JATIMTIMES - Bayi berjenis kelamin laki-laki yang diduga dibuang di pinggir jalan raya kawasan makam Sanggrahan, Desa Wandanpuro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dinyatakan meninggal. Sebelumnya, bayi tersebut sempat menjalani penanganan medis secara intensif sebelum akhirnya dinyatakan meninggal sehari setelah ditemukan warga.
Di sisi lain, pihak kepolisian hingga saat ini masih menyelidiki dugaan kasus pembuangan bayi tersebut. Dugaan sementara, pelaku pembuangan bayi tersebut bukanlah warga sekitar.
Baca Juga : Viral Diduga Penculikan Anak di Malang, Polisi Pastikan Perempuan yang Diamankan ODGJ
Perkembangan hasil penyelidikan tersebut disampaikan Panit Reskrim Polsek Bululawang Aipda Wahyu K. Widargo. "Bayinya sempat dirawat di puskesmas karena mungkin sudah terlalu lama (sebelum akhirnya ditemukan warga, red), sehingga kondisinya kurang baik, lemah," ujarnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bayi yang diduga sengaja dibuang tersebut ditemukan warga pada Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Bayi malang yang diduga baru saja dilahirkan tersebut ditemukan warga di sebuah gerobak yang ada di depan warung tepi jalan kawasan makam Sanggrahan.
Saat ditemukan pertama, bayi tersebut dimasukkan ke dalam kresek dengan kondisi masih ada tali pusar atau ari-arinya. Meski dalam keadaan memprihatinkan, bayi tersebut dalam kondisi hidup saat ditemukan warga.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Bululawang sebelum akhirnya bayi dievakuasi ke Puskesmas Bululawang oleh petugas kepolisian. Berdasarkan hasil identifikasi petugas kesehatan, bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat 2,6 kilogram dan panjang 48 sentimeter.
"Waktu awal ditemukan kondisinya lemah, kemudian diperiksa sama bidan, perawat di puskesmas dan memang kondisinya lemah," jelas Wahyu.
Bayi malang tersebut akhirnya menjalani perawatan intensif di Puskesmas Bululawang. Namun kondisi kesehatannya tak kunjung membaik, akhirnya bayi tersebut dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, pada Jumat (15/5/2026) malam.
Meski beragam upaya telah dilakukan, sayangnya nyawa bayi malang tersebut tetap tak tertolong. Bayi tersebut dinyatakan meninggal pada Sabtu (16/5/2026) atau sehari setelah ditemukan warga.
Baca Juga : Viral, Limbah Medis Milik RSU Kaliwates Dibuang ke Sungai
Di sisi lain, peristiwa dugaan pembuangan bayi tersebut hingga Minggu (17/5/2026) masih terus diselidiki polisi. Selain melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan polisi guna kepentingan penyelidikan.
Polisi juga telah menelusuri rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian. Termasuk berkoordinasi dengan pihak terkait guna menelusuri terduga pelaku pembuangan bayi tersebut.
"Sudah kami share ke warga sekitar, termasuk paguyuban atau grup-grup RT-RW, kemudian kader-kader nakes (tenaga kesehatan) di masing-masing desa juga sudah kami kasih tahu terkait penemuan bayi tersebut,' imbuhnya.
Polisi menduga, pelaku pembuangan bayi tersebut bukanlah warga sekitar. Sebab, sampai saat ini sejumlah informasi yang disebar polisi ke beberapa pihak di sekitar lokasi kejadian tersebut menyebut tidak ada warga yang sedang hamil tua.
"Sementara tidak ada (warga sekitar yang hamil tua, red), hingga saat ini belum ada perkembangan informasi, masih dalam penyelidikan. Mohon doanya, mudah-mudahan nanti ada hasil ungkap agar tidak kejadian lagi," pungkasnya.