang, Pelaku Diduga Bukan Warga Sekitar
Selain itu, petugas sosial mendapati perempuan tersebut dikenal menyukai anak-anak. Saat berada di rumah, ia disebut sering membeli jajanan atau makanan untuk anak-anak di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.
Usai proses asesmen selesai, pihak keluarga dari Kabupaten Gresik datang ke Kota Malang untuk menjemput perempuan tersebut melalui proses reunifikasi keluarga agar dapat memperoleh pendampingan lebih lanjut.
Donny turut mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menghakimi seseorang sebelum mengetahui fakta sebenarnya.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak langsung menyimpulkan sesuatu dari informasi yang beredar di media sosial. Jika menemukan kondisi serupa, segera laporkan kepada aparat atau petugas terkait agar bisa ditangani secara tepat,” tegasnya.