JATIMTIMES – Dugaan pesta minuman keras (miras) oplosan kembali memakan korban jiwa di Kota Batu. Dua pria dilaporkan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah menenggak miras oplosan pada Selasa (5/5/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, dua korban meninggal dunia tersebut masing-masing berinisial N, warga Desa Beji, Kecamatan Junrejo, dan A, warga Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. Sementara itu, satu korban lainnya berinisial D, yang juga merupakan warga Desa Beji, saat ini tengah berjuang melewati masa kritis di Rumah Sakit Punten.
Baca Juga : Rapat Paripurna LKPJ Wali Kota Batu Tahun 2025, DPRD Soroti SiLPA Tinggi hingga Evaluasi Proyek Mangkrak
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa ketiganya sempat mengonsumsi miras oplosan di kawasan Pasar Induk Among Tani Kota Batu. Tak berhenti di sana, pesta miras tersebut diduga berlanjut di rumah salah satu korban hingga akhirnya kondisi kesehatan mereka menurun drastis dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Korban berinisial N dilaporkan menghembuskan napas terakhirnya saat menjalani perawatan di RS Baptis Kota Batu. Sedangkan korban berinisial A dinyatakan meninggal dunia di kediamannya sebelum sempat mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Kepala Desa Beji, Deny Cahyono, membenarkan adanya warganya yang menjadi korban dalam peristiwa maut tersebut. Namun, pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan mengenai penyebab pasti kematian kepada pihak berwajib.
“Iya benar, ada warga yang meninggal dunia. Kalau penyebab pastinya, lebih detail diketahui pihak kepolisian yang melakukan olah TKP,” ujar Deny Cahyono, Selasa (5/5/2026).
Salah satu korban meninggal dunia diketahui merupakan seorang pedagang tempe yang sehari-hari beraktivitas di Pasar Induk Among Tani. Saat ini, kedua korban yang meninggal dunia telah dimakamkan oleh pihak keluarga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat.
Baca Juga : Terprovokasi Isu Hoaks Jadi Motif Pria di Lawang Nekat Bacok Tetangga
Merespons tragedi ini, aparat kepolisian dari Polres Batu telah bergerak dengan mengerahkan Tim Inafis untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di dua lokasi berbeda. Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti untuk mengungkap jenis serta kandungan miras oplosan yang dikonsumsi para korban.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan memeriksa saksi-saksi guna memastikan kronologi serta asal-usul minuman maut yang menewaskan warga tersebut.
Kasat Reskrim Polres Batu AKP Joko Suprianto juga belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut terkait penyelidikan. Pihaknya telah melakukan pendalaman TKP pada Selasa (5/5/2026) siang. "Masih penyelidikan oleh tim dan dilakukan pendalaman," ringkasnya.