JATIMTIMES - Ketersediaan minyak goreng bersubsidi Minyakita di sejumlah pasar di Kota Malang mulai dikeluhkan pedagang. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memastikan pihaknya segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
Wahyu mengakui, berdasarkan koordinasi awal dengan Perum Bulog, terdapat indikasi kendala distribusi yang menyebabkan Minyakita sulit ditemukan di pasaran.
Baca Juga : Fatal! Ini Risiko Membeli Rumah Tanpa IMB atau PBG yang Wajib Kamu Tahu
“Memang ini kami akan koordinasi lagi kenapa Minyakita ini agak sulit di pasaran. Setelah kami mendapat arahan dari pusat, besok kami akan cek langsung di lapangan,” ujar Wahyu.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Malang saat ini masih menunggu arahan resmi dari sejumlah instansi pusat, mulai dari Kementerian Dalam Negeri, Bulog, hingga kementerian teknis lainnya untuk menentukan langkah lanjutan.
Pemantauan harga kebutuhan pokok juga terus dilakukan. Dari hasil peninjauan sebelumnya di pasar, ditemukan adanya kenaikan harga meskipun belum terlalu signifikan.
“Kami akan cek ke pasar, melihat komoditas apa yang naik drastis, lalu ditelusuri penyebabnya. Dari situ nanti akan kami tentukan langkah intervensinya,” jelasnya.
Wahyu tidak menampik bahwa faktor global turut memengaruhi kondisi tersebut, termasuk dampak konflik di kawasan Timur Tengah yang berimbas pada rantai pasok dan harga komoditas.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Malang tengah menyiapkan sejumlah skenario intervensi untuk menekan lonjakan harga, salah satunya melalui pemberian subsidi pada bahan pokok tertentu.
Baca Juga : Khutbah Jumat 24 April 2026: Tak Jadi Haji Tahun Ini, Berikut Cara Menyikapinya
“Intervensi bisa berupa subsidi agar harga bisa ditekan. Namun itu masih menunggu arahan, termasuk kemungkinan penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT),” ungkapnya.
Menurut Wahyu, intervensi tersebut penting untuk menjaga stabilitas harga dan mencegah gejolak di masyarakat, terutama jika kenaikan harga mulai tidak terkendali.
Pemerintah Kota Malang menargetkan dalam waktu dekat dapat mengidentifikasi akar permasalahan kelangkaan Minyakita sekaligus menentukan langkah konkret untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga di pasaran.