free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Hiburan, Seni dan Budaya

Ayo Nostalgia, 11 Grup Ludruk Jombang Akan Pentas Bareng

Penulis : Adi Rosul - Editor : A Yahya

04 - May - 2026, 12:14

Loading Placeholder
Pementasan ludruk khas Njombangan. (Istimewa)

JATIMTIMES - Sejumlah grup ludruk yang masih eksis di Jombang akan mengajak warga Kota Santri bernostalgia. Pementasan ludruk ini pastinya akan membawa penonton kembali ke kenangan masa lampaunya.

Pementasan ludruk akan digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang di Gedung Kesenian Kabupaten Jombang pada 8 Mei 2026 mendatang. Sedikitnya ada 11 grup ludruk asli Jombang yang akan pentas di panggung hiburan rakyat ini.

Baca Juga : Podcast NGODE DPRD Jatim: Puguh Pamungkas Dorong Solusi Permanen Atasi Kekeringan

Dengan mengusung lakon legendaris "Sarip Tambak Oso", bisa dijamin akan membawa warga Jombang bernostalgia. Tidak hanya itu, lawakan-lawakan khas Njombangan juga dipastikan akan mengocok perut penonton. 

Kabid Kebudayaan Disdikbud Jombang Anom Antono mengatakan, kegiatan ini menjadi salah satu agenda strategis pemkab dalam melestarikan budaya lokal sekaligus menarik minat generasi muda terhadap seni tradisional. Pementasan ludruk akan digelar secara gratis dalam satu hari.

"Kami ingin ludruk tetap hidup dan dinikmati oleh semua kalangan, terutama anak muda. Pagelaran ludruk gabungan ini akan menjadi ajang apresiasi bagi para seniman ludruk yang selama ini tetap bertahan di tengah gempuran hiburan modern," ujarnya kepada wartawan, Senin (04/05/2026).

Anom menyampaikan, lakon "Sarip Tambak Oso" dipilih karena merupakan cerita klasik yang populer dalam khazanah ludruk Jawa Timur. Lakon ini dipilih karena sarat dengan nilai-nilai perjuangan, percintaan, dan kritik sosial yang khas dalam seni ludruk.

"Kesebelas grup ludruk yang tergabung akan tampil secara kolaboratif, memadukan gaya dan ciri khas masing-masing dalam satu panggung. Setiap grup akan menampilkan lakon tersebut dengan kemasan yang segar namun tetap mempertahankan orisinalitas dan nilai-nilai tradisional," ucapnya.

Baca Juga : Lomba Kicau Gantangan Wijaya Kusuma Diserbu Ratusan Peserta Berbagai Kota, Dongkrak Ekonomi Lokal dan Pariwisata

Anom menuturkan, Kabupaten Jombang memiliki posisi istimewa dalam sejarah ludruk di Jawa Timur. Kesenian Besutan yang berasal dari Kota Santri ini dipercaya sebagai cikal bakal lahirnya ludruk yang kemudian berkembang pesat di Surabaya dan kota-kota lainnya.

Tokoh Besut dalam kesenian tradisional ini digambarkan sebagai sosok "warga negara imajiner" yang setia mengabdi pada rakyat: menghibur, menyindir, sekaligus diam-diam mencerdaskan masyarakat melalui guyonan yang tampak remeh namun seringkali menggigit lebih tajam daripada pidato resmi.

"Di Jombang sendiri, kesenian ludruk tetap bertahan meskipun menghadapi tantangan berat dari arus hiburan modern. Salah satu grup yang masih eksis adalah Ludruk Budhi Wijaya dari Kecamatan Ngusikan yang telah berdiri sejak 1985 dan kini dipimpin oleh Didik Purwanto, putra dari maestro ludruk Sahid," kata Anom.(*)


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Adi Rosul

Editor

A Yahya

Hiburan, Seni dan Budaya

Artikel terkait di Hiburan, Seni dan Budaya

--- Iklan Sponsor ---