free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Otomotif

MPM Honda Jatim Dorong Pelajar Berkendara dengan Aman, Pastikan 17 Tahun dan Punya SIM

Penulis : Bambang Setioko - Editor : Nurlayla Ratri

04 - May - 2026, 19:12

Loading Placeholder
Foto: (Dok. MPM Honda Jatim for JatimTIMES)

JATIMTIMEA – Maraknya siswa sekolah yang menggunakan sepeda motor ke sekolah saat ini menimbulkan keprihatinan, terutama terkait aspek keselamatan dan kematangan usia pengendara. Padahal aturan sudah jelas, yakni minimal berusia 17 tahun.

Fenomena ini membutuhkan perhatian serius dari orang tua dan sekolah. Pasalnya, kecelakaan lalu lintas masih kerap melibatkan pelajar yang belum memenuhi syarat usia maupun kesiapan berkendara.

Baca Juga : Berikan Keadilan untuk Masyarakat, Bupati Jember Resmikan 3 MPP Mini

Ada beberapa alasan mengapa anak di bawah usia 17 tahun belum diperbolehkan mengendarai sepeda motor. Dari sisi psikologis, pada usia tersebut seseorang dinilai sudah lebih mampu fokus dalam mengambil keputusan serta mulai mengendalikan emosi saat berada di jalan. Sementara itu, anak di bawah 17 tahun bisa saja telah matang secara fisik, namun belum tentu siap secara mental.

Selain itu, dari sisi fisik, rata-rata pada usia 17 tahun seseorang memiliki postur tubuh yang lebih ideal untuk mengendarai sepeda motor. Postur yang belum optimal dapat memengaruhi keseimbangan dan teknik berkendara, sehingga berisiko terhadap keselamatan.

Oleh karena itu, setiap pengendara diwajibkan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sebagai bukti telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas, serta terampil mengendarai kendaraan bermotor. Untuk sepeda motor, pengendara yang telah memenuhi syarat dapat memiliki SIM C.

“Momentum Hari Pendidikan Nasional ini menjadi pengingat pentingnya peran orang tua dalam membentuk kebiasaan aman anak, termasuk tidak memberikan izin berkendara sebelum usia 17 tahun dan memiliki SIM. Melalui sinergi bagi negeri bersama Dinas Perhubungan dan Kepolisian, kami terus mengedukasi pelajar agar memiliki kesadaran dan kedisiplinan dalam berkendara serta selalu mengutamakan #Cari_Aman di jalan,” ujar Suhari.

MPM Honda Jatim secara konsisten menggelar edukasi keselamatan berkendara melalui berbagai program pelatihan bagi pelajar dan masyarakat, baik melalui kegiatan di sekolah maupun di Safety Riding Center Sidoarjo. Hingga saat ini, lebih dari 20.000 generasi muda dari tingkat menengah hingga perguruan tinggi di Jawa Timur telah mendapatkan edukasi safety riding sebagai bagian dari komitmen membangun budaya berkendara yang aman.

Baca Juga : Bupati Sanusi Tinjau Layanan Kesehatan di Malang Barat, Dorong Peningkatan Fasilitas dan Kualitas Rumah Sakit hingga Puskesmas

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, MPM Honda Jatim juga membangun Safety Riding Lab Astra Honda di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen sebagai wujud sinergi dengan dunia pendidikan dalam menghadirkan pembelajaran keselamatan berkendara yang berkelanjutan.

MPM Honda Jatim mengajak seluruh orang tua dan pihak sekolah untuk bersama-sama berperan aktif dalam mengawasi serta memberikan edukasi kepada anak-anak agar mematuhi aturan berkendara. Dengan disiplin sejak dini, diharapkan dapat tercipta generasi muda yang lebih peduli, bertanggung jawab, dan selalu mengutamakan keselamatan melalui semangat #Cari_Aman di setiap perjalanan.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Bambang Setioko

Editor

Nurlayla Ratri

Otomotif

Artikel terkait di Otomotif

--- Iklan Sponsor ---