JATIMTIMES - Semangat membangun budaya literasi kembali diperlihatkan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang melalui keterlibatannya dalam penerbitan buku antologi puisi bertajuk Aksara Cinta Ramadan. Program tersebut menjadi bagian dari gerakan literasi nasional yang digagas Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia bersama Komunitas Yuk Menulis dengan melibatkan madrasah dan satuan kerja Kemenag di berbagai daerah.
Koordinator Komunitas Yuk Menulis MIN 1 Kota Malang, M. Dwi Cahyono, menyebut program tersebut merupakan bagian dari gerakan bersama yang dilaksanakan serentak di lingkungan Kementerian Agama.
Baca Juga : Mengapa Kenaikan Yesus Kristus Diperingati Hari Kamis? Ini Sejarah dan Maknanya bagi Umat Kristen
“Ini sebenarnya diinisiasi oleh Kementerian Agama dan Komunitas Yuk Menulis bersama Kemenag se-Indonesia,” ujarnya.

Menurut Dwi, buku tersebut memiliki nilai tersendiri karena kata pengantarnya ditulis langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar. Ia mengatakan setiap satuan kerja di Kota Malang memiliki koordinator masing-masing dalam program literasi tersebut.
“Yang menarik, buku ini ditulis kata pengantarnya oleh bapak kita Menteri Agama RI Prof. Nasaruddin Umar. Khusus di Kota Malang tiap satker ada koordinatornya, tetapi kalau di MIN 1 Kota Malang ada saya dan Bu Idha,” jelasnya.
Proses penyusunan buku dilakukan melalui pendampingan intensif kepada siswa maupun guru. Para peserta diarahkan menulis puisi bertema Ramadan dengan pendamping di setiap kelas. Saat kegiatan berlangsung, siswa yang terlibat merupakan peserta didik kelas 5.
“Kemudian kami mengumpulkan karya dari bapak ibu karyawan dan anak-anak. Di tiap kelas ada pendampingnya. Jadi anak-anak diberi sedikit refreshing materi mulai kelas A hingga kelas I,” kata Dwi.
Dari ratusan naskah yang terkumpul, tim melakukan proses seleksi ketat hingga akhirnya terpilih sekitar 200 karya terbaik untuk diterbitkan dalam buku antologi tersebut. Tidak hanya karya siswa dan guru, tulisan pimpinan madrasah hingga pejabat Kementerian Agama Kota Malang juga ikut masuk dalam buku.
Baca Juga : HUT ke-112 Kota Malang Banjir Event Literasi, Hadiah Rp 19 Juta hingga Bisa Terbitkan Buku
“Kemudian dilakukan kurasi, diambil 200 karya dari siswa dan bapak ibu guru. Termasuk karya dari kepala madrasah, Kasi Pendma Kankemenag Kota Malang, dan Kepala Kantor Kemenag Kota Malang,” terangnya.
Seluruh tulisan dalam buku berbentuk puisi dan dipastikan orisinal melalui pengecekan plagiarisme menggunakan aplikasi Turnitin. Untuk menjaga keaslian karya, proses penulisan bahkan dilakukan secara langsung di lokasi tanpa diperbolehkan membawa tugas pulang.
“Aksara Cinta Ramadan bentuknya puisi semua. Kami lakukan cek plagiasi, termasuk yang terdeteksi memakai aplikasi Turnitin. Jadi menulisnya dilakukan langsung di tempat, tidak boleh dibawa pulang. Kami meminta waktu serentak dalam satu waktu. Kegiatan ini dilaksanakan sekitar Juni 2025 lalu,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, buku karya literasi tersebut juga diserahkan kepada Kepala MIN 1 Kota Malang, Siti Aisah sebagai simbol berkembangnya budaya literasi di lingkungan madrasah. Sebagai bentuk apresiasi terhadap para penulis, juga dilakukan pembagian buku dilakukan pada Selasa (12/5/2026) di lapangan basket MIN 1 Kota Malang. Sekitar 68 siswa dan guru hadir menerima hasil karya yang sebelumnya melalui proses penulisan dan kurasi cukup panjang.