JATIMTIMES - Saat Ramadan tiba, kolak menjadi salah satu menu wajib yang harus ada saat berbuka puasa tiba. Biasanya makanan ini terbuat dari irisan pisang, singkong, ubi yang dicampur gula aren, santan, dan beragam makanan lain. Popularitas kolak sebagai makanan ternyata sudah sejak lama.
Asal-usul makanan kolak di Indonesia dengan berbagai macam isiannya dan menjadi makanan khas Ramadan, tidaklah lepas dari sejarah panjang di Indonesia.
Baca Juga : Melihat Besaran Zakat Fitrah 2025 Beserta Cara Bayarnya Secara Online Melalui Baznas
Penasaran dengan asal-usul kolak? Berikut penjelasan lengkap mengenai asal usul kolak bisa menjadi menu takjil di bulan puasa Ramadan.
Asal Usul Kolak
Dilansir dari laman Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, banyak yang mengira bahwa kolak merupakan kudapan yang berasal dari Timur Tengah. Nyatanya, penganan manis satu ini berasal dari Indonesia dan menjadi salah satu media penyebaran agama Islam, khususnya di Pulau Jawa. Konon, sajian kolak saat berbuka puasa ini pertama kali diperkenalkan oleh para Wali.
Sementara mengutip situs Historia, kata "kolak" sendiri berasal dari bahasa Arab, yaitu kul laka yang berarti makanlah. Selain itu, ada pula yang menyebut kolak berasal dari bahasa Arab lain, seperti Khalaqa yang artinya menciptakan.
Sementara dilansir dari laman Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, kolak juga mempunyai filosofi mendasar yang diambil dari bahasa Arab yaitu ‘khalik’ yang berarti Sang Pencipta atau Allah SWT.
Maksud dari filosofi tersebut adalah agar masyarakat yang mengkonsumsinya bisa lebih dekat kepada sang pencipta. Selain itu, diharapkan orang yang memakannya memiliki rasa syukur sehingga menambah kedekatan diri kepada Allah SWT.
Selain dari namanya, filosofi kolak ternyata juga berasal dari bahan pembuatnya yaitu pisang kepok, ubi, dan santan. Penggunaan pisang kepok memiliki makna agar masyarakat ‘kapok’ atau merasa jera dengan dosa yang telah dilakukan selama hidupnya.
Penggunaan ubi atau dikenal masyarakat Jawa dengan nama telo pendem memiliki makna aga masyarakat harus mengubur kesalahan yang pernah diperbuat sehingga bisa melanjutkan hidup dengan jalan penuh ridho Allah SWT.
Sementara santan yang dalam bahasa Jawa disebut ‘santen’ yang merupakan kependekan dari kata ‘pangapunten’ yang berarti permohonan maaf.
Alasan Kolak menjadi Menu Takjil
Terdapat beberapa alasan mengapa kolak cocok dijadikan sebagai takjil untuk membatalkan buka puasa selain karena rasa manisnya. Namun, juga terdapat kandungan gizi dari kolak dibutuhkan oleh tubuh setelah berpuasa selama 13 jam.
Dilansir dari cnnindonesia.com, di dalam kolak mengandung gula yang berupa karbohidrat sederhana yang mampu meningkatkan gula darah yang menurun. Selain itu, gula dapat diubah menjadi energi baru dengan cepat menggantikan energi yang telah hilang ketika berpuasa.
Baca Juga : Viral Masjid Gondanglegi Bagi-Bagi Uang ke Jemaah Tarawih, Gus Iqdam: Dakwah Haji Sulaiman Istimewa
Tidak hanya kandungan gulanya saja, bahkan bahan-bahan yang ada di dalam kolak seperti pisang, ubi, labu kuning, dan lain sebagainya cukup untuk mengenyangkan. Ini karena semangkuk kolak setara dengan 200 gr nasi atau 1 mangkuk nasi.
Jika ditelisik lebih dalam, kandungan kalori ini berasal dari pisang yang memiliki kalori sebesar 200 gr, gula merah sebesar 40 gr, labu kuning 20 gr, ubi dengan kalori sebesar 20 gr, dan 80 ml untuk kandungan santan.
Sedangkan, nilai gizi dari kolak sebesar 10,9 lemak, 55,34 karbohidrat, 0.98 protein, serta 306,42 energi di dalam 1 mangkuk sajian kolak.
Perlu diperhatikan jika ingin memakan kolak, ada baiknya untuk tidak berlebihan. Sebab, kandungan kalori dan gula yang tinggi bisa saja berpotensi membuat lonjakan gula darah yang tinggi, terutama bagi penderita diabetes atau gula darah.
Kolak bukan hanya sekedar makanan Indonesia yang identik dengan bulan Ramadan saja, tetapi makanan ini memiliki nilai sejarah dan filosofi yang dalam terkait dengan kehidupan.
Selain itu, kolak memang cocok dijadikan takjil untuk membatalkan puasa karena kandungan yang terdapat di dalam kolak mampu mengenyangkan dan mengembalikan energi yang hilang setelah berpuasa seharian.
Itu lah pembahasan seputar asal usul kolak bisa menjadi menu takjil berbuka puasa di bulan Ramadan. Semoga bermanfaat!